Referensi
Cleveland Clinic, “Dry Needling,” diakses 18 Oktober 2026.
Jan S. B. Bontinck, Cathelijne Lyphout, and Thomas L. A. Malfait, “Pneumothorax as a Complication of Dry Needling Technique,” ERJ Open Research 10, no. 2 (2024): 00156-2024, https://doi.org/10.1183/23120541.00156-2024.
Marjolein Chys, Kayleigh De Meulemeester, Indra De Greef, Carlos Murillo, Wouter Kindt, Yassir Kouzouz, Bavo Lescroart, and Barbara Cagnie, “Clinical Effectiveness of Dry Needling in Patients with Musculoskeletal Pain—An Umbrella Review,” Journal of Clinical Medicine 12, no. 3 (2023): 1205, https://doi.org/10.3390/jcm12031205.
Maria P. Salazar-Arias, Carlos D. Gómez-Carmona, Christian Azofeifa-Mora, Braulio Sánchez-Ureña, Sameer Badri, and Daniel Rojas-Valverde, “Dry Needling and Exercise in the Treatment of Musculoskeletal Pain: A Systematic Review,” Sportverletzung Sportschaden (2026), https://doi.org/10.1055/a-2825-6294.
Australian Institute of Sport, “Dry Needling,” diakses 18 Oktober 2026.
Gabriel Rabanal-Rodríguez, Manuel Anxo Simón-Alonso, Marcos José Navarro-Santana, César Fernández-de-Las-Peñas, Daniel Albert-Lucena, María José Díaz-Arribas, Juan Antonio Valera-Calero, and Gustavo Plaza-Manzano, “Frequency and Severity of Adverse Events Associated with Dry Needling: A Systematic Review and Meta-Analysis,” Physical Therapy 106, no. 6 (2026): pzag050, https://doi.org/10.1093/ptj/pzag050.
Nyeri Otot Menetap, Kapan Terapi Dry Needling Bisa Dicoba?

Dry needling menggunakan jarum tipis tanpa obat pada area otot sensitif untuk membantu meredakan nyeri dan memperbaiki gerak, berbeda dari akupunktur maupun suntikan obat.
Manfaat utamanya berupa pengurangan nyeri jangka pendek, sementara dampak pada fungsi, jangka menengah-panjang, dan tambahan manfaat dibanding latihan saja masih bervariasi.
Efek ringan seperti pegal, memar, dan perdarahan dapat terjadi; penusukan dekat dada, bahu, atau leher berisiko pneumotoraks, sehingga pemeriksaan, persetujuan, dan praktisi terlatih penting.
Nyeri di leher, bahu, atau punggung yang tak kunjung reda bisa membuat kegiatan sehari-hari terasa lebih berat. Saat pijat atau istirahat belum cukup membantu, sebagian orang mulai mencari pilihan lain, termasuk dry needling.
Beberapa orang mengira terapi ini adalah akupunktur. Keduanya sama-sama menggunakan jarum tipis, tetapi dry needling biasanya diarahkan pada titik sensitif di otot berdasarkan pemeriksaan kondisi otot dan gerak tubuh. Sebelum mempertimbangkannya, ada baiknya memahami apa yang bisa, dan belum tentu bisa, diberikan oleh terapi ini.
Table of Content
Apa itu dry needling?
Dalam dry needling, tenaga kesehatan menusukkan jarum tipis dan padat ke dalam atau dekat area otot yang terasa kencang dan sensitif, yang kerap disebut trigger point. Jarum itu tidak berisi obat. Karena tidak ada cairan yang disuntikkan, teknik ini disebut “kering” alias "dry".
Penusukan dapat memicu kedutan singkat pada otot. Terapi ini ditujukan untuk membantu meredakan nyeri dan memperbaiki gerak, tetapi cara kerja tepatnya masih diteliti. Istilah trigger point juga tidak berarti semua nyeri otot pasti berasal dari titik tersebut.
Dry needling juga bukan suntikan titik nyeri yang memasukkan obat ke otot. Meski jarumnya bisa serupa dengan yang digunakan dalam akupunktur, tetapi keduanya punya pendekatan pemeriksaan dan tujuan yang berbeda. Nyeri yang menetap sebaiknya dinilai terlebih dahulu oleh tenaga kesehatan.
Seberapa besar manfaatnya?
Sejumlah penelitian menunjukkan dry needling dapat membantu mengurangi nyeri dalam jangka pendek.
Sebuah tinjauan payung yang merangkum 36 tinjauan sistematis menemukan manfaat terhadap nyeri dibandingkan tanpa terapi atau terapi semu. Namun, hasil untuk fungsi tubuh—misalnya kemampuan bergerak—berbeda-beda, dan data mengenai manfaat jangka menengah hingga panjang masih terbatas.
Temuan lebih baru juga menunjukkan bahwa manfaatnya tidak selalu bertambah ketika terapi ini digabungkan dengan latihan. Dari 22 studi yang ditelaah pada 2026, 17 studi tidak menemukan manfaat tambahan dry needling dibandingkan latihan saja untuk mengurangi nyeri. Beberapa studi menemukan hasil lebih baik saat keduanya digabungkan pada kondisi tertentu.
Artinya, hasil terapi dapat berbeda menurut kondisi, jenis nyeri, dan rencana penanganannya. Dry needling mungkin dipertimbangkan sebagai salah satu bagian dari rehabilitasi, tetapi tidak menjamin nyeri hilang atau penyebabnya teratasi. Pemeriksaan dan latihan yang sesuai tetap penting.
Apa yang dirasakan saat terapi?

ilustrasi praktik dry needling (pixabay.com/Erik_Johnson) Sebelum tindakan, tenaga kesehatan sebaiknya menanyakan riwayat kesehatan dan memeriksa area yang nyeri. Mereka perlu menjelaskan tujuan, cara kerja, risiko, dan meminta persetujuan sebelum melakukan penusukan.
Saat jarum masuk, sebagian orang merasakan tusukan, nyeri singkat, atau otot berkedut. Setelahnya, area tersebut dapat terasa pegal atau kaku. Memar dan sedikit perdarahan juga mungkin terjadi. Gejala ringan ini biasanya sementara.
Jarum seharusnya steril dan hanya digunakan sekali, sementara kulit dibersihkan sebelum tindakan.
Risiko yang perlu diketahui
Tinjauan sistematis dan metaanalisis 2026 menemukan efek samping ringan yang dilaporkan mencakup pegal, memar, dan perdarahan. Komplikasi berat per tindakan tergolong jarang dalam studi yang ditelaah, tetapi perkiraan angkanya bervariasi.
Salah satu komplikasi serius yang perlu diketahui adalah pneumotoraks, yaitu kondisi ketika udara masuk ke ruang di sekitar paru dan menyebabkan paru mengempis. Risiko ini menjadi perhatian khusus saat penusukan dilakukan dekat dada, bahu, atau leher. Sebuah laporan kasus mencatat empat pasien mengalami nyeri dada dan sesak setelah dry needling di area bahu atau leher. Laporan kasus ini menunjukkan mengapa area dan keterampilan praktisi penting.
Jika setelah tindakan di area tersebut muncul sesak napas, nyeri dada, atau batuk yang tidak biasa, segera cari pertolongan medis.
Sebelum terapi, tanyakan juga tentang pengalaman dan pelatihan praktisi, kebersihan tindakan, jarum sekali pakai, serta risiko yang relevan bagi area tubuh yang akan ditangani. Panduan keselamatan Australian Institute of Sport menekankan pentingnya persetujuan pasien, pemahaman anatomi, dan penjelasan risiko sebelum prosedur.
Orang yang sedang hamil, menggunakan obat pengencer darah, memiliki gangguan sistem imun, atau baru menjalani operasi sebaiknya menyampaikan kondisi tersebut sebelum terapi. Nyeri yang menetap perlu dinilai oleh tenaga kesehatan agar penanganannya sesuai penyebab.



















![[QUIZ] Dari Cara Kamu Ngopi, Ini Kondisi Mental Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260718/upload_81eef7479c8aeb23b53726edf15fecd4_1085b833-0382-4947-ba19-8d7bad3edfd5.png)



