Lakukan pemeriksaan ke dokter THT atau audiolog jika denging atau pendengaran teredam tidak membaik setelah satu hingga dua hari, sering muncul setiap selesai terpapar suara keras, atau kamu mulai kesulitan mengikuti percakapan di tempat ramai.
Penurunan pendengaran yang muncul mendadak dan jelas, terutama hanya pada satu telinga, sebaiknya jangan dibiarkan. Begitu pula jika disertai pusing berputar, nyeri hebat, keluar cairan atau darah dari telinga, maupun terjadi setelah suara ledakan. Kondisi tersebut butuh evaluasi medis segera.
Nonton konser tanpa earplug dapat menyebabkan pendengaran teredam, tinitus, dan kerusakan yang terakumulasi menjadi permanen. Dengan melindungi telinga, kamu bisa menikmati konser berikutnya dengan pendengaran yang tetap optimal.
Referensi
National Institute for Occupational Safety and Health. “Understand Noise Exposure.” Diakses Juli 2026.
National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. “Noise-Induced Hearing Loss.” Diakses Juli 2026.
Pienkowski, Martin. “Loud Music and Leisure Noise Is a Common Cause of Chronic Hearing Loss, Tinnitus and Hyperacusis.” International Journal of Environmental Research and Public Health 18, no. 8 (2021): 4236. https://doi.org/10.3390/ijerph18084236.
Ramakers, Geerte G. J., Véronique J. C. Kraaijenga, Guido Cattani, Gijsbert A. van Zanten, and Wilko Grolman. “Effectiveness of Earplugs in Preventing Recreational Noise–Induced Hearing Loss: A Randomized Clinical Trial.” JAMA Otolaryngology–Head & Neck Surgery 142, no. 6 (2016): 551–58. https://doi.org/10.1001/jamaoto.2016.0225.
World Health Organization. “Deafness and Hearing Loss: Safe Listening.” Diakses Juli 2026.
WHO. "Hearing Protection Use in Recreational Music Exposure." Diakses Juli 2026.