- Peningkatan produksi alami yang disebabkan oleh masalah pada kelenjar adrenal.
- Penggunaan jangka panjang obat kortikosteroid, antiinflamasi kuat, dan imunosupresan, yang sering digunakan untuk mengobati asma, artritis, penyakit Crohn, kolitis ulseratif, dan lupus.
7 Penyebab Buffalo Hump, Punuk di Leher

Buffalo hump adalah penumpukan lemak di belakang leher atau punggung atas yang bisa disebabkan oleh obesitas, gangguan hormonal, hingga efek obat tertentu.
Sindrom Cushing, lipodistrofi, kanker adrenal, dan terapi ARV termasuk penyebab medis utama yang memicu peningkatan kadar kortisol atau distribusi lemak tidak normal.
Postur tubuh buruk, obesitas, serta osteoporosis juga dapat menyebabkan perubahan bentuk tulang belakang dan akumulasi lemak di area pangkal leher.
Pernah menyadari ada tonjolan lemak di bagian belakang leher atau punggung atas yang membuat bentuk tubuh terasa berbeda? Kondisi ini dikenal sebagai buffalo hump dan sering memicu kekhawatiran, apalagi jika muncul tanpa disadari sebelumnya.
Meski sekilas terlihat seperti masalah postur atau kenaikan berat badan biasa, tetapi buffalo hump sebenarnya bisa berkaitan dengan berbagai faktor, mulai dari penumpukan lemak akibat obesitas hingga gangguan hormonal, seperti sindrom Cushing.
Karena itu, penting untuk memahami apa saja penyebab buffalo hump agar tidak salah mengira dan bisa menentukan langkah penanganan yang tepat.
Table of Content
1. Sindrom Cushing
Sindrom Cushing adalah kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan kadar kortisol dalam tubuh. Kortisol adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, yang bertanggung jawab untuk mengatur stres dan mengelola respons imun, energi, dan tingkat tekanan darah.
Saat kadar kortisol meningkat, tubuh membentuk lebih banyak jaringan lemak daripada biasanya, yang menyebabkan penumpukan lemak berlebih di area tertentu, termasuk wajah, perut, dan punggung atas.
Ada dua alasan mengapa kadar kortisol biasanya meningkat:
Sindrom Cushing membutuhkan perawatan dan penanganan medis. Jika kamu khawatir tentang kadar kortisol, sangat penting untuk berbicara dengan dokter sesegera mungkin untuk memastikan kamu menerima perawatan tepat waktu.
2. Lipodistrofi
Lipodistrofi adalah sekelompok kondisi medis yang ditandai dengan distribusi lemak tubuh yang tidak normal.
Pada orang dengan kondisi ini, jaringan lemak bisa sangat berkurang atau bahkan hampir tidak ada di beberapa bagian tubuh. Namun, di sisi lain, lemak justru dapat menumpuk secara berlebihan di area tertentu.
Ketidakseimbangan inilah yang membuat bentuk tubuh terlihat tidak proporsional dan berbeda dari distribusi lemak pada umumnya.
3. Kanker adrenal

Kelenjar adrenal adalah kelenjar yang berperan dalam memproduksi dan mensekresikan hormon kortisol. Jika tumbuh tumor ganas pada kelenjar ini, produksi kortisol bisa meningkat secara tidak terkendali.
Kelebihan hormon kortisol tersebut dapat memicu berbagai perubahan pada tubuh, salah satunya penumpukan lemak di area belakang leher.
4. Postur buruk
Membungkuk, postur kepala ke depan, dan waktu menatap layar yang lama dapat membuat otot tidak seimbang dan menggeser keselarasan tulang belakang. Kebiasaan ini seringkali berasal dari bekerja di depan meja atau penggunaan HP yang terus-menerus.
Seiring waktu, ketegangan ini dapat menyebabkan kifosis postural yang muncul sebagai buffalo hump. Buffalo hump yang disebabkan oleh postur ini sering kali dapat dicegah dengan koreksi dini.
5. Obesitas dan akumulasi lemak
Penambahan berat badan atau masalah distribusi lemak seperti lipodistrofi dapat menyebabkan penumpukan lemak di pangkal leher. Punuk semacam ini biasanya terasa lunak dan bukan disebabkan oleh masalah tulang belakang.
Buffalo hump lebih umum terjadi ketika tubuh menyimpan lemak secara tidak merata atau ketika berat badan secara keseluruhan meningkat secara stabil dari waktu ke waktu.
Bagi sebagian orang, buffalo hump akibat hipotiroidisme dapat terbentuk karena penambahan berat badan hormonal atau ketidakseimbangan tiroid.
6. Osteoporosis

Osteoporosis menyebabkan tulang kehilangan kepadatan, membuat tulang belakang lemah dan rentan terhadap patah tulang.
Pada perempuan pascamenopause, hal ini dapat menyebabkan tulang belakang bagian atas melengkung dan membentuk apa yang disebut "dowager’s hump". Patah tulang kompresi di bagian atas tulang belakang ini sering menyebabkan perubahan yang terlihat di sekitar pangkal leher.
7. Terapi antiretroviral (ARV)
Terapi ARV adalah kombinasi obat-obatan yang diresepkan untuk mengelola HIV. ARV bekerja dengan mengurangi kadar HIV dalam tubuh, melindungi sistem kekebalan tubuh, dan seringkali menghasilkan HIV yang tidak terdeteksi.
Obat-obatan tertentu yang digunakan dalam ARV memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan dapat berdampak pada fungsi jaringan adiposa (lemak), yang menyebabkan distribusi lemak yang tidak normal. Dalam beberapa kasus, ini dapat termasuk perkembangan buffalo hump.
Namun, obat-obatan ARV yang paling sering dikaitkan dengan buffalo hump di masa lalu sekarang sudah jarang digunakan. Saat ini, pilihan yang lebih efektif dengan efek samping yang lebih sedikit telah dikembangkan.
Dengan mengetahui berbagai penyebab buffalo hump, kamu bisa lebih waspada terhadap perubahan tubuh dan tidak ragu memeriksakan diri jika muncul gejala lain yang mencurigakan.
Referensi
Cadogan Clinic. Diakses pada Maret 2026. "Buffalo Hump: Causes, Symptoms and Treatments."
Health. Diakses pada Maret 2026. "What Causes a Buffalo Hump and How To Treat It."
Physio Tattva. Diakses pada Maret 2026. "What’s Causing That Hump Behind Your Neck? Signs to Watch."












![[QUIZ] Seberapa Sehat Ginjalmu? Jawab 12 Pertanyaan Ini](https://image.idntimes.com/post/20221020/whatsapp-image-2022-10-20-at-112711-am-54d619d975b4a57db88df909f4dc34fa.jpeg)




