Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Perut Bisa Berbunyi meski Tidak Lapar?
ilustrasi perut bunyi (magnific.com/katemangostar)
  • Bunyi perut atau borborygmi umumnya normal, muncul dari gerakan peristaltik yang terus memindahkan makanan, cairan, dan gas, bahkan saat tidak lapar.
  • Kontraksi migrating motor complex saat saluran pencernaan relatif kosong membantu mendorong sisa material; udara dan cairan yang bergerak dapat menghasilkan suara gemuruh.
  • Minuman bersoda, makanan pemicu gas, kebiasaan menelan udara, serta stres dapat memperbanyak bunyi perut; periksa dokter bila disertai gejala serius.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah sedang duduk tenang, bahkan baru saja makan, tiba-tiba terdengar suara “krucuk... krucuk...” dari perut?

Suara ini sering dianggap sebagai tanda tubuh lapar. Padahal, perut berbunyi tidak selalu berarti kamu butuh makanan.

Dalam dunia medis, suara gemuruh, keroncongan, atau gemericik dari perut dikenal sebagai borborygmi. Suara itu umumnya merupakan bagian normal dari proses pencernaan. Mari bahas kenapa perut bisa berbunyi meski tidak sedang lapar.

1. Sistem pencernaan tidak pernah benar-benar berhenti

Perut dan usus terus melakukan berbagai aktivitas untuk mengolah makanan dan memindahkan isinya. Proses ini melibatkan gerakan otot berirama yang disebut peristaltik.

Gerakan peristaltik membantu mendorong makanan, cairan, dan gas melewati saluran pencernaan. Aktivitas tersebut tetap berlangsung setelah makan maupun ketika perut relatif kosong.

Menariknya, suara justru bisa terdengar lebih jelas ketika isi lambung dan usus sedang sedikit. Pasalnya, tidak banyak makanan yang dapat meredam getaran dari gerakan otot serta perpindahan gas dan cairan di dalam saluran pencernaan. Itulah sebabnya perut bisa berbunyi meski kamu sama sekali tidak merasa lapar.

2. Ada proses “bersih-bersih” setelah makan

Salah satu penyebab perut berbunyi ketika tidak lapar adalah migrating motor complex (MMC). Ini merupakan rangkaian kontraksi otot yang terjadi secara berkala di lambung dan usus halus, terutama ketika kamu sedang tidak makan.

Sederhananya, MMC dapat dianggap seperti mekanisme “bersih-bersih” alami saluran pencernaan. Gerakan tersebut membantu mendorong sisa-sisa makanan, cairan, dan material lain menuju bagian saluran pencernaan berikutnya.

Karena saluran pencernaan dalam kondisi relatif kosong, pergerakan udara dan cairan selama proses ini bisa menghasilkan suara gemuruh yang cukup terdengar.

3. Makanan dan minuman tertentu juga bisa menjadi penyebab

ilustrasi kembang kol (unsplash.com/Louis Hansel)

Selain aktivitas pencernaan normal, beberapa makanan dan kebiasaan sehari-hari dapat membuat suara perut terdengar lebih sering.

Contohnya, minuman berkarbonasi meningkatkan jumlah gas di saluran pencernaan. Begitu pula makanan tertentu seperti kacang-kacangan, lentil, kol, brokoli, kembang kol, dan beberapa jenis sayuran lainnya yang lebih mudah menghasilkan gas pada sebagian orang.

Pemanis tertentu, terutama gula alkohol yang sering ditemukan dalam permen karet atau produk bebas gula, juga dapat memicu lebih banyak gas dan suara di usus pada orang yang sensitif.

Bahkan, minum banyak air dalam waktu singkat dapat membuat perut atau usus berbunyi untuk sementara karena cairan sedang bergerak melewati saluran pencernaan.

4. Stres bisa membuat perut lebih berisik

Pernah memperhatikan perut terasa lebih aktif ketika sedang gugup atau stres? Misalnya sebelum presentasi, wawancara kerja, atau situasi menegangkan.

Otak dan sistem pencernaan berkomunikasi melalui apa yang dikenal sebagai gut-brain axis. Ketika mengalami stres atau kecemasan, perubahan sinyal dari otak dapat memengaruhi gerakan otot di saluran pencernaan. Akibatnya, kontraksi usus bisa menjadi lebih aktif atau tidak teratur sehingga suara gemuruh lebih mudah terdengar.

5. Kapan perut berbunyi perlu diperhatikan?

Pada kebanyakan orang, suara perut sesekali merupakan hal normal. Namun, sebaiknya periksakan diri ke dokter jika perut berbunyi bersamaan dengan nyeri perut hebat, perut sangat kembung, muntah, penurunan berat badan tanpa sebab, darah dalam tinja, diare berkepanjangan, sembelit berat, atau perubahan pola buang air besar yang signifikan.

Dalam kondisi tertentu, suara usus yang tidak biasa dapat berkaitan dengan masalah pencernaan, seperti intoleransi laktosa, sindrom iritasi usus, penyakit celiac, infeksi saluran pencernaan, hingga sumbatan usus.

6. Cara agar suara perut tidak terlalu sering terdengar

ilustrasi makan siang (pexels.com/Yan Krukau)

Kamu sebenarnya tidak perlu menghentikan suara perut sepenuhnya karena sebagian besar merupakan tanda bahwa sistem pencernaan sedang bekerja normal. Namun, jika suara tersebut terasa mengganggu, beberapa kebiasaan sederhana bisa dicoba.

Makan dengan porsi lebih kecil tetapi teratur dapat membantu menghindari jeda makan yang terlalu panjang.

Selain itu, kunyahlah makanan secara perlahan dan hindari kebiasaan menelan terlalu banyak udara, misalnya saat minum menggunakan sedotan, mengunyah permen karet, atau mengonsumsi terlalu banyak minuman berkarbonasi.

Perhatikan juga makanan yang membuat perutmu lebih mudah bergas. Setiap orang bisa memiliki pemicu yang berbeda, sehingga mengenali pola makanan dan gejala dapat membantu.

Jangan lupa menjaga asupan cairan dan mengelola stres. Jalan santai, latihan pernapasan, atau aktivitas relaksasi sederhana dapat membantu tubuh lebih rileks sekaligus mendukung fungsi pencernaan.

Jadi, perut yang berbunyi meski tidak lapar itu wajar. Suara tersebut muncul karena otot saluran pencernaan terus bergerak untuk memindahkan makanan, cairan, dan gas, termasuk ketika tubuh sedang melakukan proses bersih-bersih di antara waktu makan.

Referensi

Doctronic. Diakses pada Agustus 2026. "Why Does My Stomach Growl When I’m Not Hungry?"

Harvard Health. Diakses pada Agustus 2026. "Stomach Growling and Other Gigestive Noise."

Health.com. Diakses pada Agustus 2026. "Why Your Stomach Growls and How To Stop It."

Times of India. Diakses pada Agustus 2026. "What Causes That Growling Sound in Your
Stomach, Even When You're Not Hungry."

Curated For You

Editorial Team

Related Article