Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mikroplastik Lebih Banyak Ditemukan pada Pasien Kanker Paru

Mikroplastik Lebih Banyak Ditemukan pada Pasien Kanker Paru
ilustrasi mikroplastik (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Mikroplastik ditemukan pada pasien dengan maupun tanpa diagnosis kanker paru.

  • Kelompok kanker memiliki lebih banyak temuan mikroplastik, tetapi hubungan sebab-akibat belum diketahui.

  • Hasil ini belum dapat digunakan untuk memperkirakan risiko kanker seseorang dari jumlah mikroplastik di paru-parunya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pemeriksaan untuk mencari penyebab keluhan paru-paru membawa peneliti pada temuan lain, yaitu mikroplastik. Dalam penelitian yang dilaporkan oleh European Respiratory Society (ERS), mikroplastik lebih sering terdeteksi dan jumlahnya lebih banyak pada pasien yang kemudian didiagnosis kanker paru.

Namun, temuan ini belum membuktikan bahwa mikroplastik menyebabkan kanker paru.

  1. 1. Apa yang ditemukan peneliti?

    Menurut rilis ERS pada 4 September 2026, penelitian melibatkan 100 pasien yang menjalani bronkoskopi di University Hospital of Larissa, Yunani. Pemeriksaan ini menggunakan selang berkamera untuk melihat saluran napas dan mengambil sampel.

    Semua pasien memberikan sampel cairan bilasan paru, yaitu cairan garam steril yang digunakan untuk mengumpulkan sel dan material dari bagian paru. Separuhnya juga menjalani pengambilan jaringan.

    Sebanyak 50 pasien kemudian didiagnosis kanker paru. Secara keseluruhan, peneliti menemukan 232 partikel mikroplastik, dan 70 persen pasien memiliki mikroplastik pada setidaknya satu sampel.

    Pada cairan bilasan, mikroplastik terdeteksi pada 66 persen kelompok kanker, dibandingkan 46 persen kelompok tanpa kanker. Kelompok pembanding ini juga sedang diperiksa karena keluhan paru, sehingga tidak dapat dianggap mewakili orang sehat.

  2. 2. Bagaimana plastik bisa berada di paru-paru?

    Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran kurang dari lima milimeter. Sebagian partikel dapat berada di udara dan terhirup.

    Jenis yang paling banyak diidentifikasi dalam penelitian ini adalah polipropilena dan polietilena, bahan yang digunakan dalam berbagai produk sehari-hari. Namun, identifikasi jenis plastik tidak menunjukkan produk mana yang menjadi sumber paparan setiap pasien.

  3. 3. Penelitian jurnal menemukan pola serupa

    Ilustrasi partikel mikroplastik sebagai gambaran pencemaran plastik berukuran sangat kecil di lingkungan.
    ilustrasi mikroplastik (IDN Times/Aditya Pratama)

    Studi terpisah dalam Journal of Clinical Medicine, terbit pada Agustus 2026, memeriksa jaringan dari 50 pasien yang menjalani prosedur diagnostik di rongga dada.

    Mikroplastik terdeteksi pada 81,8 persen pasien dengan keganasan primer paru, dibandingkan 50 persen pasien tanpa keganasan primer paru. Kelompok pembanding mencakup penyakit jinak dan kanker yang menyebar dari lokasi lain. Hubungannya tetap terlihat setelah memperhitungkan usia dan paparan rokok.

    Meski demikian, penelitian ini kecil dan perkiraan statistiknya masih lebar. Sampelnya juga mencakup jaringan paru, selaput paru, serta kelenjar getah bening. Karena itu, hasilnya tidak dapat disamakan dengan pemeriksaan cairan bilasan dalam penelitian konferensi.

  4. 4. Lebih banyak mikroplastik belum menjelaskan penyebabnya

    Ada beberapa kemungkinan yang masih diteliti. Mikroplastik mungkin memengaruhi peradangan atau proses biologis lain. Sebaliknya, paru yang sudah mengalami penyakit mungkin menahan atau membersihkan partikel secara berbeda.

    Penelitian yang tersedia belum memastikan apakah mikroplastik sudah menumpuk sebelum kanker berkembang. Tingkat paparan lingkungan, pekerjaan, dan kondisi kesehatan lain juga dapat memengaruhi hasil.

    Jadi, temuan ini menunjukkan perlunya penelitian lanjutan. Menemukan mikroplastik pada pasien kanker tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa partikel itulah penyebab penyakitnya.

    Referensi

    European Respiratory Society, “Patients Diagnosed with Lung Cancer Found to Have More Microplastic in Their Lungs,” diakses September 2026.

    Lung Cancer Europe, “Microplastics and Lung Cancer: What Does the Latest Evidence Show?,” diakses September 2026.

    Ilias E. Dimeas et al., “Microplastics in Human Thoracic Tissues: Increased Burden in Patients with Lung Malignancy,” Journal of Clinical Medicine 15, no. 17 (2026): 6503, https://doi.org/10.3390/jcm15176503.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More