Indonesia pernah mengalami kejadian luar biasa polio dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kasus vaccine-derived poliovirus. Hal ini membuat Indonesia masuk dalam kategori negara yang memerlukan kewaspadaan tambahan.
Berdasarkan rekomendasi WHO, negara dengan riwayat sirkulasi poliovirus perlu memastikan pelaku perjalanan internasional telah divaksinasi untuk mencegah ekspor virus.
Langkah ini bukan hanya melindungi negara tujuan, tetapi juga menjaga reputasi kesehatan global suatu negara.
Kewajiban vaksin polio untuk jemaah haji Indonesia bukan sekadar formalitas administratif. Ini merupakan bagian dari strategi global untuk menjaga dunia tetap bebas dari penyakit yang sebenarnya sudah hampir dieliminasi.
Dalam perjalanan yang melibatkan jutaan orang, perlindungan individu menjadi bagian dari tanggung jawab kolektif. Cuma satu suntikan, tetapi dampaknya bisa meluas melampaui diri sendiri, hingga melindungi komunitas dan negara.
Referensi
“International Travel and Health: Poliomyelitis.” World Health Organization. Diakses April 2026.
“Health Requirements for Hajj.” Saudi Ministry of Health. Diakses April 2026.
“Polio Today.” Global Polio Eradication Initiative. Diakses April 2026.
Ziad A Memish et al., “Mass Gatherings Medicine: Public Health Issues Arising From Mass Gathering Religious and Sporting Events,” The Lancet 393, no. 10185 (May 1, 2019): 2073–84, https://doi.org/10.1016/s0140-6736(19)30501-x.
“Travelers’ Health.” Centers for Disease Control and Prevention. Diakses April 2026.
Concepción F Estívariz et al., “Poliovirus Vaccination Options for Achieving Eradication and Securing the Endgame,” Current Opinion in Virology 3, no. 3 (June 1, 2013): 309–15, https://doi.org/10.1016/j.coviro.2013.05.007.