"Tanpa perlindungan imun, penularan di tempat kerja atau transportasi umum sangat tinggi," ucap dr. Erpryta dalam acara temu media Eka Hospital pada Kamis (30/4/2026) di Jakarta.
Risiko Campak pada Dewasa Lebih Berat, Vaksin Jadi Kunci

- Orang dewasa tetap berisiko terkena campak karena kekebalan dari vaksin masa kecil bisa menurun, riwayat vaksinasi tidak lengkap, dan virusnya sangat mudah menular di ruang publik.
- Infeksi campak pada dewasa cenderung lebih berat dengan risiko komplikasi seperti pneumonia, ensefalitis, hingga miokarditis yang dapat menyebabkan kerusakan organ serius bila tidak ditangani cepat.
- Vaksinasi MMR menjadi kunci perlindungan bagi orang dewasa untuk mencegah infeksi ulang, terutama bagi yang belum vaksin lengkap atau merencanakan kehamilan agar terhindar dari risiko fatal.
Banyak orang mengira sudah kebal terhadap campak karena pernah divaksinasi atau mengalami infeksi saat masih kecil. Padahal, ini tidak selalu tepat. Dalam kondisi tertentu, terutama saat terjadi wabah, orang dewasa tetap berisiko terinfeksi kembali.
Risiko ini bahkan lebih tinggi pada mereka yang belum pernah mendapatkan vaksin campak atau belum pernah sakit campak sebelumnya. Tanpa perlindungan imun yang cukup, peluang tertular menjadi lebih besar, apalagi virus campak dikenal sangat mudah menyebar.
Yang perlu diwaspadai, infeksi campak pada orang dewasa cenderung menimbulkan gejala yang lebih berat dibandingkan pada anak-anak jika tidak ditangani dengan baik.
Table of Content
1. Mengapa orang dewasa masih bisa terinfeksi?
Dijelaskan oleh dr. Erpryta Nurdia Tetrasiwi, Sp. Pd, dokter spesialis penyakit dalam Eka Hospital MT Haryono, orang dewasa tetap berisiko terinfeksi campak meski penyakit ini identik dengan anak-anak. Bahkan, pada individu dengan kekebalan tubuh yang tidak cukup, gejalanya bisa lebih berat.
Ia menjelaskan, ada beberapa alasan utama mengapa hal ini bisa terjadi. Pertama, kekebalan dari vaksinasi saat kecil dapat menurun seiring bertambahnya usia. Ketika kadar antibodi turun di bawah ambang perlindungan, tubuh kembali rentan terhadap infeksi.
Kedua, riwayat vaksinasi yang tidak lengkap. Pada masa lalu, sebagian orang mungkin hanya menerima satu dosis vaksin, padahal saat ini diketahui bahwa dua dosis vaksin MMR diperlukan untuk memberikan perlindungan optimal hingga sekitar 97 persen.
Ketiga, sifat virus campak yang sangat menular. Virus ini dapat bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita meninggalkan ruangan, sehingga risiko penularan di tempat umum seperti kantor atau transportasi publik menjadi sangat tinggi.
2. Risiko komplikasi lebih berat pada orang dewasa

Infeksi campak pada orang dewasa tidak bisa dianggap ringan. Berbeda dengan anak-anak yang umumnya pulih dalam 1–2 minggu, orang dewasa lebih rentan mengalami komplikasi serius karena virus ini dapat menyerang sistem imun secara menyeluruh (immune amnesia).
Salah satu komplikasi paling berbahaya adalah pneumonia berat yang menjadi penyebab kematian tertinggi akibat campak pada orang dewasa. Infeksi bisa langsung merusak jaringan paru atau memicu infeksi bakteri sekunder yang memperparah kondisi.
Selain itu, ada risiko ensefalitis atau radang otak, yang terjadi pada sekitar 1 dari 1.000 kasus. Kondisi ini bisa menyebabkan kejang, gangguan pendengaran, hingga kerusakan otak permanen.
"Meskipun lebih jarang, virus ini dapat menyebabkan miokarditis atau peradangan pada otot jantung yang mengganggu ritme dan fungsi pompa darah," jelas dr. Erpryta.
3. Vaksinasi menjadi kunci perlindungan
Salah satu cara paling efektif untuk mencegah infeksi campak pada orang dewasa adalah melalui vaksinasi MMR. Vaksin ini tidak hanya melindungi dari campak, tetapi juga dari gondongan dan rubella, sehingga memberikan perlindungan yang lebih menyeluruh.
Pada usia dewasa, vaksinasi berfungsi sebagai “pengingat” bagi sistem imun agar kembali membentuk perlindungan optimal. Ini penting, terutama bagi mereka yang belum mendapatkan vaksin lengkap saat kecil atau yang kekebalannya sudah menurun.
Bagi perempuan yang sedang merencanakan kehamilan, vaksinasi MMR menjadi sangat krusial. Infeksi campak dan rubella selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, hingga cacat bawaan pada bayi. Karena itu, vaksinasi dianjurkan dilakukan setidaknya satu bulan sebelum program kehamilan dimulai.
Selain vaksinasi, menjaga daya tahan tubuh dan menghindari kontak dengan orang yang mengalami gejala seperti demam dan ruam juga menjadi langkah penting, terutama saat terjadi wabah, untuk menekan risiko penularan.
Vaksinasi MMR di usia dewasa merupakan langkah penting untuk melindungi diri dari risiko campak yang bisa berujung pada komplikasi serius. Dengan perlindungan yang tepat dan kesadaran menjaga kesehatan, risiko infeksi dapat ditekan secara signifikan.








![[QUIZ] Kalau Punya Anak, Kamu Bakal Jadi Tipe Bapak Seperti Apa?](https://image.idntimes.com/post/20250517/premium-photo-1664279990106-9f5c41bd7f5a-b87dbf88049ea09327ded00ec8bf5046-e7f7326c95d633244190a220a2836080.jpeg)





![[QUIZ] Outfit Lari Favoritmu Bisa Ungkap Sifat Aslimu, Cek di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20260203/pexels-pexels-latam-478514802-17979561_6765dd90-2ab9-4046-b7a4-2a6ac5538aef.jpg)


