Baru-baru ini diberitakan beberapa media, seorang perempuan Amerika Serikat bernama Haley Schoen (30) membagikan pengalamannya setelah lima kali terkena stroke. Katanya, hal tersebut ia alami setelah menjalani terapi kiropraktik (chiropractic).
Kasus seperti ini bukanlah yang pertama kali. Faktanya, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa penyesuaian tulang belakang oleh ahli kiropraktik dapat meningkatkan risiko stroke pada beberapa orang.
Salah satu contoh, pada tahun 2021 ada laporan kasus seorang lelaki asal China berusia 35 tahun, tanpa faktor risiko stroke, datang dengan keluhan sulit berbicara selama dua hari dan kelemahan tubuh kanan sejak satu hari. Keluhan ini muncul setelah ia beberapa kali pijat leher, bahu, dan punggung atas untuk meredakan nyeri dalam dua minggu terakhir. Pemeriksaan menunjukkan stroke akut di area arteri serebri media kiri dan diseksi arteri karotis interna kiri. MRI angiogram menegaskan temuan tersebut dan juga memperlihatkan pembengkakan dinding (intimal edema) pada kedua arteri vertebralis.
Tanpa adanya penyakit pembuluh darah atau faktor risiko lain, diseksi arteri karotis akibat pijat kemungkinan besar menjadi pemicu kejadian stroke yang nyaris fatal.
