Referensi
Julian Packheiser et al., “A Systematic Review and Multivariate Meta-Analysis of the Physical and Mental Health Benefits of Touch Interventions,” Nature Human Behaviour 8 (2024): 1088–1107, https://doi.org/10.1038/s41562-024-01841-8.
Gesa Berretz, Chantal Cebula, Blanca Maria Wortelmann, Panagiota Papadopoulou, Oliver T. Wolf, Sebastian Ocklenburg, and Julian Packheiser, “Romantic Partner Embraces Reduce Cortisol Release after Acute Stress Induction in Women but Not in Men,” PLOS ONE 17, no. 5 (2022): e0266887, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0266887.
Karen M. Grewen, Bobbi J. Anderson, Susan S. Girdler, and Kathleen C. Light, “Warm Partner Contact Is Related to Lower Cardiovascular Reactivity,” Behavioral Medicine 29, no. 3 (2003): 123–30, https://doi.org/10.1080/08964280309596065.
Gabriele Navyte, Helge Gillmeister, and Meena Kumari, “Long-Term Metabolic and Cardiovascular Health Benefits from Romantic Partner Touch in Older Adults,” Brain, Behavior, and Immunity—Health 57 (2026): 101352, https://doi.org/10.1016/j.bbih.2026.101352.
Cuddling dengan Pasangan, Apa Manfaatnya bagi Kesehatan?

Cuddling adalah pelukan erat yang dilakukan sambil bersantai dalam durasi lebih lama daripada pelukan biasa, sehingga dapat memberi rasa nyaman dan relaks.
Studi menunjukkan sentuhan hangat dengan pasangan dapat berkaitan dengan respons stres lebih rendah, termasuk tekanan darah dan denyut jantung.
Sentuhan berpotensi mengurangi kecemasan, gejala depresi, dan nyeri serta berkaitan dengan kesehatan jantung-metabolisme lansia.
Biasa dilakukan bersama pasangan, cuddling adalah salah satu cara terbaik untuk membuat tubuh relaks. Menurut kamus Oxford, cuddling artinya berpelukan erat sebagai cara menunjukkan rasa cinta atau kasih sayang. Ternyata manfaat cuddling banyak lho!
Lalu, apa yang membedakannya dengan pelukan biasa? Cuddling umumnya dilakukan sambil tiduran atau bersandar dan bersantai. Selain itu, durasi keduanya pun berbeda. Pelukan hanya berlangsung sesaat, sedangkan cuddling biasanya dilakukan dalam waktu yang lama. Bisa berjam-jam atau bahkan semalaman.
Ternyata tidak hanya mendatangkan rasa nyaman dan bikin relaks, mendekap tubuh seseorang memiliki banyak manfaat kesehatan lainnya. Ingin tahu apa saja? Yuk, simak manfaat cuddling dengan pasangan berikut ini, dijamin kamu akan makin betah cuddling dengan orang tersayang!
1. Bisa membantu meredakan stres
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pelukan atau sentuhan hangat dapat membantu tubuh menghadapi situasi yang menegangkan.
Dalam satu studi, perempuan yang memeluk pasangannya selama 20 detik sebelum menjalani tes yang membuat stres mengalami kenaikan hormon stres yang lebih rendah. Namun, efek ini tidak terlihat pada laki-laki.
Studi lain menemukan bahwa bergandengan tangan dan berpelukan sebelum berbicara di depan umum berkaitan dengan tekanan darah dan denyut jantung yang lebih rendah.
Meski begitu, belum bisa dipastikan bahwa pelukan saja yang menyebabkan efek tersebut karena beberapa penelitian melibatkan lebih dari satu jenis sentuhan.
2. Berkaitan dengan rasa cemas, suasana hati, dan nyeri
Analisis yang menggabungkan banyak penelitian menemukan bahwa sentuhan secara umum dapat membantu mengurangi kecemasan, gejala depresi, dan rasa nyeri pada orang dewasa. Namun, bentuk sentuhan yang diteliti sangat beragam, tidak hanya cuddling atau berpelukan dengan pasangan.
Karena itu, hasil ini menunjukkan manfaat potensial dari sentuhan, tetapi belum membuktikan bahwa cuddling akan memberikan efek yang sama pada semua orang atau bisa digunakan sebagai pengobatan untuk gangguan kecemasan maupun depresi.
3. Mungkin terkait dengan kesehatan jangka panjang
Penelitian pada orang lanjut usia menemukan bahwa mereka yang lebih sering melakukan kontak fisik dengan pasangan cenderung memiliki kesehatan jantung dan metabolisme yang lebih baik beberapa tahun kemudian.
Namun, penelitian ini hanya menunjukkan adanya hubungan. Selain itu, hasilnya khusus pada kelompok lansia.
Kesimpulannya, cuddling atau sentuhan hangat dapat membantu seseorang merasa lebih nyaman dan mungkin meredakan sebagian respons stres. Namun, manfaatnya bisa berbeda pada setiap orang dan tidak menggantikan perawatan medis maupun kesehatan mental yang diperlukan.









![[QUIZ] Apa Fitness Love Language Kamu? Jawab 1 Pertanyaan Ini](https://image.idntimes.com/post/20260715/upload_1f4fad55d736c0857d28717d4f5ad568_9f044a0b-3a74-43ca-bf9f-4bb408840b9c.png)
![[QUIZ] Dari Keluhan Kamu, Mungkin Ini Jenis Magnesium yang Cocok](https://image.idntimes.com/post/20260811/gambar-artikel-88_a0d2c204-98d6-41f0-954e-b4f448a7c9b1.png)











