- PCV10, menargetkan 10 serotipe.
- PCV13, menargetkan 13 serotipe.
- PCV15, menargetkan 15 serotipe.
- PCV20, menargetkan 20 serotipe.
- PCV21, menargetkan 21 serotipe.
Jenis Vaksin Pneumonia PCV dan PPSV23, Apa Bedanya?

Istilah “vaksin pneumonia” umumnya merujuk pada vaksin pneumokokus, bukan vaksin untuk semua jenis pneumonia.
Dua kelompok utamanya adalah vaksin konjugat pneumokokus (PCV) dan vaksin polisakarida pneumokokus (PPSV23).
Pemilihan vaksin bergantung pada usia, kondisi kesehatan, riwayat imunisasi, serta pedoman yang berlaku di setiap negara.
Pneumonia bisa disebabkan oleh berbagai kuman, termasuk virus, bakteri, jamur, dan parasit. Vaksin yang paling sering disebut sebagai vaksin pneumonia adalah vaksin pneumokokus.
Vaksin ini ditujukan untuk melindungi tubuh dari bakteri Streptococcus pneumoniae. Bakteri tersebut dapat menyebabkan pneumonia, meningitis, infeksi aliran darah, radang telinga tengah, hingga sinusitis.
Berikut ini jenis vaksin pneumonia yang tersedia dan perbedaannya.
Table of Content
1. PCV, vaksin konjugat untuk anak dan orang dewasa
PCV adalah singkatan dari pneumococcal conjugate vaccine atau vaksin konjugat pneumokokus. Vaksin ini dibuat dengan menggabungkan bagian tertentu dari bakteri pneumokokus dengan protein pembawa.
Cara tersebut membantu sistem kekebalan mengenali bakteri dengan lebih baik dan membentuk memori imun. Karena itu, vaksin konjugat dapat memberikan respons yang lebih kuat, termasuk pada anak kecil.
Angka setelah nama PCV menunjukkan jumlah serotipe—varian atau kelompok bakteri—yang menjadi sasaran vaksin. Beberapa jenis yang digunakan di berbagai negara antara lain:
Ketersediaan setiap jenis vaksin tidak sama di semua negara. Di Indonesia, PCV13 telah diintegrasikan ke dalam program imunisasi rutin anak berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/779/2022.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan vaksin konjugat pneumokokus sebagai bagian dari imunisasi anak, khususnya untuk melindungi kelompok usia yang rentan terhadap penyakit pneumokokus berat.
2. PPSV23, vaksin dengan cakupan serotipe lebih luas
PPSV23 adalah singkatan dari pneumococcal polysaccharide vaccine. Vaksin ini menargetkan 23 serotipe pneumokokus.
Berbeda dengan PCV, PPSV23 hanya menggunakan bagian polisakarida—lapisan gula pada permukaan bakteri—tanpa protein pembawa.
Vaksin ini dapat memberikan perlindungan terhadap lebih banyak serotipe, tetapi respons kekebalan pada anak berusia di bawah 2 tahun tidak sebaik vaksin konjugat.
PPSV23 umumnya dipertimbangkan untuk orang dewasa lanjut usia dan orang dengan kondisi tertentu yang meningkatkan risiko penyakit pneumokokus.
Pada sebagian pedoman, vaksin ini juga digunakan dalam rangkaian vaksinasi bersama PCV, bergantung pada usia, kondisi medis, dan riwayat vaksinasi seseorang.
Tenaga kesehatan perlu menilai kondisi setiap orang sebelum menentukan vaksin yang diperlukan.
3. Apakah angka serotipe yang lebih besar berarti selalu lebih baik?

ilustrasi vaksinasi pada orang dewasa (IDN Times/NRF) Belum tentu. Angka tersebut hanya menunjukkan jumlah serotipe yang ditargetkan, bukan jaminan vaksin dapat mencegah semua pneumonia.
Jenis serotipe pneumokokus yang beredar dapat berbeda menurut wilayah, usia, dan kondisi populasi. Studi SAVE di Kanada menunjukkan bahwa vaksin dengan cakupan serotipe lebih luas dapat mencakup lebih banyak isolat bakteri penyebab penyakit pneumokokus invasif. Namun, data cakupan serotipe tidak sama dengan bukti efektivitas langsung pada semua jenis pneumonia.
Penelitian besar CAPiTA pada sekitar 85 ribu orang dewasa berusia 65 tahun ke atas menunjukkan PCV13 menurunkan risiko pneumonia pneumokokus yang disebabkan oleh serotipe yang terdapat dalam vaksin sekitar 46 persen dan penyakit pneumokokus invasif sekitar 75 persen. Namun, vaksin tersebut tidak terbukti mencegah seluruh kasus pneumonia dari berbagai penyebab.
Artinya, seseorang yang sudah menerima vaksin pneumokokus tetap dapat mengalami pneumonia akibat virus atau bakteri lain. Vaksin influenza, misalnya, tetap memiliki peran tersendiri karena ditujukan untuk mencegah infeksi influenza.
4. Siapa yang perlu berkonsultasi mengenai vaksin ini?
Pembahasan vaksin pneumokokus terutama penting bagi:
- Anak-anak, khususnya kelompok usia yang masuk program imunisasi.
- Orang dewasa lanjut usia.
- Penderita penyakit jantung, paru-paru, ginjal, atau diabetes.
- Orang dengan daya tahan tubuh rendah.
- Orang yang tidak memiliki limpa atau mengalami gangguan fungsi limpa.
Namun, kebutuhan vaksin dan jadwal pemberiannya dapat berbeda. Dokter biasanya mempertimbangkan usia, penyakit penyerta, vaksin yang pernah diterima, jenis vaksin yang tersedia, serta rekomendasi imunisasi yang berlaku.
Jadi, vaksin pneumokokus bukan pelindung untuk semua penyebab pneumonia. Vaksin ini bekerja lebih spesifik untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae. Memahami perbedaan PCV dan PPSV23 membantu kamu mengambil keputusan imunisasi berdasarkan kebutuhan medis.
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention, “About Pneumococcal Disease,” diakses September 2026.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, “Sinergi Lintas Sektor, Kemenkes Dorong Keberhasilan Program Vaksinasi PCV-13,” diakses September 2026.
World Health Organization, “Pneumococcal Conjugate Vaccines: WHO Position Paper,” diakses September 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Types of Pneumococcal Vaccines,” diakses September 2026.
John J. Schellenberg et al., “Comparison of PCV10, PCV13, PCV15, PCV20 and PPSV23 Vaccine Coverage of Invasive Streptococcus pneumoniae Isolate Serotypes in Canada: The SAVE Study, 2011–20,” Journal of Antimicrobial Chemotherapy 78, suppl. 1 (2023): i37–i47, https://doi.org/10.1093/jac/dkad068.
Marc J. M. Bonten et al., “Polysaccharide Conjugate Vaccine against Pneumococcal Pneumonia in Adults,” New England Journal of Medicine 372, no. 12 (2015): 1114–1125, https://doi.org/10.1056/NEJMoa1408544.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)







![[QUIZ] Dari Sinyal Tubuh, Kamu Lebih Butuh Plank, Sit Up, atau Push Up?](https://image.idntimes.com/post/20250305/pexels-maksgelatin-4348653-a8bdf633103f42baecf1db7a242f31a0.jpg)




![[QUIZ] Dari Kebiasaan Olahraga, Cek Metode Jalan Kaki yang Bisa Kamu Lakukan](https://image.idntimes.com/post/20250207/metode-jalan-kaki-yang-bantu-turunkan-berat-badan-ee4894aef27f25c5b09005b6e69b7258.jpg)




![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Kecenderungan Anxiety? Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20250920/arctic-qu-dtokmihuuqi-unsplash_8b1ef92d-ab4e-46ef-884b-123bdd4a932b.jpg)


![[QUIZ] Apakah Kamu Perlu Detoks Media Sosial? Cek dari Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20250528/screenshot-2025-05-28-082018-729cf6c4f291ffce1d7960e8c2669322-14379681e8b0768ac8adbcb2187d5670.png)
