ilustrasi makan siang (pexels.com/Yan Krukau)
Kamu sebenarnya tidak perlu menghentikan suara perut sepenuhnya karena sebagian besar merupakan tanda bahwa sistem pencernaan sedang bekerja normal. Namun, jika suara tersebut terasa mengganggu, beberapa kebiasaan sederhana bisa dicoba.
Makan dengan porsi lebih kecil tetapi teratur dapat membantu menghindari jeda makan yang terlalu panjang.
Selain itu, kunyahlah makanan secara perlahan dan hindari kebiasaan menelan terlalu banyak udara, misalnya saat minum menggunakan sedotan, mengunyah permen karet, atau mengonsumsi terlalu banyak minuman berkarbonasi.
Perhatikan juga makanan yang membuat perutmu lebih mudah bergas. Setiap orang bisa memiliki pemicu yang berbeda, sehingga mengenali pola makanan dan gejala dapat membantu.
Jangan lupa menjaga asupan cairan dan mengelola stres. Jalan santai, latihan pernapasan, atau aktivitas relaksasi sederhana dapat membantu tubuh lebih rileks sekaligus mendukung fungsi pencernaan.
Jadi, perut yang berbunyi meski tidak lapar itu wajar. Suara tersebut muncul karena otot saluran pencernaan terus bergerak untuk memindahkan makanan, cairan, dan gas, termasuk ketika tubuh sedang melakukan proses bersih-bersih di antara waktu makan.
Referensi
Doctronic. Diakses pada Agustus 2026. "Why Does My Stomach Growl When I’m Not Hungry?"
Harvard Health. Diakses pada Agustus 2026. "Stomach Growling and Other Gigestive Noise."
Health.com. Diakses pada Agustus 2026. "Why Your Stomach Growls and How To Stop It."
Times of India. Diakses pada Agustus 2026. "What Causes That Growling Sound in Your
Stomach, Even When You're Not Hungry."