Saat tubuh masuk ke air panas, pembuluh darah di kulit melebar. Tekanan air pada tubuh juga mendorong lebih banyak darah kembali ke dada. Kombinasi tersebut dapat mengubah tekanan darah, denyut jantung, dan beban kerja jantung.
Pada sebagian orang, tekanan darah dapat turun setelah beberapa menit berendam atau ketika berdiri untuk keluar dari bak. Kondisi ini dapat menyebabkan pusing hingga kehilangan kesadaran. Jika terjadi di dalam bak mandi, wajah dapat terendam sehingga risiko tenggelam ikut muncul.
Dalam penelitian pada orang lanjut usia di Jepang, 12 peserta mengalami perubahan elektrokardiogram ketika berendam, termasuk denyut tambahan dari serambi jantung dan takikardia ventrikel—irama sangat cepat yang berasal dari bilik jantung. Perubahan lebih besar terlihat saat musim dingin, ketika tubuh berpindah dari ruangan dingin ke air panas.
Namun, penelitian tersebut menelaah kebiasaan berendam air panas ala Jepang, bukan mandi dengan pancuran air hangat. Temuan ini tidak membuktikan mandi biasa dapat membuat jantung orang sehat mendadak berhenti.
Risiko lebih perlu diperhatikan pada lansia serta orang dengan penyakit jantung koroner, gangguan irama jantung, gagal jantung, atau tekanan darah yang tidak terkontrol, terutama apabila air sangat panas dan waktu berendam terlalu lama.