Comscore Tracker

Sendi Sakit akibat Infeksi, Ketahui 5 Hal tentang Artritis Septik

Infeksi bakteri menjadi penyebab yang paling umum

Artritis atau radang sendi dapat menimbulkan nyeri pada persendian penderitanya. Salah satu jenis artritis, yaitu artritis septik, terjadi akibat adanya infeksi pada sendi.

Selain menyakitkan, jenis artritis ini juga dapat membuat penderitanya kesulitan untuk menggerakkan sendi yang terinfeksi. Apabila tidak ditangani, kondisi ini berisiko menyebabkan kerusakan sendi.

Untuk lebih mengetahuinya, berikut ini beberapa informasi seputar artritis septik. Disimak, ya!

1. Apa itu artritis septik?

Sendi Sakit akibat Infeksi, Ketahui 5 Hal tentang Artritis Septikilustrasi artritis septik (universityhealthnews.com)

Dilansir Verywell Health, artritis septik (septic arthritis atau infectious arthritis) adalah infeksi yang terjadi pada sendi. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri, virus, jamur atau parasit.

Umumnya artritis septik menyerang persendian yang besar, seperti di lutut atau pinggul. Namun, infeksi juga bisa terjadi di sendi lainnya. Kondisi ini dapat dialami usia berapa pun, meskipun lebih rentan dialami bayi dan lansia.

2. Paling umum disebabkan oleh infeksi bakteri

Sendi Sakit akibat Infeksi, Ketahui 5 Hal tentang Artritis Septikilustrasi bakteri Staphylococcus aureus (phil.cdc.gov)

DIlansir Mayo Clinic, infeksi bakteri Staphylococcus aureus atau staph adalah penyebab artritis septik yang paling umum. Artritis septik dapat berkembang ketika infeksi, seperti infeksi kulit atau infeksi saluran kemih, menyebar melalui aliran darah hingga mencapai sendi.

Penyebab lainnya, seperti luka terbuka, suntikan obat, atau operasi pada area sendi atau di dekat sendi juga dapat memberikan jalan masuk bagi kuman ke dalam sendi.

Lapisan sendi memiliki sedikit kemampuan untuk melindungi sendi dari infeksi. Reaksi tubuh terhadap infeksi yang terjadi, termasuk peradangan yang dapat meningkatkan tekanan dan mengurangi aliran darah di dalam sendi, berkontribusi pada kerusakan sendi.

Baca Juga: Mengenal 9 Fakta Artritis, Radang Sendi yang Menyakitkan

3. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko artritis septik

Sendi Sakit akibat Infeksi, Ketahui 5 Hal tentang Artritis Septikilustrasi luka di lutut (pixabay.com/saulhm)

Terdapat beragam faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya artritis septik, di antaranya:

  • Memiliki masalah pada sendi, seperti osteoartritis, gout (radang sendi akibat asam urat tinggi), artritis reumatoid, atau lupus
  • Pernah menjalani operasi pada sendi
  • Memiliki kulit yang mudah rusak dan sulit sembuh membuat bakteri lebih mudah masuk ke tubuh. Kondisi kulit tertentu, seperti psoriasis dan eksem, juga dapat meningkatkan risiko artritis septik
  • Sering menggunakan obat-obatan suntik
  • Kecanduan alkohol
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk pada pasien diabetes, memiliki masalah ginjal dan hati, serta mengonsumsi obat yang menekan sistem kekebalan tubuh
  • Memiliki luka terbuka

4. Ditandai dengan sendi terasa nyeri dan bengkak serta gejala lainnya

Sendi Sakit akibat Infeksi, Ketahui 5 Hal tentang Artritis Septikilustrasi nyeri sendi lutut (freepik.com/wayhomestudio)

Gejala yang ditimbulkan pada artritis septik dapat berbeda-beda bergantung dari usia dan obat yang digunakan. Mengutip Healthline, beberapa gejala yang bisa muncul meliputi:

  • Rasa nyeri pada sendi dan memburuk apabila digerakkan
  • Pembengkakan sendi
  • Kemerahan dan terasa hangat di sekitar sendi
  • Demam
  • Meriang
  • Tubuh terasa lemah dan kelelahan
  • Nafsu makan berkurang
  • Jantung berdenyut cepat

DilansirVersus Arthritis, anak-anak yang mengalami artritis septik juga menjadi mudah marah atau rewel dan menangis ketika sendi yang terinfeksi digerakkan.

5. Pengobatan artritis septik

Sendi Sakit akibat Infeksi, Ketahui 5 Hal tentang Artritis Septikilustrasi artroskopi (healthdirect.gov.au)

Dalam penanganan artritis septik, dokter akan memberikan obat antibiotik dan melakukan pengambilan cairan sendi.

Dokter akan mengidentifikasi mikroba penyebab infeksi terlebih dahulu untuk memilih obat yang paling efektif. Pada tahap awal, antibiotik diberikan melalui suntikan ke dalam pembuluh darah vena di lengan. Setelah itu, pengobatan dilanjutkan dengan antibiotik oral. Biasanya, pengobatan dengan antibiotik berlangsung 2-6 minggu.

Namun, antibiotik memiliki risiko efek samping, termasuk mual, muntah, diare, hingga munculnya reaksi alergi. Oleh sebab itu, tanyakan kepada dokter tentang efek samping apa yang mungkin terjadi dari pengobatan yang dilakukan.

Selain dengan antibiotik, dokter juga mengeluarkan cairan sendi yang terinfeksi dengan metode sebagai berikut:

  • Jarum. Pada beberapa kasus, dokter dapat mengeluarkan cairan dengan menggunakan jarum yang ditusukkan ke area sendi.
  • Scoop procedure atau artroskopi. Pada artroskopi, alat berbentuk selang fleksibel yang dilengkapi kamera di ujungnya dimasukkan ke dalam persendian melalui sayatan kecil untuk menyedot cairan sendi yang terinfeksi.
  • Bedah. Prosedur bedah terbuka dilakukan pada beberapa sendi yang lebih sulit diatasi hanya dengan menggunakan jarum atau artroskopi, seperti pada sendi pinggul.

Bagi yang mengalami luka pada kulit, sebaiknya segera diobati untuk mencegah terjadinya infeksi, begitu pula bila memiliki kondisi yang dapat meningkatkan risiko artritis septik. Konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat sehingga terhindar dari komplikasi serius.

Baca Juga: Sering Sakit Pinggang di Usia Muda? Waspadai Spondiloartritis!

Rifa Photo Verified Writer Rifa

.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya