“Kami mengajak orang tua untuk segera memeriksa status imunisasi anak dan melengkapinya jika belum lengkap. Imunisasi merupakan perlindungan paling efektif untuk mencegah anak tertular campak,” kata dr. Andi, dikutip dari situs resmi.
Mobilitas Tinggi Libur Lebaran, Kemenkes Ingatkan Penularan Campak

Kemenkes ingatkan masyarakat agar waspada terhadap penularan campak selama periode mudik dan libur Lebaran karena meningkatnya mobilitas serta potensi kerumunan yang memperbesar risiko penyebaran penyakit.
Hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus dan 6 kematian, serta 45 KLB di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi di Indonesia.
Kemenkes mempercepat imunisasi MR melalui program ORI dan imunisasi kejar di 102 daerah, sambil mengimbau penerapan PHBS dan pemeriksaan status imunisasi anak untuk mencegah penularan lebih luas.
Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Idulfitri. Mobilitas yang meningkat dan potensi kerumunan dapat memperbesar risiko penularan penyakit menular, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Hingga minggu ke-8 2026, tercatat terdapat 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus dan 6 kematian. Selain itu, terdapat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi, yaitu Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.
Langkah pengendalian Kemenkes
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes dr. Andi Saguni mengatakan, menjelang mudik Lebaran, mobilitas masyarakat akan meningkat dan potensi kerumunan lebih besar. Karena itu, masyarakat perlu waspada terhadap penularan campak.
Sebagai langkah pengendalian, Kemenkes mempercepat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch Up Campaign (imunisasi kejar) campak-rubella (MR) di wilayah terdampak maupun wilayah berisiko. Program ini dilaksanakan di 102 kabupaten/kota dengan sasaran utama anak usia 9–59 bulan selama Maret 2026.
Pelayanan imunisasi dilakukan melalui berbagai titik layanan untuk menjangkau lebih banyak anak, seperti puskesmas, posyandu, satuan pendidikan (PAUD dan TK), tempat ibadah, hingga pos pelayanan mudik.
Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat

Selain imunisasi, masyarakat juga diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk, serta menggunakan masker saat berada di kerumunan.
“Apabila anak mengalami gejala campak atau sedang sakit, sebaiknya tidak bepergian terlebih dahulu dan segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan. Mengurangi kontak dengan orang lain juga penting untuk mencegah penularan lebih luas,” jelas dr. Andi.
Kemenkes menegaskan, keberhasilan pengendalian campak sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah, dukungan lintas sektor serta partisipasi masyarakat dalam memastikan cakupan imunisasi minimal 95 persen guna membentuk kekebalan kelompok dan mencegah penyebaran penyakit.
Referensi
"Waspada Campak Jelang Libur Lebaran, Kemenkes Percepat Imunisasi Anak di Wilayah Risiko". Kemenkes. Diakses Maret 2026.
![[QUIZ] Pilih Menu Ayam Favoritmu, Kami Tebak Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20260107/1000018277_1d2d966e-cff4-4b91-a355-ee3394d3e0c0.jpg)






![[QUIZ] Dari Kebiasaanmu Saat Puasa, Kami Bisa Tebak Kamu Akan Gemukan atau Kurusan](https://image.idntimes.com/post/20240405/kuis-kurusan-atau-gemukan-x-5fe2ac1e730aa6873c79ecc5ada6e2f1.jpg)
![[QUIZ] Seberapa Kompetitif Kamu saat Olahraga?](https://image.idntimes.com/post/20260126/pexels-cottonbro-6777170_168af38b-3fde-4a52-ac56-c407148af78e.jpg)








![[QUIZ] Dari Jadwal Gym Kamu, Cek Kamu Overtraining atau Tidak](https://image.idntimes.com/post/20260126/bagaimana-cara-gym-yang-benar-agar-tubuh-tetap-sehat-frekuensi-latihan_8237eca4-7799-4602-a542-ac90b488a9a2.jpeg)
