Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rekomendasi Mesin Gym Terbaik untuk Bokong
ilustrasi gerakan leg press (pexels.com/Scott Webb)

Intinya sih...

  • Tidak semua latihan bokong sama. Kombinasi mesin yang tepat bisa maksimalkan aktivasi otot glute.

  • Pemahaman teknik dan kesalahan umum sama pentingnya agar hasil latih optimal dan terhindar cedera.

  • Variasi dan konsistensi latihan, plus perhatian terhadap pemulihan dan postur, meningkatkan peluang hasil optimal.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Setiap orang datang ke gym punya cerita dan tujuan sendiri. Bagi sebagian, bokong yang kencang dan berbentuk bukan sekadar estetika, melainkan simbol kekuatan, kestabilan tubuh, dan rasa percaya diri. Namun, dengan banyaknya mesin dan alat di gym, bagaimana memilih yang tepat agar bokong benar-benar terlatih, bukan sekadar paha atau otot lain yang bekerja terlalu dominan?

Kalau kamu mau tahu apa saja mesin gym terbaik untuk bokong, efektivitasnya, cara kerjanya, serta kesalahan umum yang mesti kamu hindari, terus baca artikel ini sampai tuntas, ya.

Rekomendasi mesin gym untuk latihan bokong

Kamu bisa mencoba beberapa mesin gym untuk mendapatkan bokong (glute) dambaanmu:

  1. Hip thrust machine

Mesin ini sering disebut “raja”-nya latihan glute karena memang dirancang khusus untuk mengaktifkan otot bokong (terutama gluteus maximus) secara maksimal.

Saat kamu mendorong pinggul naik dengan punggung tersandar, gerakan ini fokus pada ekstensi pinggul, yang merupakan pekerjaan utama gluteus maximus.

Penelitian menunjukkan, dibanding squat tradisional, hip thrust menghasilkan aktivasi glute yang lebih besar. Pada puncak kontraksi bahkan bisa mencapai aktivitas EMG (electromyography, teknik untuk merekam aktivitas listrik otot) tinggi. Karena itu, jika tujuanmu adalah hipertrofi (pertumbuhan otot) bokong, hip thrust termasuk favorit banyak pelatih dan atlet.

Mesin ini juga relatif aman untuk punggung bawah dibanding squat berat karena beban tersentral pada pinggul dan tidak terlalu membebani tulang belakang secara vertikal.

  1. Leg press machine (dengan penyesuaian posisi kaki)

Mesin leg press umum ada di gym. Apabila digunakan dengan teknik yang tepat, ini bisa membantu melatih glute, meskipun bukan fokus utamanya.

Beberapa studi menunjukkan bahwa leg press dapat mendorong hipertrofi pada gluteus maximus jika rentang gerakan (range of motion) dipakai penuh dan kaki ditempatkan relatif tinggi pada pijakan. Namun, penting dicatat: leg press tetap didominasi otot quadriceps (paha depan), sehingga glute sering bekerja sebagai pendukung. Jadi, efektivitasnya tergantung pada penekanan teknik dan posisi kaki.

Menurut literatur, perubahan posisi kaki atau sudut tidak selalu menjamin aktivitas glute yang lebih besar. Hasil penelitian tentang pengaruh stance (posisi berdiri atau sikap tubuh dasar sebelum melakukan gerakan) dan foot angle (sudut atau arah posisi telapak kaki saat menekan beban) pada leg press menunjukkan bahwa perbedaan aktivasi otot tidak terlalu signifikan.

  1. Cable/glute kickback machine/mesin kabel dan isolasi glute

Mesin kabel atau glute kickback machine memungkinkan kamu melakukan gerakan kickback atau abduksi pinggul dari berbagai sudut, baik ke belakang ataupun ke samping, sehingga bisa menargetkan bagian glute dengan cara yang lebih isolatif.

Ini sangat berguna jika kamu ingin membentuk bagian tertentu dari bokong, misalnya sisi glute (glute medius/minimus) untuk membentuk kontur dan lekukan. Keunggulannya: bisa digunakan per kaki, memungkinkan memperbaiki ketidakseimbangan, dan cocok sebagai pelengkap setelah latihan dengan beban besar.

Namun, karena gerakannya kurang “kompleks” dibanding squat atau hip thrust, dampaknya lebih ke definisi dan tonus otot, bukan hipertrofi maksimal jika dilakukan sendirian.

  1. Stair climber machine/mesin pemanjat tangga dan mesin kardio bernuansa glute

Mungkin banyak yang menganggap mesin kardio tak berpengaruh besar terhadap bokong, tapi kenyataannya, mesin pemanjat tangga bisa menjadi alat bantu bagus untuk aktivasi glute secara konsisten, terutama untuk kekuatan dan daya tahan otot pinggul, bokong, dan paha.

Gerakan naik tangga setiap langkah melibatkan ekstensi pinggul, sehingga glute bekerja terus-menerus meskipun dengan beban tubuh sendiri. Ini cocok sebagai latihan pendamping (conditioning), terutama bagi kamu yang ingin bokong tidak hanya kencang dan berotot, tetapi juga fungsional untuk aktivitas sehari-hari dan kestabilan tubuh.

Mesin kardio seperti stair climber juga punya nilai tambah, seperti membantu pembakaran lemak dan menjaga kebugaran kardiovaskular, yang merupakan aspek penting jika kamu ingin bokong terlihat "clean" dan bentuk ototnya lebih jelas.

Kesalahan umum saat latihan bokong

Latihan hip thrust. (vecteezy.com/Akarawut Lohacharoenvanich)

Jika ingin fokus melatih otot bokong, pastikan untuk menghindari beberapa kesalahan umum ini:

  • Fokus hanya pada kuantitas (beban berat/repetisi banyak): Banyak yang percaya bahwa makin berat beban, makin cepat hasilnya. Padahal, jika teknik kamu salah, otot lain (seperti paha depan) bisa mengambil alih, membuat glute tidak bekerja maksimal, atau bahkan menyebabkan cedera.

  • Mengabaikan pemanasan dan aktivasi otot terlebih dahulu: Tanpa glute activation (misalnya glute bridges, banded walk, atau latihan ringan), otot bokong bisa “malas” bekerja, terutama jika sebelumnya jarang digunakan secara intens.

  • Postur atau posisi kaki/pinggul yang kurang tepat: Misalnya pada leg press, kaki terlalu rendah, atau posisi tubuh kurang stabil bisa membuat gerakan didominasi paha depan, bukan bokong.

  • Terlalu bergantung pada satu jenis latihan saja: Misalnya hanya leg press atau hanya cable kickback tanpa variasi, maka meskipun glute bekerja, kemungkinan pertumbuhan otot atau bentuk bokong ideal bisa terhambat. Studi jangka panjang menunjukkan latihan variasi cenderung memberi hasil hipertrofi terbaik.

Tips latihan terkait bokong

Agar latihan kamu maksimal, kamu bisa mencoba tips ini:

  • Kombinasikan mesin dengan latihan fungsional/latihan free weight, misalnya squat, lunges, deadlift atau gerakan single-leg. Latihan mesin bagus untuk isolasi, tapi gerakan kompleks memberi stabilitas, kekuatan fungsional, dan kerja otot secara menyeluruh.

  • Perhatikan beban dan progresi secara bertahap. Jangan buru-buru menambah berat. Lebih baik konsisten dan fokus pada form. Tambah beban ketika gerakan sudah terasa natural dan stabil.

  • Prioritaskan kontraksi otot, bukan hanya menggerakkan beban, terutama di puncak gerakan (misalnya pada hip thrust, pastikan momen “squeeze” di bokong terasa kuat). Ini penting karena aktivasi glute optimal cenderung terjadi di puncak ekstensi pinggul.

  • Berikan waktu pemulihan cukup. Glute adalah otot besar dan kerja berat membutuh pemulihan. Latihan 2–3 kali per minggu sudah bisa efektif, asal intensitas dan beban diatur dengan baik.

  • Jangan lupa kebugaran kardiovaskular dan mobilitas. Memakai mesin kardio seperti stair climber bisa membantu kesehatan jantung, pembakaran lemak, dan membuat bokong kamu terlihat lebih terbentuk.

Dengan memahami fungsi mesin, mana yang memberi aktivasi glute paling besar, mana yang berguna untuk stabilitas atau isolasi, kamu bisa membentuk bokong yang tidak hanya kencang dan estetik, tapi juga kuat dan fungsional.

Namun, mesin hanyalah alat. Yang menentukan hasil nyata adalah konsistensi, teknik yang baik, variasi latihan, dan kesadaran untuk memberi waktu pemulihan yang cukup. Kombinasi antara mesin, latihan fungsional, serta perhatian terhadap postur tubuh akan memberi hasil terbaik. Bukan cuma bentuk, tetapi juga kesehatan jangka panjang. Selamat berlatih!

Referensi

"Best Gym Machines for Glutes: Your Ultimate Guide to Booty-Building Equipment." The Peach Club. Diakses Desember 2025.

"What Gym Equipment Is Best for Glutes." Ganas Gym. Diakses Desember 2025.

"Squats Versus Hip Thrusts Part I: EMG Activity." Bret Contreras. Diakses Desember 2025.

Walter Krause Neto et al., “Gluteus Maximus Activation During Common Strength and Hypertrophy Exercises: A Systematic Review,” February 24, 2020, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7039033.

"Hip Thrust vs. Back Squat - Which is Better for Glute Hypertrophy?" IFBB Nordic Academy. Diakses Desember 2025.

"Glutes hypertrophy: Hip thrust or parallel squat?" Sci-Sport. Diakses Desember 2025.

"Hip Thrust vs Squat for Building the Glutes." Dabb Fitness. Diakses Desember 2025.

Walter Krause Neto, Thaís Lima Vieira Krause, and Eliane Florencio Gama, “The Impact of Resistance Training on Gluteus Maximus Hypertrophy: A Systematic Review and Meta-analysis,” Frontiers in Physiology 16 (April 10, 2025): 1542334, https://doi.org/10.3389/fphys.2025.1542334.

Isabel Martín-Fuentes, José M. Oliva-Lozano, and José M. Muyor, “Evaluation of the Lower Limb Muscles’ Electromyographic Activity During the Leg Press Exercise and Its Variants: A Systematic Review,” International Journal of Environmental Research and Public Health 17, no. 13 (June 27, 2020): 4626, https://doi.org/10.3390/ijerph17134626.

Isabel Martín-Fuentes, José M. Oliva-Lozano, and José M. Muyor, “Influence of Feet Position and Execution Velocity on Muscle Activation and Kinematic Parameters During the Inclined Leg Press Exercise,” Sports Health a Multidisciplinary Approach 14, no. 3 (June 4, 2021): 317–27, https://doi.org/10.1177/19417381211016357.

"Research Spotlight: Foot positioning doesn’t affect muscle activation in the leg press." Stronger by Science. Diakses Desember 2025.

"7 Best Gym Machines For Big Glutes (Ultimate Butt Workout)." Motion Fitness. Diakses Desember 2025. LVLTN. Diakses Desember 2025.

Editorial Team