Hari raya kurban identik dengan suasana ramai, dapur yang sibuk, dan aroma daging yang memenuhi rumah. Stok daging pada waktu ini bisa lebih banyak dari biasanya. Sebagian dimasak, sebagian lainnya disimpan untuk beberapa hari berikutnya. Namun, ada satu hal yang bisa luput dari perhatian, yaitu keamanan pangan.
Banyak orang fokus pada membuat daging kurban empuk atau tidak perengus, tetapi lupa memikirkan bagaimana daging dibersihkan, disimpan, atau dimasak. Risiko terbesar padahal sering muncul dari proses setelah penyembelihan.
Keracunan makanan akibat daging bukan kejadian langka. Daging mentah dapat menjadi media pertumbuhan bakteri penyebab penyakit jika penanganannya tidak higienis. Masalahnya, kontaminasi tidak selalu terlihat. Daging bisa tampak segar, tidak berlendir, bahkan baunya normal, tetapi tetap mengandung kuman penyakit.
