Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Perbedaan antara Henti Jantung dan Serangan Jantung

Perbedaan antara Henti Jantung dan Serangan Jantung
ilustrasi henti jantung saat olahraga (magnific.com/stockking)
Intinya Sih
  • Henti jantung terjadi karena gangguan listrik yang membuat jantung berhenti memompa darah, sedangkan serangan jantung disebabkan penyumbatan aliran darah ke otot jantung.
  • Serangan jantung bisa memicu henti jantung, sementara penyebab lain seperti trauma, kelainan elektrolit, atau overdosis obat juga dapat menyebabkan henti jantung mendadak.
  • Penanganan cepat seperti CPR dan AED penting untuk henti jantung, sedangkan serangan jantung membutuhkan perawatan medis segera guna mengembalikan aliran darah dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Banyak orang menganggap henti jantung dan serangan jantung adalah kondisi yang sama karena keduanya terjadi secara mendadak dan berkaitan dengan organ jantung. Padahal, kedua kondisi ini memiliki penyebab, mekanisme, dan penanganan yang berbeda.

Memahami perbedaan antara henti jantung dan serangan jantung sangat penting karena tindakan yang tepat dalam beberapa menit pertama dapat menentukan peluang keselamatan seseorang.

Serangan jantung terjadi saat aliran darah menuju otot jantung terhambat, sedangkan henti jantung terjadi ketika jantung tiba-tiba berhenti memompa darah ke seluruh tubuh akibat gangguan pada sistem kelistrikan jantung. Meskipun berbeda, serangan jantung dalam beberapa kasus dapat memicu terjadinya henti jantung. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda kedua kondisi ini dapat membantu seseorang mendapatkan pertolongan medis secepat mungkin.

Table of Content

1. Pengertian

1. Pengertian

Serangan jantung terjadi ketika arteri yang tersumbat menghentikan aliran darah ke bagian jantung. Jika arteri yang tersumbat tidak segera terbuka kembali, bagian jantung yang biasanya dialiri oleh arteri tersebut mulai mati. Jika dibiarkan terlalu lama tanpa pengobatan, maka kerusakannya akan semakin besar.

Henti jantung terjadi secara tiba-tiba, sering kali tanpa peringatan. Kondisi ini terjadi saat kegagalan listrik di jantung menyebabkan detak jantung tidak teratur (aritmia). Jantung tidak dapat memompa darah ke otak, paru-paru, dan organ lainnya. Ini menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran dan denyut nadi. Orang tersebut dapat meninggal jika tidak mendapatkan pertolongan dalam beberapa menit.

2. Penyebab

Henti jantung dapat dikaitkan dengan masalah jantung lainnya, tetapi juga dapat terjadi karena alasan lain selain jantung. Meskipun sebagian besar serangan jantung tidak menyebabkan henti jantung, serangan jantung seringkali menjadi penyebab umum ketika henti jantung terjadi.

Beberapa contoh penyebab henti jantung mendadak non kardiovaskular adalah emboli paru, trauma, kelainan elektrolit, overdosis obat, atau bahkan interaksi berbahaya dari obat-obatan bebas. Namun, masalah lain dengan listrik jantung, cedera serius, tenggelam, atau obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkannya. Ini seperti masalah mendadak pada irama jantung dan menyebabkan seseorang menjadi tidak responsif.

Di sisi lain, serangan jantung terjadi ketika ada penyumbatan di pembuluh darah jantung, yang juga disebut arteri koroner. Penumpukan plak ini terjadi karena beberapa hal seperti riwayat keluarga penyakit jantung koroner, kolesterol tinggi, merokok, kelebihan berat badan, atau tekanan darah tinggi.

3. Gejala

Petugas medis memberikan pertolongan pertama pada seorang pria yang mengalami henti jantung dengan melakukan pemeriksaan dan resusitasi.
ilustrasi henti jantung atau cardiac arrest (pexels.com/RODNAE Productions)

Gejala henti jantung mendadak muncul seketika dan parah, termasuk:

  • Pingsan tiba-tiba.
  • Denyut nadi tidak terdeteksi.
  • Tidak bernapas.
  • Kehilangan kesadaran.

Dalam beberapa kasus, gejala awal dapat muncul sebelum henti jantung mendadak terjadi, seperti:

  • Rasa tidak nyaman di dada.
  • Sesak napas.
  • Lemah.
  • Detak jantung cepat atau berdebar-debar (palpitasi).

Gejala umum serangan jantung, meliputi:

  • Nyeri dada yang terasa seperti tekanan, sesak, terjepit, atau pegal.
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman yang menjalar ke bahu, lengan, punggung, leher, rahang, gigi, atau perut bagian atas.
  • Keringat dingin.
  • Kelelahan.
  • Rasa terbakar di dada atau gangguan pencernaan.
  • Pusing atau merasa akan pingsan.
  • Mual.
  • Sesak napas.

4. Perawatan darurat

Henti jantung

Perawatan medis segera dari orang awam dan layanan medis darurat:

  • Resusitasi jantung paru (RJP/CPR).
  • Berikan automated external defibrillator (AED).
  • Ambulans ke ruang gawat darurat.

Serangan jantung 

Perawatan darurat diberikan di ambulans dan di rumah sakit untuk mengembalikan aliran darah, meningkatkan aliran darah, dan mengurangi kerusakan pada jantung.

5. Prognosis

Henti jantung dapat dipulihkan pada beberapa pasien jika segera ditangani. Namun, jika pasien tetap dibiarkan tanpa pengobatan, maka kematian dapat terjadi dalam hitungan menit.

Serangan jantung sering kali sukses diobati dengan menggunakan obat-obatan, operasi, atau keduanya. Namun, makin lama kamu menunggu untuk memulai pengobatan, makin banyak kerusakan yang terjadi pada jantung. Kematian dapat terjadi dalam hitungan menit hingga jam tanpa pengobatan.

Memahami perbedaan antara henti jantung dan serangan jantung dapat membantu masyarakat mengenali gejalanya lebih dini dan memberikan respons yang tepat saat keadaan darurat terjadi. Makin cepat penanganan diberikan, makin besar pula peluang untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Referensi 

American Heart Association. Diakses pada Juli 2026. "Heart Attack and Sudden Cardiac Arrest Differences."

Bon Secours. Diakses pada Juli 2026. "The Difference Between Cardiac Arrest and a Heart Attack."

Mandaya Hospital Group. Diakses pada Juli 2026. "What Is the Difference Between Cardiac Arrest and a Heart Attack? Recognize the Symptoms Here."

Mass General Brigham Incorporated. Diakses pada Juli 2026. "Cardiac Arrest vs. Heart Attack: Understand the Difference."

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More