ilustrasi remaja (pexels.com/cottonbro studio)
Para peneliti menganalisis data dari 3.222 anak muda dalam studi perkembangan kognitif otak, sebuah investigasi jangka panjang terbesar terhadap perkembangan otak dan kesehatan anak. Mereka yang ikut serta menjalani pemindaian otak, tes kognitif, dan melacak tidur menggunakan Fitbits.
Bahkan, mereka yang memiliki kebiasaan tidur terbaik pun mendapatkan waktu tidur yang lebih sedikit daripada yang direkomendasikan para ahli. Padahal, remaja berusia 13 hingga 18 tahun seharusnya tidur selama delapan hingga 10 jam per malam.
Para remaja terbagi dalam tiga kelompok yang berbeda, yaitu:
- Kelompok I: Sekitar 39 persen remaja tidur paling larut dan bangun paling pagi. Mereka tidur rata-rata tujuh jam, 10 menit per malam.
- Kelompok II: Sekitar 24 persen dari partisipan tidur rata-rata selama tujuh jam, 21 menit.
- Kelompok III: Sekitar 37 persen tidur paling awal, tidur paling lama dan memiliki detak jantung tidur paling rendah. Mereka tidur sekitar tujuh jam, 25 menit.
Meskipun tidak ada perbedaan yang berarti dalam pencapaian pendidikan dari tiga kelompok tersebut, tetapi remaja dalam kelompok III mendapat nilai tertinggi dalam tes kognitif, diikuti oleh kelompok II, sementara kelompok I mendapat nilai paling rendah.
Pemindaian otak menunjukkan bahwa mereka yang berada di kelompok III memiliki volume otak terbesar dan fungsi otak terbaik.