Minuman energi dan suplemen yang mengandung kafein atau bahan stimulan sering digunakan untuk menambah energi dan menjaga fokus. Namun, sebuah analisis awal yang dipresentasikan oleh American Heart Association (AHA) menemukan bahwa produk-produk ini lebih sering muncul dalam laporan efek samping serius yang berkaitan dengan jantung, terutama pada orang dewasa muda.
Peneliti meninjau lebih dari 28.000 laporan efek samping yang masuk ke basis data Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Mereka menemukan bahwa laporan yang melibatkan minuman energi atau suplemen stimulan lebih sering mencantumkan kejadian seperti henti jantung dan serangan jantung dibandingkan laporan yang tidak melibatkan produk tersebut. Sekitar 45 persen kejadian jantung yang dilaporkan terjadi pada kelompok usia 18–34 tahun.