- Kehilangan nafsu makan.
- Kelelahan.
- Demam ringan.
- Penyakit kuning.
- Gejala penyakit hati kronis.
7 Penyebab Nyeri di Kanan Bawah Tulang Rusuk

- Nyeri di bawah tulang rusuk kanan bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari cedera, gangguan pencernaan, hingga masalah pada organ seperti hati dan kantung empedu.
- Tujuh penyebab umum meliputi cedera tulang rusuk, hepatitis, GERD, gastritis, radang usus buntu, batu empedu, dan tukak lambung dengan gejala serta tingkat keparahan berbeda.
- Pemeriksaan medis seperti USG atau endoskopi disarankan untuk menentukan penyebab pasti nyeri dan mendapatkan penanganan yang sesuai dari dokter spesialis gastroenterologi.
Nyeri di bawah tulang rusuk kanan bukanlah hal yang jarang terjadi, tetapi mencari penyebabnya bisa cukup rumit.
Area di bawah tulang rusuk kanan adalah rumah bagi beberapa organ utama, seperti pankreas, kantung empedu, ginjal kanan, hati, dan usus kecil serta usus besar. Menentukan bagian tubuh mana yang mungkin terpengaruh dan seberapa serius masalahnya melibatkan memperhatikan gejala dengan saksama, dan dalam banyak kasus, mencari pertolongan medis.
Ada banyak kemungkinan penyebab nyeri di bawah tulang rusuk kanan. Kadang penyebabnya sepele dan bisa diatasi dengan pengobatan rumahan, tapi kadang juga butuh penanganan medis darurat.
Berikut beberapa penyebab paling umum dari ketidaknyamanan di sisi kanan di bawah tulang rusuk dan kapan harus mempertimbangkan untuk menemui dokter.
Table of Content
1. Cedera
Trauma atau cedera pada tulang rusuk kanan, seperti otot yang tertarik atau tulang rusuk yang memar atau patah, dapat menyebabkan nyeri hebat yang terkonsentrasi di area tersebut. Nyerinya mungkin tajam atau lebih sakit saat kamu bergerak atau menyentuh area tersebut.
Penyebab tulang rusuk memar atau patah yang paling sering adalah kecelakaan mobil, jatuh, atau cedera akibat olahraga kontak.
Diperlukan rontgen untuk tahu tingkat keparahan cedera. Tulang rusuk yang patah dapat sembuh sendiri dalam waktu sekitar enam minggu, tetapi kamu perlu beristirahat dan mengompres area tersebut secara teratur untuk membantu penyembuhan dengan benar tanpa komplikasi.
Dokter mungkin juga merekomendasikan latihan pernapasan. Rasa sakit akibat cedera tulang rusuk dapat membuatmu kesulitan bernapas dalam-dalam, yang dapat meningkatkan risiko pneumonia.
2. Hepatitis
Hepatitis adalah peradangan hati, yang dapat merusak organ tersebut. Hepatitis dapat bersifat akut atau kronis, yang artinya gejalanya berlangsung selama enam bulan atau lebih.
Penyakit ini sering disebabkan oleh salah satu dari lima virus (hepatitis A, B, C, D, dan E), yang semuanya berbeda tetapi menyebabkan kondisi yang serupa.
Ada vaksin untuk mencegah hepatitis A dan hepatitis B, serta vaksin kombinasi yang melindungi terhadap keduanya.
Peradangan yang disebabkan oleh hepatitis dapat menyebabkan kerusakan hati, tetapi perkembangannya biasanya lambat. Beberapa orang tidak memiliki gejala, sementara yang lain mungkin mengalami nyeri perut bagian atas atau salah satu dari berikut ini:
3. Gastroesophageal reflux disease

Gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi saat isi lambung naik ke kerongkongan, sering menyebabkan rasa terbakar di dada. Seiring waktu, GERD dapat menyebabkan kesulitan menelan, sakit tenggorokan, atau batuk terus-menerus. Makanan atau obat-obatan tertentu dapat memicu GERD, begitu pula tekanan pada perut, seperti selama kehamilan.
Untuk mengobati GERD, mulailah dengan menghindari kemungkinan pemicu refluks, seperti makanan berlemak atau pedas. Selain itu, cobalah untuk tidak makan menjelang waktu tidur, karena berbaring setelah makan dapat memperburuk GERD.
Jika perubahan gaya hidup seperti ini tidak membantu, bicarakan dengan dokter untuk melihat apakah antasida yang dijual bebas atau yang diresepkan cocok untukmu.
4. Gastritis
Gastritis adalah istilah umum untuk peradangan lapisan lambung, yang dapat disebabkan oleh infeksi lambung, cedera, terlalu sering mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid, terlalu banyak minum alkohol, atau bahkan stres ekstrem. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri di perut bagian atas serta mual, muntah, sendawa atau cegukan, dan perasaan kenyang setelah makan.
Terkadang, gastritis akan sembuh dengan sendirinya. Dokter mungkin merekomendasikan antasida yang dijual bebas untuk mengurangi ketidaknyamanan sementara waktu. Namun, kamu mungkin membutuhkan antibiotik jika gastritis disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti Helicobacter pylori.
5. Radang usus buntu
Usus buntu adalah kantung kecil berbentuk jari yang terletak di perut kanan bawah. Radang usus buntu terjadi ketika usus buntu mengalami peradangan, biasanya menyebabkan nyeri tiba-tiba di sisi kanan bawah yang memburuk dengan gerakan yang mengguncang.
Ibu hamil dengan radang usus buntu atau orang yang usus buntunya terletak di belakang usus besar mungkin merasakan nyeri lebih tinggi di sisi kanan mereka, lebih dekat ke tulang rusuk.
Segera cari pertolongan medis jika kamu merasa mengalami radang usus buntu. Dalam kebanyakan kasus, pengobatan membutuhkan operasi untuk mengangkat usus buntu, dan menunggu terlalu lama dapat meningkatkan risiko infeksi yang mengancam jiwa.
6. Batu empedu

Nyeri yang disebabkan oleh batu empedu juga disebut sebagai kolik bilier. Nyeri batu empedu sering muncul setelah makan makanan yang sangat berlemak dan dikaitkan dengan gejala lain, seperti mual dan muntah.
Batu empedu menyebabkan nyeri yang biasanya terasa di bawah tulang rusuk di sisi kanan. Biasanya muncul tiba-tiba dan dapat menjalar ke punggung atas kanan atau bahu. Nyeri ini dapat berlangsung antara 15 menit hingga 5 jam.
7. Tukak lambung
Nyeri tukak lambung biasanya terletak di ulu hati, tetapi terkadang dapat terasa di bawah tulang rusuk di sisi kanan atau kiri. Tukak lambung adalah luka di dinding lambung dan paling sering disebabkan oleh penggunaan antiinflamasi yang berlebihan atau infeksi H. pylori. Selain nyeri, tukak lambung dapat menyebabkan gejala lain, seperti gangguan pencernaan, mual, kehilangan nafsu makan, dan rasa tidak enak badan.
Nyeri akibat tukak lambung dapat berkisar dari nyeri tumpul hingga sensasi terbakar. Biasanya memburuk saat perut kosong, dan makan atau minum dapat meredakan nyeri untuk sementara waktu.
Itulah beberapa penyebab paling umum nyeri di bawah rusuk kanan. Karena nyeri di bawah tulang rusuk kanan paling sering dikaitkan dengan masalah sistem pencernaan, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis gastroenterologi jika mengalami hal ini. Dokter spesialis gastroenterologi dapat memesan tes, seperti USG perut atau endoskopi, untuk mengidentifikasi penyebab nyeri dan merekomendasikan pengobatan yang paling tepat.
Referensi
Everyday Health. "7 Causes of Pain Under the Right Rib Cage and How to Treat It." Diakses pada Maret 2026.
Northwell Health. "12 Common Causes of Pain Under The Right Rib Cage." Diakses pada Maret 2026.
Tuasaude. "Pain Under Right Rib Cage: 12 Possible Causes (& Treatment)." Diakses pada Maret 2026.








![[QUIZ] Dari Kebiasaan Saat Lebaran, Kami Tahu Kecenderungan NPD dalam Dirimu](https://image.idntimes.com/post/20260319/tren-ingin-kabur-saat-lebaran-mestinya-jadi-renungan_b9be83fe-6f16-41d0-8b73-932e3a33441d.jpeg)



![[QUIZ] Latihan Kardio Pilihanmu Bisa Ungkap Siapa Dirimu Sebenarnya](https://image.idntimes.com/post/20250717/5593_035c0cfe-bc9b-4152-a4fa-a826ddc77043.jpg)





