Comscore Tracker

Mengenal Plantar Fasciitis, Salah Satu Penyebab Umum Nyeri Tumit

Nyeri bisa lebih terasa saat bangun tidur di pagi hari

Nyeri tumit, terutama nyeri tumit yang menusuk, paling sering disebabkan oleh plantar fasciitis, kondisi yang juga dikenal sebagai sindrom taji tumit atau heel spur syndrome ketika terdapat taji tumit (tonjolan pada tulang di tumit akibat penumpukan kalsium atau pengapuran pada tulang tumit).

Nyeri tumit juga bisa disebabkan kondisi lainnya seperti fraktur stres, tendonitis, radang sendiri, iritasi saraf, hingga kista. Akan tetapi, pada artikel ini akan fokus membahas nyeri tumit akibat plantar fasciitis.

Bisa amat mengganggu penderitanya, kenali fakta medis plantar fasciitis mulai dari penyebab, gejala, hingga pengobatannya. 

1. Apa itu plantar fasciitis?

Mengenal Plantar Fasciitis, Salah Satu Penyebab Umum Nyeri Tumitilustrasi plantar fasciitis (healthdirect.gov.au)

Dilansir Mayo Clinic, plantar fasciitis adalah salah satu penyebab umum nyeri tumit. Kondisi ini melibatkan peradangan yang terjadi pada plantar fascia, jaringan yang membentang di bagian bawah kaki dan menghubungkan antara tulang tumit dan jari kaki. Plantar fascia berfungsi untuk menyokong lengkungan kaki dan meredam getaran saat berjalan.

Plantar fasciitis menimbulkan rasa sakit yang menusuk dan umumnya terjadi pada langkah pertama setelah bangun tidur di pagi hari. Saat bangun dan bergerak, rasa sakit biasanya berkurang, tetapi mungkin muncul lagi setelah penderitanya berdiri terlalu lama atau saat berdiri setelah duduk.

2. Gejala plantar fasciitis

Mengenal Plantar Fasciitis, Salah Satu Penyebab Umum Nyeri Tumitilustrasi nyeri tumit (freepik.com/karlyukav)

Keluhan utama plantar fasciitis yaitu nyeri di tumit atau terkadang di area tengah kaki bagian bawah. Hal ini biasanya terjadi hanya pada satu kaki, meskipun bisa juga dialami di kedua kaki.

Mengutip Healthline, nyeri pada plantar fasciitis berkembang secara bertahap dari waktu ke waktu. Sebagian orang merasakan sensasi seperti terbakar atau sakit di bagian bawah kaki yang menjalar keluar dari tumit.

Nyeri biasanya terasa lebih buruk saat melangkah setelah bangun tidur pada pagi hari, atau setelah duduk atau berdiri dalam waktu cukup lama. Naik tangga bisa terasa sulit karena kekakuan tumit.

Setelah aktivitas yang lama, rasa sakit bisa kambuh karena iritasi atau peradangan yang meningkat. Orang dengan plantar fasciitis biasanya tidak merasakan sakit selama beraktivitas, tetapi setelahnya.

Baca Juga: Nyeri Otot yang Bisa Menyerang Siapa Saja, Kenali Apa Itu Myalgia

3. Faktor-faktor yang dapat memicu plantar fasciitis

Mengenal Plantar Fasciitis, Salah Satu Penyebab Umum Nyeri Tumitilustrasi seorang pria berlari (pexels.com/Pixabay)

Dirangkum berbagai sumber, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko plantar fasciitis, yang meliputi:

  • Usia. Plantar fasciitis umum terjadi pada usia antara 40-60 tahun
  • Melakukan jenis olahraga tertentu yang memberikan banyak tekanan pada tumit dan jaringan di sekitarnya, seperti lari jarak jauh, balet, dan aerobik
  • Kelainan pada kaki. Kondisi kaki datar, lengkungan kaki yang tinggi, panjang kaki yang berbeda, otot betis yang kencang, atau pola berjalan yang tidak normal dapat menambah tekanan pada plantar fascia
  • Obesitas. Berat badan berlebih dapat memberikan tekanan tambahan pada plantar fascia
  • Pekerjaan. Misalnya pekerja pabrik, guru atau pekerjaan lain yang menghabiskan sebagian besar waktu kerjanya dengan berjalan atau berdiri berisiko mengalami plantar fasciitis
  • Ibu hamil, terutam selama masa akhir kehamilan
  • Jenis sepatu. Penggunaan sepatu dengan sol yang tipis atau lunak dan tidak menopang telapak kaki dengan baik. Sering menggunakan sepatu hak tinggi juga meningkatkan risiko plantar fasciitis
  • Memiliki kondisi medis tertentu seperti artritis atau radang sendi
  • Jarang beraktivitas fisik. Sama seperti aktivitas yang terlalu banyak dapat menyebabkan plantar fasciitis, begitu juga dengan aktivitas yang terlalu sedikit. Saat kaki istirahat, plantar fascia memendek dan dapat menjadi kurang fleksibel. Aktivitas teratur dan berselang dapat menjaga plantar fascia tetap kenyal dan kuat

4. Pengobatan plantar fasciitis

Mengenal Plantar Fasciitis, Salah Satu Penyebab Umum Nyeri Tumitilustrasi extracorporeal shock wave therapy pada pasien dengan plantar fasciitis (podiatryfirst.com.au)

Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan pada area yang sakit dalam mendiagnosis plantar fasciitis, meliputi tanya jawab seputar gejala, riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan lainnya.

Beberapa pilihan pengobatan untuk menangani plantar fasciitis antara lain:

  • Obat-obatan. Mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter dapat meringankan nyeri dan peradangan yang disebabkan oleh plantar faciitis
  • Melakukan terapi fisik untuk meregangkan plantar fascia dan tendon Achilles serta menguatkan otot kaki bagian bawah
  • Penggunaan night splints dapat meregangkan betis dan lengkungan kaki saat tidur
  • Penggunaan orthotic atau alas kaki tambahan untuk membantu mendistribusikan tekanan pada kaki secara merata
  • Suntikan obat steroid pada area yang terdampak dapat meredakan rasa nyeri untuk sementara
  • Extracorporeal shock wave therapy. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan gelombang suara yang diarahkan ke area tumit yang nyeri untuk merangsang penyembuhan
  • Mungkin butuh operasi pada kasus nyeri parah dan tidak membaik dengan prosedur pengobatan lainnya

5. Beberapa perubahan gaya hidup yang diperlukan untuk mengatasi plantar fasciitis

Mengenal Plantar Fasciitis, Salah Satu Penyebab Umum Nyeri Tumitilustrasi sepatu olahraga (pexels.com/Tirachard Kumtanom)

Dalam membantu mengatasi plantar fasciitis, berbagai hal dan perubahan gaya hidup berikut dapat dilakukan secara mandiri:

  • Menjaga berat badan ideal. Sebab, kelebihan berat badan dapat menambah tekanan pada plantar fascia
  • Memilih sepatu yang sesuai. Menggunakan sepatu dengan hak yang rendah atau sedang, serta sol tebal dapat menyangga lekukan bawah kaki dengan baik serta bantalan yang nyaman untuk tumit. Hindari berjalan tanpa menggunakan alas kaki
  • Hindari menggunakan sepatu atletik yang sudah usang. Segera ganti sepatu sebelum membuat kaki sakit
  • Mengganti olahraga. Coba olahraga yang lebih aman seperti renang atau bersepeda, dibandingkan jalan kaki atau joging
  • Kompres dingin. Mengompres area yang sakit dengan es sekitar 15 menit, sebanyak 3-4 kali sehari dapat mengurangi rasa sakit dan peradangan
  • Melakukan latihan peregangan

Di samping itu, mengistirahatkan kaki juga sangat penting, terutama setelah melakukan aktivitas yang berat. Jika mengalami nyeri tumit dan tidak kunjung membaik, sebaiknya periksa ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya, sehingga mendapat penanganan yang tepat.

Baca Juga: Cara Menyembuhkan Nyeri Pinggang yang Aman dan Minim Risiko, Simak Yuk

Rifa Photo Verified Writer Rifa

.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya