Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pneumonia dan Bronkopneumonia, Apa Bedanya?

3 min read
Pneumonia dan Bronkopneumonia, Apa Bedanya?
ilustrasi batuk akibat bronkopneumonia (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
  • Pneumonia adalah istilah umum untuk infeksi pada jaringan paru, sedangkan bronkopneumonia merupakan salah satu pola penyebaran pneumonia.

  • Bronkopneumonia biasanya tampak sebagai peradangan bercak-bercak di sekitar bronkus dan bronkiolus.

  • Gejalanya dapat serupa, sehingga perbedaan keduanya tidak bisa ditentukan hanya dari keluhan, melainkan membutuhkan pemeriksaan medis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Batuk, demam, dan napas yang terasa berat bisa muncul pada berbagai jenis infeksi paru. Karena gejalanya mirip, istilah pneumonia dan bronkopneumonia sering dianggap sebagai dua penyakit yang berbeda.

Pneumonia adalah infeksi akut pada paru yang paling sering disebabkan oleh bakteri atau virus. Infeksi ini dapat membuat alveolus, yaitu kantung udara kecil di paru, terisi cairan atau nanah sehingga pertukaran oksigen terganggu.

  1. Perbedaan pneumonia dan bronkopneumonia

    Aspek

    Pneumonia

    Bronkopneumonia

    Pengertian

    Istilah umum untuk infeksi dan peradangan pada paru

    Salah satu pola pneumonia yang berawal di sekitar saluran napas kecil

    Area yang terdampak

    Dapat mengenai bagian paru dengan pola yang berbeda

    Terutama bronkus, bronkiolus, dan alveolus di sekitarnya

    Gambaran pada pencitraan

    Bisa berupa pola lobar, bronkopneumonia, atau pola lain

    Biasanya berupa bercak-bercak peradangan yang tersebar

    Penyebab

    Dapat disebabkan bakteri, virus, atau jamur

    Bisa disebabkan berbagai mikroorganisme; pola ini tidak otomatis menunjukkan satu kuman tertentu

  2. 1. Pneumonia adalah istilah payung

    Dalam praktik medis, pneumonia menggambarkan kondisi ketika jaringan paru mengalami infeksi dan peradangan. Penyebabnya beragam, termasuk Streptococcus pneumoniae, virus influenza, virus pernapasan lain, serta jamur pada kelompok tertentu.

    Pneumonia kemudian dapat memiliki pola berbeda pada pemeriksaan rontgen atau CT scan. Salah satunya adalah pneumonia lobaris, ketika peradangan tampak menyatu pada satu bagian besar atau satu lobus paru. Pola lainnya adalah bronkopneumonia.

  3. 2. Bronkopneumonia menyebar di sekitar saluran napas kecil

    Seorang pria duduk di sofa sambil berselimut dan memegang kepala, menggambarkan menggigil akibat bronkopneumonia.
    ilustrasi menggigil akibat bronkopneumonia (pexels.com/Pavel Danilyuk)

    Bronkopneumonia, atau pola lobular, biasanya dimulai dari saluran napas kecil lalu menyebar ke jaringan paru di sekitarnya. Pada pemeriksaan pencitraan, peradangan tampak sebagai bercak-bercak putih atau keruh yang sering berada di sekitar bronkus dan bronkiolus.

    Pola ini dapat mengenai beberapa bagian, bahkan beberapa lobus paru sekaligus. Karena penyebarannya tidak menyatu dalam satu area, gambaran bronkopneumonia berbeda dari pneumonia lobaris yang lebih terlokalisasi.

    Namun, pola tersebut tidak selalu menetap. Selama infeksi berlangsung, satu pola dapat berubah atau bercampur dengan pola lain. Karena itu, bronkopneumonia tidak dapat digunakan untuk memastikan jenis kuman penyebab infeksi. Bahkan, satu jenis bakteri dapat menimbulkan lebih dari satu pola pada paru.

  4. 3. Gejalanya bisa sangat mirip

    Pneumonia dan bronkopneumonia dapat menyebabkan batuk, demam, menggigil, lelah, nyeri dada, dan sesak napas. Pada orang lanjut usia, kebingungan juga dapat menjadi tanda infeksi yang lebih serius.

    Perbedaan pola pada paru tidak selalu terlihat dari keluhan sehari-hari. Dokter biasanya menilai gejala, pemeriksaan fisik, kadar oksigen, serta hasil rontgen dada. Pemeriksaan darah atau tes untuk mencari kuman dapat dipertimbangkan sesuai kondisi pasien.

  5. 4. Pengobatan ditentukan oleh penyebab dan tingkat keparahan

    Jika penyebabnya bakteri, dokter dapat memberikan antibiotik. Sementara itu, infeksi akibat virus tidak selalu membutuhkan antibiotik dan dapat memerlukan penanganan yang berbeda.

    Usia, daya tahan tubuh, penyakit penyerta, luas infeksi, dan kadar oksigen juga ikut menentukan perawatan. Antibiotik sebaiknya tidak diminum tanpa pemeriksaan karena tidak semua pneumonia disebabkan bakteri.

    Segera periksakan diri jika batuk atau demam disertai sesak napas, nyeri dada, kebingungan, bibir membiru, atau kondisi yang memburuk. Penanganan lebih awal membantu dokter menilai apakah infeksi masih dapat dirawat di rumah atau butuh perawatan di rumah sakit.

    Jadi, pneumonia dan bronkopneumonia bukan dua kondisi yang terpisah. Pneumonia merupakan istilah umum, sedangkan bronkopneumonia menggambarkan salah satu pola infeksi dan peradangan di paru.

    Referensi

    World Health Organization, “Pneumonia,” diakses September 2026.

    Atsushi Nambu, Noriko Kobayashi, Masao Tago, “Imaging of Community-Acquired Pneumonia: Roles of Imaging Examinations, Imaging Diagnosis of Specific Pathogens and Discrimination from Noninfectious Diseases,” World Journal of Radiology 6, no. 10 (2014): 779–793, https://doi.org/10.4329/wjr.v6.i10.779.

    Svitlana Pochepnia et al., “Imaging in Pulmonary Infections of Immunocompetent Adult Patients,” Breathe 20, no. 1 (2024): 230186, https://doi.org/10.1183/20734735.0186-2023.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More