Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Runner’s Toe: Cedera Kuku yang Sering Dialami Pelari

Runner’s Toe: Cedera Kuku yang Sering Dialami Pelari
ilustrasi runner's toe (unsplash.com/Alicia Christin Gerald)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Runner’s toe adalah cedera kuku kaki akibat trauma berulang saat berlari, ditandai perubahan warna kuku hingga bisa lepas, umum dialami pelari jarak jauh dan pendaki gunung.

  • Penyebab utamanya meliputi sepatu terlalu kecil, kuku panjang, lari di turunan, teknik langkah salah, serta kaus kaki yang tidak sesuai sehingga meningkatkan tekanan dan gesekan pada jari kaki.

  • Sebagian besar kasus sembuh sendiri dengan istirahat dan perawatan sederhana, namun pencegahan penting lewat pemilihan sepatu tepat, potong kuku rutin, serta kontrol langkah saat lari menurun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Setelah latihan panjang atau race pertama, beberapa pelari baru menyadari ada yang aneh pada kuku kaki mereka. Awalnya cuma terasa sedikit nyeri saat melepas sepatu. Lalu kuku mulai berubah warna menjadi merah gelap, ungu, bahkan hitam. Tidak sedikit yang panik karena mengira itu infeksi serius.

Di dunia lari, kondisi ini dikenal sebagai runner’s toe. Meski terdengar sepele, tetapi runner’s toe bisa sangat mengganggu. Ada yang sampai yang kesulitan berjalan, tidak nyaman memakai sepatu, sampai kuku kaki lepas.

Kondisi ini sebenarnya cukup umum, terutama pada pelari jarak jauh, pelari maraton, pelari ultra, hingga pendaki gunung. Cedera terjadi karena jari kaki terus-menerus membentur bagian depan sepatu selama berlari. Masalahnya, banyak orang baru sadar setelah kukunya telanjur rusak.

Table of Content

Apa itu runner's toe?

Apa itu runner's toe?

Runner’s toe adalah cedera pada kuku kaki akibat trauma berulang selama berlari. Dalam dunia medis, kondisi yang paling sering terjadi disebut hematoma subungual, yaitu penumpukan darah di bawah kuku akibat pecahnya pembuluh darah kecil.

Cedera ini paling sering menyerang kuku jempol kaki, meski kuku lain juga bisa terdampak.

Kuku biasanya berubah warna menjadi:

  • Merah tua.
  • Ungu.
  • Cokelat gelap.
  • Hitam.

Pada kasus tertentu, kuku dapat terangkat sebagian atau bahkan lepas seluruhnya.

Trauma berulang pada kuku akibat olahraga merupakan penyebab umum memar di bawah kuku dan kerusakan kuku pada atlet.

Penyebab runner's toe

Seseorang mengenakan sepatu lari hitam yang tampak ketat sambil mengikat tali sepatu di atas permukaan jalan berwarna gelap.
ilustrasi sepatu lari terlalu kecil (magnific.com/freepik)

Saat berlari, kaki menerima tekanan berulang yang sangat besar. Penelitian biomekanik menunjukkan bahwa gaya benturan saat berlari bisa mencapai dua hingga tiga kali berat badan pada setiap langkah. Artinya, dalam lari 10K, kaki bisa menerima ribuan benturan.

Jika jari kaki terus menghantam bagian depan sepatu, kuku akan mengalami mikrotrauma berulang. Lama-kelamaan pembuluh darah kecil di bawah kuku pecah dan darah terkumpul di bawah lempeng kuku.

Berikut ini penyebab runner's toe yang paling umum:

  • Ukuran sepatu terlalu kecil

Ini penyebab paling sering. Banyak pelari memakai ukuran sepatu harian untuk lari. Padahal, kaki cenderung membengkak saat lari jauh. Jika ruang jari terlalu sempit, kuku akan terus terbentur. Karena itu, banyak ahli menyarankan sepatu lari memiliki ruang sekitar setengah hingga satu ukuran lebih besar dibanding sepatu biasa.

  • Kuku kaki terlalu panjang

Kuku panjang lebih mudah menghantam bagian dalam sepatu. Gesekan kecil yang terjadi ribuan kali dapat memicu memar kuku.

  • Lari di turunan

Saat lari di jalanan yang menurun, tubuh terdorong ke depan sehingga jari kaki lebih sering menghantam bagian depan sepatu. Inilah alasan runner’s toe cukup sering terjadi pada pelari trail, ultramaraton, dan pendaki gunung.

  • Teknik lari dan pola langkah

Beberapa orang memiliki pola gerakan kaki yang membuat jari lebih sering mengalami tekanan, misalnya langkah terlalu panjang (overstriding), kaki terlalu maju saat mendarat, dan sepatu kurang stabil.

  • Pilihan kaus kaki yang buruk

Kaus kaki yang terlalu tipis, longgar, atau menyimpan kelembapan dapat meningkatkan gesekan di dalam sepatu.

Gejala runner's toe

Gejalanya bisa ringan sampai cukup menyakitkan.

Gejala umum runner's toe meliputi:

  • Nyeri berdenyut pada kuku kaki.
  • Kuku menghitam atau berubah warna.
  • Tekanan di bawah kuku.
  • Kuku terasa longgar.
  • Bengkak ringan.
  • Sulit memakai sepatu.

Pada kasus ringan, nyeri biasanya membaik dalam beberapa hari. Namun, pada cedera lebih berat, kuku bisa lepas beberapa minggu kemudian.

Apakah runner's toe berbahaya?

Sebagian besar kasus runner’s toe tidak berbahaya dan bisa sembuh sendiri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena kadang bisa disalahartikan sebagai masalah lain, termasuk:

  • Infeksi jamur kuku.
  • Cedera patah tulang jari.
  • Melanoma subungual (kanker kulit langka di bawah kuku).

Perubahan warna kuku yang menetap tanpa riwayat trauma perlu diperiksa dokter untuk menyingkirkan kemungkinan melanoma subungual.

Cara mengobati runner's toe

Kuku jari kaki dengan hematoma subungual berwarna gelap di bawah kuku akibat tekanan atau cedera, dikenal sebagai runner's toe.
ilustrasi hematoma subungual atau runner's toe (commons.wikimedia.org/Alex Lozupone)

Penanganan tergantung tingkat keparahan cedera.

  • Istirahatkan kaki. Jika kuku terasa sangat nyeri, kurangi sementara aktivitas lari agar tekanan pada kuku tidak terus berulang.
  • Kompres dingin. Kompres es dapat membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan pada 24–48 jam pertama. Gunakan selama 15–20 menit, beberapa kali sehari.
  • Gunakan alas kaki yang longgar. Hindari sepatu sempit sementara waktu. Sandal atau sepatu dengan toe box luas biasanya lebih nyaman.
  • Jangan mencabut kuku sendiri. Kuku yang mulai terangkat sering membuat orang tergoda mencabutnya. Ini bisa meningkatkan risiko infeksi dan memperlambat penyembuhan.
  • Drainase darah bila nyeri berat. Pada hematoma subungual yang besar dan sangat nyeri, dokter dapat melakukan prosedur kecil untuk mengeluarkan darah dari bawah kuku (nail trephination). Prosedur ini biasanya cepat dan dapat mengurangi tekanan secara signifikan. Prosedur ini efektif mengurangi nyeri pada hematoma subungual akut.

Berapa lama runner's toe sembuh?

Nyeri ringan biasanya membaik dalam beberapa hari. Namun, kuku yang rusak butuh waktu yang jauh lebih lama untuk pulih karena kuku kaki tumbuh lambat.

Rata-rata, kuku kaki tumbuh sekitar 1–2 mm per bulan, sementara pemulihan penuh bisa memakan waktu 6–12 bulan.

Jika kuku lepas, kuku baru biasanya tetap bisa tumbuh kembali, meski kadang bentuknya sedikit berubah.

Cara mencegah runner's toe

Pencegahan jauh lebih mudah dibanding mengobatinya. Berikut tips mencegah runner's toe:

  • Pilih sepatu dengan toe box lega

Jari kaki harus punya ruang untuk bergerak. Saat mencoba sepatu, pastikan ada jarak kecil di depan jari, jangan sampai kuku menyentuh ujung sepatu, dan coba sepatu pada sore hari karena kaki lebih membesar.

  • Rutin potong kuku

Potong pendek, tetapi jangan terlalu dalam. Kuku yang terlalu pendek juga bisa menyebabkan iritasi dan kuku tumbuh ke dalam.

  • Gunakan kaus kaki khusus lari

Pilih bahan yang menyerap keringat, mengurangi gesekan, dan tidak mudah bergeser.

  • Kencangkan tali sepatu dengan benar

Heel lock lacing atau runner’s knot dapat membantu mencegah kaki bergeser maju saat berlari.

  • Hati-hati saat lari turunan

Pendekkan langkah dan kontrol kecepatan agar tekanan ke jari kaki tidak berlebihan.

Siapa yang paling berisiko mengalami runner's toe?

Sepasang kaki mengenakan sepatu trail running melangkah di atas bebatuan di tepi sungai dengan suasana alam terbuka.
ilustrasi trail running (pexels.com/Katya Wolf)

Risiko mengalami runner's toe lebih tinggi pada:

  • Pelari maraton dan ultramaraton.
  • Pelari trail.
  • Pendaki gunung.
  • Pemain tenis.
  • Pemain sepak bola.
  • Orang dengan kuku rapuh.
  • Pengguna sepatu sempit.

Studi menyebut cedera kuku akibat trauma berulang cukup umum pada atlet endurance dan sering berkaitan dengan gesekan mekanis berkepanjangan.

Kapan harus ke dokter?

Segera periksa jika mengalami:

  • Nyeri sangat parah.
  • Kuku bernanah.
  • Kemerahan menyebar.
  • Demam.
  • Sulit berjalan.
  • Darah memenuhi sebagian besar kuku.
  • Warna hitam muncul tanpa trauma jelas.

Pemeriksaan penting untuk memastikan tidak ada infeksi atau kondisi lain yang lebih serius.

Banyak pelari menganggap kuku hitam sebagai “badge of honor”, padahal itu adalah tanda adanya tekanan berlebihan pada kaki. Kadang masalahnya sederhana, seperti sepatu yang terlalu sempit, kuku kaki terlalu panjang, atau teknik lari yang kurang pas.

Runner’s toe memang jarang berbahaya, tetapi tetap bisa mengganggu latihan, mengurangi kenyamanan, bahkan membuat orang berhenti lari sementara waktu. Kabar baiknya, sebagian besar kasus bisa dicegah dengan melakukan perubahan sederhana.

Referensi

American Academy of Dermatology Association. “Nail Injury: Treatment.” Diakses Mei 2026.

Merck Manual Professional Edition. “How To Do Nail Trephination.” Diakses Mei 2026.

Stephen M. Simons and Robert Kennedy, “Foot Injuries,” in Elsevier eBooks, 2007, 473–89, https://doi.org/10.1016/b978-141602443-9.50037-4.

Elizabeth L. Tanzi and Richard K. Scher, “Managing Common Nail Disorders in Active Patients and Athletes,” The Physician and Sportsmedicine 27, no. 9 (September 1, 1999): 35–47, https://doi.org/10.3810/psm.1999.09.976.

Bijan Koushk Jalali and Alexander Kreuter, “Subungual Melanoma,” Canadian Medical Association Journal 190, no. 34 (August 26, 2018): E1018, https://doi.org/10.1503/cmaj.180513.

American College of Foot and Ankle Surgeons. “Toenail Injuries.” Diakses Mei 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More