Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Nodul Paru: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Perawatan

Nodul Paru: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Perawatan
ilustrasi pemeriksaan kesehatan paru-paru (pexels.com/Anna Shvets)

Nodul paru-paru merupakan bintil yang tumbuh di organ paru-paru. Dalam kebanyakan kasus nodul sifatnya jinak sehingga tidak menyebar ke area tubuh lain dan tidak mengembangkan kanker. Namun, ada nodul yang sifatnya ganas yang dapat tumbuh dan menyebar dengan cepat serta menjadi ancaman kesehatan serius.

Studi dalam JAMA Network memaparkan, nodul paru-paru adalah kasus yang umum menimpa orang dewasa. Ini terlihat dari hasil CT scan yang menunjukkan adanya pertumbuhan nodul paru-paru sebanyak 50 persen. Sedangkan 5 persennya bisa menjadi kemungkinan terburuk, yakni kanker.

1.Nodul paru-paru terlihat seperti bintik-bintik

ilustrasi stetoskop kesehatan (pexels.com/Karolina Grabowska)
ilustrasi stetoskop kesehatan (pexels.com/Karolina Grabowska)

Pada pemindaian sinar-x dan CT scan nodul paru-paru terlihat mirip bintik. Terkadang dokter menyebutnya sebagai “lesi koin” karena bentuknya cenderung bulat layaknya koin.

Adapun diameter nodul paru-paru yakni kurang dari 3 sentimeter. Biasanya untuk mengidentifikasi nodul dengan rontgen harus menunggu sampai berukuran setidaknya 1 sentimeter. Berbeda dengan CT scan yang bisa mendeteksi nodul dengan lebih detail meskipun ukurannya 1 sampai 2 milimeter.

2. Gejala

ilustrasi wanita memakai masker (pexels.com/Sora Shimazaki)
ilustrasi wanita memakai masker (pexels.com/Sora Shimazaki)

Menurut kajian ilmiah bertajuk Solitary Pulmonary Nodule, dijelaskan jika sekitar 95 persen nodul paru-paru tidak menimbulkan gejala. Karena pertumbuhannya yang dinilai sangat kecil, jadi tidak terlalu mengganggu sistem pernapasan.

Apabila pertumbuhan nodul diakibatkan oleh infeksi, maka gejala yang mungkin ditunjukkan ialah demam, batuk, dan kondisi badan tidak fit. Jika individu yang terdampak mengembangkan gejala, mungkin berupa:

  • Batuk, mengi, atau batuk berdarah.
  • Sesak napas terlebih saat melakukan aktivitas berat dan seringnya bersifat ringan.
  • Mengembangkan infeksi saluran pernapasan apabila nodul terletak di dekat saluran napas utama.

3. Penyebab

ilustrasi laki-laki merokok (pexels.com/Brandon Nickerson)
ilustrasi laki-laki merokok (pexels.com/Brandon Nickerson)

Perlu dipahami bahwa nodul paru-paru tidak selalu menunjukkan indikasi kanker. Nodul paru-paru yang tidak bersifat kanker kemungkinan disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti:

  • Infeksi masa kini: penyakit menular seperti tuberculosis atau infeksi jamur dapat menyebabkan peradangan. Akibatnya muncul sekelompok sel yang disebut granuloma yang memberikan tampilan nodul.
  • Infeksi masa lalu: infeksi yang sebelumnya pernah diderita memengaruhi area jaringan parut yang dapat memunculkan efek bintil-bintil layaknya nodul.
  • Peradangan yang sifatnya tidak menular: kondisi medis yang dikaitkan dengan peradangan yang tidak menular misalnya, sarkoidosis atau rheumatoid arthritis.
  • Tumor non-kanker: ini bisa mengacu pertumbuhan jaringan abnormal bersifat jinak seperti pada kasus hematoma paru-paru.

4. Diagnosis

ilustrasi tenaga medis mengamati laporan kesehatan pasien (pexels.com/Laura James)
ilustrasi tenaga medis mengamati laporan kesehatan pasien (pexels.com/Laura James)

Terdapat tiga diagnosis untuk nodul paru-paru, yakni non-kanker, kanker, dan tidak dapat ditetapkan (indeterminate). Untuk memudahkan proses identifikasi, dokter memberlakukan pengujian melalui rontgen dada dan/atau CT scan. Selain itu, mengkaji riwayat kesehatan pasien secara menyeluruh.

Ketika pasien yang bersangkutan pernah melakukan pengujian di masa lalu, dokter akan melakukan perbandingan hasil pengujian masa kini. Jika nodul sejak lama tidak berubah, kemungkinan besar bukan kanker. Dokter mungkin menawarkan opsi tes lebih lanjut apabila terdapat perbedaan hasil antara nodul di masa lalu dan masa sekarang.

5. Perawatan

ilustrasi wanita menghindari polusi udara dengan menggunakan masker (pexels.com/Anna Shvets)
ilustrasi wanita menghindari polusi udara dengan menggunakan masker (pexels.com/Anna Shvets)

Pengobatan nodul paru-paru didasarkan pada diagnosis. Sebagian besar nodul paru-paru yang jinak dapat dibiarkan (hal ini berkaitan dengan hasil tes dari tahun ke tahun yang tidak mengalami perubahan).

Sementara itu, jika nodul paru-paru yang mengarah pada diagnosis kanker maka dokter akan menyesuaikan pengobatan dengan kondisi pasien. Opsi pengobatan yang mungkin akan direkomendasikan dokter seperti torakotomi, kemoterapi, terapi radiasi, dan intervensi medis lain.

Nodul paru-paru umumnya tidak menjadi masalah kesehatan serius. Namun, kamu perlu waspada dengan kondisi demikian. Upaya preventif yang bisa kamu terapkan adalah dengan tidak merokok, menghindari paparan polusi udara, dan mencegah kontaminasi bahan kimia bahaya seperti arsenik dan kromium. Selain itu, tidak ada salahnya melakukan medical check-up secara rutin untuk memantau kondisimu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indri yani
EditorIndri yani
Follow Us

Latest in Health

See More

5 Alasan Jeruk Ampuh Meningkatkan Daya Tahan Tubuh, Wajib Tahu!

04 Apr 2026, 16:25 WIBHealth