Mengapa Ibuprofen dapat Mengiritasi Lambung?

Ada berbagai obat antinyeri yang tersedia dengan berbagai pilihan merek. Salah satunya adalah ibuprofen, yang sering dikonsumsi untuk meredakan sakit kepala, nyeri haid, sakit gigi, nyeri otot, atau demam. Namun, efek sampingnya sering diabaikan, seperti perut perih, mual, begah, atau nyeri ulu hati.
Secara kerja, ibuprofen termasuk obat inflamasi nonsteroid (OAINS atau NSAID) yang menghambat enzim COX, sehingga menurunkan produksi prostaglandin. Itu membantu meredakan nyeri dan peradangan, tetapi juga melemahkan lapisan pelindung lambung. Ketika lapisan pelindung ini melemah, asam lambung jadi lebih mudah mengiritasi dinding lambung dan dapat menyebabkan kerusakan.
Table of Content
1. Ibuprofen melemahkan pelindung alami lambung
Setiap harinya, lambung sebenarnya hidup berdampingan dengan asam. Supaya tidak terluka, dinding lambung dilindungi oleh mukus, bikarbonat, aliran darah yang baik, dan proses perbaikan sel yang terus berjalan. Prostaglandin membantu menjaga sistem perlindungan ini.
Ketika ibuprofen menekan produksi prostaglandin, nyeri memang bisa berkurang, tetapi perlindungan terhadap lambung ikut menurun. Artikel tinjauan dalam jurnal Best Practice & Research Clinical Gastroenterology menjelaskan bahwa kerusakan akibat OAINS terutama terjadi karena obat ini menghambat sintesis prostaglandin, sehingga beberapa komponen pertahanan mukosa lambung ikut terganggu.
Itulah alasan beberapa orang merasa mual, panas di ulu hati, atau perih setelah minum ibuprofen, terutama jika obat diminum saat perut kosong.
2. Iritasi bisa berkembang menjadi tukak atau perdarahan

OAINS seperti ibuprofen bisa menyebabkan iritasi lambung, yang dalam kasus tertentu dapat berkembang menjadi gastritis, tukak, perdarahan, atau perforasi.
Masalah ini dapat muncul kapan saja dan kadang tanpa gejala peringatan. Risiko lebih tinggi pada penggunaan jangka panjang, usia lanjut, kondisi kesehatan buruk, perokok, atau peminum alkohol berat.
Para ahli memperingatkan kemungkinan tukak, perdarahan, atau lubang pada esofagus, lambung, atau usus, dan tinjauan klinis mencatat komplikasi serius kadang terjadi tanpa gejala sebelumnya. Pada penggunaan OAINS jangka panjang, kelainan pada endoskopi bisa ditemukan meski hanya sebagian kecil pasien mengeluhkan dispepsia.
3. Siapa saja yang lebih berisiko?
Tidak semua orang yang minum ibuprofen akan mengalami masalah lambung, tetapi risikonya meningkat jika obat digunakan dalam dosis tinggi, sering, atau dalam waktu lama.
Risiko juga lebih besar pada orang tua, perokok, peminum alkohol, atau mereka dengan riwayat tukak lambung atau perdarahan saluran cerna.
Penggunaan bersamaan dengan aspirin, antiplatelet, steroid, atau obat pengencer darah menambah risiko.
Orang dengan penyakit ginjal, penyakit jantung, hipertensi tak terkontrol, atau maag/GERD berat sebaiknya tidak menganggap ibuprofen bebas risiko dan perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum rutin menggunakannya..
4. Cara minum ibuprofen agar lebih aman untuk lambung

Aturan paling aman adalah memakai ibuprofen dengan dosis terkecil yang masih efektif dan dalam waktu sesingkat mungkin. NHS menyarankan ibuprofen ditelan dengan air, idealnya bersama makanan atau setelah makan, agar lebih ramah bagi lambung. Efek samping serius yang perlu diwaspadai termasuk tukak lambung atau perdarahan di lambung.
Hindari menggabungkan ibuprofen dengan NSAID lain seperti aspirin dosis nyeri, naproxen, atau diclofenac tanpa arahan dokter. Kombinasi ini dapat meningkatkan risiko efek samping. Hindari juga minum ibuprofen bersama alkohol, terutama bila kamu punya riwayat masalah lambung.
Jika kamu sering membutuhkan ibuprofen, misalnya hampir setiap hari, itu tanda bahwa penyebab nyerinya perlu dievaluasi. Dokter mungkin akan mempertimbangkan obat pelindung lambung, pilihan obat nyeri lain, atau pemeriksaan lebih lanjut sesuai kondisi.
Kapan harus segera mencari bantuan medis?
Segera cari bantuan medis bila setelah minum ibuprofen muncul nyeri perut berat, muntah darah, muntah seperti ampas kopi, tinja hitam seperti aspal, pusing berat, lemas, sesak, atau tampak pucat. MedlinePlus menyarankan menghentikan ibuprofen dan menghubungi dokter bila muncul nyeri lambung, heartburn, muntah berdarah, darah pada tinja, atau tinja hitam.
Kesimpulannya, ibuprofen dapat mengiritasi lambung karena obat ini menekan prostaglandin, zat yang tidak hanya terlibat dalam nyeri dan peradangan, tetapi juga menjaga pelindung alami lambung. Ibuprofen tetap bermanfaat bila digunakan dengan tepat. Namun, obat ini sebaiknya tidak diminum sembarangan, apalagi dalam dosis tinggi atau berulang tanpa evaluasi. Untuk lambung yang lebih aman, minum dengan air, setelah makan, gunakan seperlunya, dan perhatikan tanda bahaya.
5. Penggunaan ibuprofen dengan obat antinyeri lain

Mengutip NHS, ibuprofen relatif aman jika digunakan bersamaan dengan parasetamol. Penggunaan ibuprofen dan parasetamol bersamaan diketahui tidak menimbulkan interaksi obat dan tidak berisiko meningkatkan iritasi lambung.
Namun, hindari penggunaan ibuprofen bersamaan dengan obat antinyeri lainnya seperti aspirin atau asam mefenamat tanpa arahan dokter. Penggunaan bersamaan ibuprofen dengan aspirin atau asam mefenamat harus dihindari karena merupakan golongan obat yang sama, yaitu NSAID. Penggunaan dua obat golongan yang sama tersebut akan makin meningkatkan risiko iritasi lambung dan efek samping lain.
Ibuprofen dapat menyebabkan iritasi lambung karena kerja obat ini menghambat pembentukan prostaglandin yang berfungsi untuk melindungi lambung dari asam lambung.
Jadi, buat yang punya masalah asam lambung, kamu lebih disarankan untuk menggunakan parasetamol bila ada keluhan nyeri. Namun, jika ingin tetap menggunakan ibuprofen, gunakan dosis terendah dalam jangka waktu pendek, dan konsumsi setelah makan.
















![[QUIZ] Kuis Kehamilan: Seberapa Paham Kamu soal Trimester Pertama?](https://image.idntimes.com/post/20240404/ilustrasi-ibu-hamil-3-439ba35c2eddc3609f4199c00217243d.png)




