Infeksi virus bisa diikuti infeksi lain. “Virus itu akan membuka jalan,” ujar dr. Kristin. Ia menambahkan, infeksi sekunder dapat disebabkan oleh “si virus sendiri, mungkin virus yang berbeda, atau bakteri yang lain.”
Jadi, demam yang muncul lagi atau sesak setelah flu sempat membaik perlu dievaluasi, tetapi tidak otomatis berarti pneumonia pneumokokus atau infeksi bakteri. Kondisi yang memburuk kembali setelah sempat membaik dapat menjadi salah satu petunjuk yang membuat dokter mempertimbangkan infeksi bakteri bersamaan.
Segera cari pertolongan jika kondisi tidak membaik atau makin berat.
“Kalau misalnya ternyata enggak sembuh-sembuh, sudah 5 hari, 7 hari, enggak ada perubahan, makin memberat, segera obati,” katanya dr. Kristin.
Meski demikian, jika sesak, nyeri dada berat, batuk darah, atau tanda bahaya lain muncul lebih awal, segera cari pertolongan medis, jangan menunggu lebih lama.
Jadi, pneumonia bisa sembuh sendiri itu mitos atau fakta? Sebagian kasus ringan akibat virus mungkin membaik sendiri. Namun, kamu tidak bisa memastikan penyebab pneumonia cuma dari gejala. Pemeriksaan dokter membantu menentukan apakah pemantauan dan perawatan suportif cukup atau penanganan lain diperlukan.
Referensi
World Health Organization, “Pneumonia”, diakses 1 Oktober 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “About Pneumonia”, diakses 1 Oktober 2026.
Barbara E. Jones et al., “Diagnosis and Management of Community-Acquired Pneumonia: An Official American Thoracic Society Clinical Practice Guideline,” American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine 212, no. 1 (2026): 24–44, https://doi.org/10.1164/rccm.202507-1692ST.
National Health Service, “Pneumonia”, ditinjau 17 Juli 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Outpatient Clinical Care for Adults”, 16 April 2024.