Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Campak Bisa Menyebabkan Pneumonia?

Mengapa Campak Bisa Menyebabkan Pneumonia?
ilustrasi anak mengalami pneumonia akibat campak (vecteezy.com/NONTANUN CHAIPRAKON)
Intinya Sih
  • Banyak kematian akibat campak terjadi karena komplikasi pneumonia, bukan ruam kulit atau demamnya.

  • Virus campak dapat merusak sistem imun dan jaringan paru, sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi bakteri atau virus lain.

  • Anak kecil, bayi, dan orang dengan kekebalan rendah memiliki risiko tertinggi mengalami pneumonia akibat campak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Campak sering dikenali dari gejalanya seperti demam tinggi, mata merah, batuk, dan ruam. Namun, nyat virus campak sebenarnya menyerang lebih dalam—termasuk sistem pernapasan dan sistem kekebalan tubuh.

Bagi sebagian orang, campak bisa sembuh tanpa komplikasi serius. Akan tetapi, pada kelompok rentan seperti bayi, anak kecil, dan orang dengan sistem imun lemah, infeksi dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berbahaya.

Yang sering tidak disadari, banyak kematian akibat campak tidak disebabkan oleh ruam atau demamnya, melainkan karena komplikasi pada paru-paru, terutama pneumonia. Memahami bagaimana virus campak dapat memicu pneumonia membantu menjelaskan mengapa penyakit ini masih menjadi ancaman serius.

Table of Content

1. Virus campak menyerang sistem pernapasan sejak awal infeksi

1. Virus campak menyerang sistem pernapasan sejak awal infeksi

Campak disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus. Penularannya terjadi melalui droplet pernapasan ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Setelah masuk ke dalam tubuh melalui hidung atau tenggorokan, virus campak pertama kali menginfeksi sel-sel pada saluran pernapasan dan sistem imun. Dari sana, virus menyebar melalui aliran darah ke berbagai organ, termasuk paru-paru.

Infeksi pada jaringan paru ini dapat menyebabkan pneumonia virus langsung, yang dikenal sebagai primary measles pneumonia. Kondisi ini terjadi ketika virus secara langsung merusak jaringan paru dan menyebabkan peradangan.

Dalam beberapa kasus, pneumonia ini dapat berkembang cepat dan menjadi berat, terutama pada bayi atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

2. Campak melemahkan sistem kekebalan tubuh

Seorang perawat merawat anak yang sedang sakit campak.
ilustrasi campak (IDN Times/NRF)

Salah satu alasan utama mengapa campak berbahaya adalah kemampuannya melemahkan sistem imun secara signifikan.

Penelitian menunjukkan virus campak dapat menyebabkan fenomena yang dikenal sebagai immune amnesia, yaitu kondisi ketika sistem imun kehilangan sebagian memori terhadap infeksi sebelumnya.

Artinya, setelah terinfeksi campak, tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai patogen lain, termasuk bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia.

Akibatnya, banyak kasus pneumonia pada pasien campak sebenarnya bukan hanya karena virus campak itu sendiri, tetapi juga karena infeksi bakteri sekunder, seperti:

  • Streptococcus pneumoniae.
  • Staphylococcus aureus.
  • Haemophilus influenzae.

Infeksi sekunder inilah yang sering memperparah kondisi pasien dan meningkatkan risiko kematian.

3. Peradangan paru yang mengganggu pertukaran oksigen

Ketika pneumonia terjadi, jaringan paru-paru mengalami peradangan dan terisi cairan atau sel imun.

Kondisi ini mengganggu fungsi utama paru-paru, yaitu pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Jika peradangan cukup luas, tubuh tidak dapat memperoleh oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan organ vital.

Pada orang dengan campak, kondisi ini bisa diperparah oleh beberapa faktor, seperti:

  • Demam tinggi yang berkepanjangan.
  • Dehidrasi.
  • Malnutrisi.
  • Sistem imun yang sudah melemah.

Pneumonia merupakan penyebab kematian paling umum pada penderita campak, terutama pada anak-anak di negara dengan akses kesehatan terbatas.

4. Kelompok yang paling berisiko mengalami pneumonia akibat campak

Seorang ibu menggendong bayi.
ilustrasi bayi sakit (pexels.com/Kristina P.)

Tidak semua pasien campak mengalami pneumonia. Namun, beberapa kelompok memiliki risiko jauh lebih tinggi mengalami komplikasi ini.

Kelompok yang paling rentan antara lain:

  • Bayi dan anak kecil: Sistem kekebalan mereka belum berkembang sepenuhnya sehingga lebih mudah mengalami komplikasi.
  • Anak dengan malnutrisi: Kekurangan nutrisi, terutama vitamin A, dapat memperburuk infeksi campak dan meningkatkan risiko pneumonia.
  • Orang dengan sistem imun lemah: Misalnya penderita HIV atau pasien yang menjalani terapi imunosupresif.

Karena alasan ini, para ahli menekankan pentingnya vaksinasi campak sebagai cara paling efektif untuk mencegah komplikasi serius, termasuk pneumonia.

Virus campak dapat menyerang sistem pernapasan dan sistem imun, sehingga dapat memicu infeksi paru yang serius. Sebagian besar kematian akibat campak terjadi bukan karena ruam atau demamnya, melainkan karena komplikasi pneumonia yang merusak fungsi paru-paru dan mengganggu suplai oksigen ke tubuh.

Pencegahan melalui vaksinasi dan penanganan medis yang cepat sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi yang berbahaya.

Referensi

William J Moss, “Measles,” The Lancet 390, no. 10111 (July 1, 2017): 2490–2502, https://doi.org/10.1016/s0140-6736(17)31463-0.

Michael J. Mina et al., “Long-term Measles-induced Immunomodulation Increases Overall Childhood Infectious Disease Mortality,” Science 348, no. 6235 (May 7, 2015): 694–99, https://doi.org/10.1126/science.aaa3662.

World Health Organization. “Measles Fact Sheet.” Diakses Maret 2026.

Diane E. Griffin, “Measles Virus‐induced Suppression of Immune Responses,” Immunological Reviews 236, no. 1 (June 15, 2010): 176–89, https://doi.org/10.1111/j.1600-065x.2010.00925.x.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). “Complications of Measles.” Diakses Maret 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More