Great Lakes Hemophilia Foundation. "Study Finds Men with Hemophilia Have Higher Rates of Depression, Anxiety, and Obesity than the General U.S. Male Population." Diakses pada April 2026.
Liv Hospital. "Why Are Males More Likely To Have Hemophilia Than Females: Key Genetic Answer." Diakses pada April 2026.
National Bleeding Disorders Foundation. "Hemophilia A." Diakses pada April 2026.
News-Medical.Net. "Haemophilia Causes." Diakses pada April 2026.
Mengapa Hemofilia Lebih Sering Terjadi pada Laki-Laki?

- Hemofilia disebabkan mutasi gen F8 atau F9 pada kromosom X yang mengganggu produksi faktor pembekuan darah, menjadikannya penyakit dengan pola pewarisan resesif terpaut kromosom X.
- Laki-laki lebih sering terkena hemofilia karena hanya memiliki satu kromosom X, sedangkan perempuan dengan dua kromosom X biasanya menjadi carrier tanpa gejala berat.
- Sekitar 30 persen kasus hemofilia muncul akibat mutasi spontan tanpa riwayat keluarga, dan secara global terjadi pada sekitar 1 dari 5.000 kelahiran bayi laki-laki.
Hemofilia adalah kelainan genetik yang menyebabkan darah sulit membeku. Akibatnya, orang yang memiliki hemofilia bisa mengalami perdarahan yang berlangsung lebih lama, bahkan hanya dari luka kecil. Kondisi ini dapat berbahaya karena perdarahan juga bisa terjadi di dalam tubuh, seperti pada sendi atau otot.
Menariknya, hemofilia jauh lebih sering terjadi pada laki-laki dibanding perempuan. Hal ini bukan kebetulan, melainkan berkaitan erat dengan cara penyakit tersebut diwariskan melalui gen. Yuk, bahas lebih lanjut mengapa hemofilia lebih sering terjadi pada laki-laki.
Table of Content
1. Hemofilia berasal dari mutasi gen pembekuan darah
Hemofilia terjadi karena mutasi pada gen yang mengatur produksi faktor pembekuan darah. Dua jenis hemofilia yang paling umum adalah hemofilia A dan hemofilia B.
Hemofilia A disebabkan oleh mutasi pada gen F8, yang berperan dalam pembentukan faktor pembekuan VIII. Sementara itu, hemofilia B terjadi karena mutasi pada gen F9, yang memproduksi faktor pembekuan IX. Kedua gen ini terletak pada kromosom X sehingga hemofilia termasuk penyakit dengan pola pewarisan X-linked recessive atau resesif terpaut kromosom X.
2. Perbedaan kromosom laki-laki dan perempuan
Untuk memahami mengapa hemofilia lebih sering terjadi pada laki-laki, kita perlu melihat perbedaan kromosom antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki memiliki kromosom XY, sedangkan perempuan memiliki kromosom XX. Karena hemofilia terkait dengan kromosom X, kondisi ini lebih mudah muncul pada laki-laki.
Jika seorang laki-laki mewarisi kromosom X yang membawa gen hemofilia dari ibunya, ia akan langsung mengalami penyakit tersebut. Hal ini karena laki-laki hanya memiliki satu kromosom X, sehingga tidak ada gen cadangan yang bisa menggantikan gen yang rusak.
Sebaliknya, perempuan memiliki dua kromosom X. Jika salah satunya membawa mutasi, kromosom X yang lain biasanya masih bisa menghasilkan faktor pembekuan yang normal. Oleh karena itu, kebanyakan perempuan hanya menjadi carrier atau pembawa gen hemofilia tanpa mengalami gejala berat.
3. Perempuan bisa menjadi carrier

Perempuan yang membawa satu gen hemofilia biasanya tidak mengalami gejala serius. Namun, mereka tetap bisa mewariskan gen tersebut kepada anak-anaknya.
Jika seorang ibu adalah carrier dan ayahnya sehat, maka setiap anak laki-laki memiliki kemungkinan sekitar 50 persen untuk menderita hemofilia. Sementara itu, anak perempuan memiliki kemungkinan 50 persen menjadi carrier seperti ibunya.
Dalam kasus lain, jika ayah menderita hemofilia dan ibu tidak membawa gen tersebut, semua anak perempuan akan menjadi carrier. Namun, anak laki-laki tidak akan terkena hemofilia karena mereka menerima kromosom Y dari ayahnya.
4. Kasus mutasi spontan
Tidak semua kasus hemofilia berasal dari riwayat keluarga. Sekitar 30 persen kasus terjadi karena mutasi gen yang muncul secara spontan. Mutasi ini biasanya terjadi pada sel reproduksi atau pada tahap awal perkembangan embrio. Karena hemofilia terkait dengan kromosom X, mutasi tersebut tetap lebih sering menyebabkan penyakit pada laki-laki dibanding perempuan.
5. Perbedaan angka kejadian
Secara global, hemofilia diperkirakan terjadi pada sekitar 1 dari 5.000 kelahiran bayi laki-laki. Sebaliknya, hemofilia berat pada perempuan sangat jarang terjadi.
Banyak perempuan yang sebenarnya membawa gen hemofilia tetapi tidak menyadarinya. Dalam beberapa kasus, mereka mungkin hanya mengalami gejala ringan, seperti mudah memar atau menstruasi yang lebih berat dari biasanya.
Kesimpulannya, hemofilia lebih sering terjadi pada laki-laki karena penyakit ini terkait dengan kromosom X. Laki-laki hanya memiliki satu kromosom X, sehingga mutasi pada kromosom tersebut langsung menyebabkan penyakit. Sementara itu, perempuan memiliki dua kromosom X yang memungkinkan satu gen sehat menutupi gen yang rusak. Karena alasan inilah perempuan biasanya hanya menjadi carrier, sedangkan laki-laki lebih sering mengalami hemofilia. Memahami pola pewarisan hemofilia sangat penting, terutama untuk deteksi dini dan perencanaan keluarga di masa depan.
Referensi


![[QUIZ] Matamu Sehat atau Rabun? Cek dengan Tebak Tokoh Upin & Ipin dari Siluetnya](https://image.idntimes.com/post/20250519/1000008633-573aa37ad6c115e82c0f9cac0f446fd8.jpg)




![[QUIZ] Pilih Masakan Babi Favoritmu, Kami Tebak Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20250125/1000037421-899b59f0f65acad798d392c407f4ab92-7b768b6afd3aa4142ecd82a0a24e844d.jpg)

![[QUIZ] Dari Reaksi Tubuhmu saat Olahraga, Ini Daya Tahan Fisikmu](https://image.idntimes.com/post/20250603/pexels-julia-larson-6455835-8be4251b4142166ea02145b04bdac5f9-dc1b9aa001bf891562bf34f994f37fad.jpg)







