Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dokter Ingatkan Orang Dewasa Bisa Kena Campak Meski Sudah Divaksinasi

Dokter Ingatkan Orang Dewasa Bisa Kena Campak Meski Sudah Divaksinasi
Ruam campak di punggung (CDC/ Heinz F. Eichenwald, MD/Public Health Image Library (PHIL), ID#24435)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Campak bisa menyerang orang dewasa meski sudah divaksin, karena kekebalan dari masa kecil dapat menurun seiring bertambahnya usia.
  • Penularan campak sangat tinggi, virusnya bisa bertahan di udara hingga dua jam dan berisiko menyebabkan komplikasi serius pada orang dewasa.
  • Dokter menyarankan vaksinasi ulang MMR serta menjaga imunitas dan menghindari kontak dengan penderita untuk mencegah infeksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sering dianggap cuma menyerang anak-anak, campak nyatanya juga bisa terjadi pada orang dewasa, bahkan pada orang yang sudah pernah mendapatkan vaksin saat kecil. Lantas, apakah vaksinasi campak benar-benar tidak lagi efektif seiring waktu?

Dokter spesialis penyakit dalam Eka Hospital MT Haryono, dr. Erpryta Nurdia Tetrasiwi, SpPD, menjelaskan bahwa vaksin tetap memberikan perlindungan, tetapi tidak selalu bersifat seumur hidup. Kekebalan tubuh yang terbentuk sejak masa kanak-kanak dapat menurun seiring bertambahnya usia.

Ketika kadar antibodi turun di bawah ambang perlindungan, tubuh kembali menjadi rentan terhadap infeksi. Kondisi ini membuat orang dewasa tetap berisiko terkena campak, terutama jika daya tahan tubuhnya tidak optimal.

Selain itu, faktor lain yang memengaruhi adalah riwayat vaksinasi di masa lalu. Pada beberapa dekade sebelumnya, sebagian orang mungkin hanya menerima satu dosis vaksin. Padahal, penelitian terbaru menunjukkan bahwa dua dosis vaksin MMR (Measles, Mumps, dan Rubella) diperlukan untuk memberikan perlindungan hingga sekitar 97 persen.

"Faktor lain yang dapat membuat orang dewasa kembali terkena campak karena virus ini sangat menular,” jelas dr. Erpryta dalam acara temu media Eka Hospital pada Kamis (30/4/2026) di Jakarta.

Ia menambahkan bahwa virus campak bisa bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita meninggalkan ruangan, sehingga risiko penularan di tempat umum sangat tinggi tanpa perlindungan imun yang memadai.

Tak hanya itu, campak pada orang dewasa juga cenderung lebih berbahaya dibanding pada anak-anak. Selain menyebabkan ruam, virus ini bisa menyerang sistem imun secara luas dan memicu komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak, gangguan jantung, hingga kebutaan.

Untuk itu, vaksinasi ulang menjadi langkah penting, terutama bagi orang dewasa yang belum mendapatkan dosis lengkap. Vaksin MMR tidak hanya melindungi dari campak, tetapi juga gondongan dan rubella, serta berperan sebagai “pengingat” bagi sistem imun.

"Selain vaksinasi, menjaga imunitas tubuh dan menghindari kontak dengan individu yang menunjukkan gejala demam dan ruam tetap menjadi protokol tambahan yang penting dilakukan selama masa wabah," dr. Erpryta menyarankan

Dengan vaksinasi yang tepat, menjaga daya tahan tubuh, dan menghindari kontak dengan orang yang menunjukkan gejala, risiko infeksi campak dapat diminimalkan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Related Articles

See More