ilustrasi jalan cepat atau brisk walking (unsplash.com/Emma Simpson)
Kalau mau menjadikan jalan kaki sebagai strategi menurunkan kolesterol, sebaiknya jangan menjadikan jumlah langkah sebagai target, tetapi lakukan cukup intens, cukup sering, dan cukup lama.
Mulailah dari target realistis, seperti jalan cepat 20–30 menit, 5 hari seminggu.
Kalau belum kuat, bagi menjadi 10 menit pagi, 10 menit siang, dan 10 menit sore. Setelah tubuh terbiasa, tambah durasi dulu, baru naikkan intensitas. Misalnya, selingi jalan cepat 1–2 menit di antara jalan santai, pilih rute sedikit menanjak, atau percepat langkah namun jangan sampai tersengal berlebihan.
Agar efeknya lebih terasa, kombinasikan dengan perubahan makan. Kurangi lemak jenuh dari gorengan, daging berlemak, mentega, santan, dan makanan ultraproses. Perbanyak serat larut dari oat, kacang-kacangan, buah, sayur, serta pilih sumber lemak yang lebih sehat seperti ikan, kacang, alpukat, dan minyak nabati secukupnya.
Pola makan, aktivitas fisik, berhenti merokok, berat badan sehat, dan tidur cukup sama-sama berperan dalam pengelolaan kolesterol.
Jalan kaki memang menyehatkan, tetapi untuk menurunkan kolesterol secara bermakna, jalan kaki perlu dilakukan seperti kebiasaan serius, bukan aktivitas sesekali. Jika angka kolesterol atau risiko jantung sudah tinggi, jalan kaki tetap penting, tetapi mungkin perlu pengobatan dari dokter.
Referensi
American Heart Association. “Prevention and Treatment of High Cholesterol (Hyperlipidemia).” Diakses Juli 2026.
Centers for Disease Control and Prevention. “Adult Activity: An Overview.” Diakses Juli 2026.
American Heart Association. “American Heart Association Recommendations for Physical Activity in Adults and Kids.” Diakses Juli 2026.
Kelley, George A., Kristi S. Kelley, and Zung V. Tran. “Walking, Lipids, and Lipoproteins: A Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials.” Preventive Medicine 38, no. 5 (2004): 651–661. https://doi.org/10.1016/j.ypmed.2003.12.012.
Coghill, Nikki, and Ashley R. Cooper. “The Effect of a Home-Based Walking Program on Risk Factors for Coronary Heart Disease in Hypercholesterolaemic Men: A Randomized Controlled Trial.” Preventive Medicine 46, no. 6 (2008): 545–551. https://doi.org/10.1016/j.ypmed.2008.01.002.
Smart, Neil A., Gina N. Wood, Melissa J. Pearson, Gudrun Dieberg, Tom van der Touw, and Karam Kostner. “Exercise Training for the Management of Dyslipidaemia: A Position Statement from Exercise and Sports Science Australia (ESSA).” Journal of Science and Medicine in Sport (2025). https://doi.org/10.1016/j.jsams.2025.11.004.
Blumenthal, Roger S., Peter B. Morris, Mario Gaudino, et al. “2026 ACC/AHA/AACVPR/ABC/ACPM/ADA/AGS/APhA/ASPC/NLA/PCNA Guideline on the Management of Dyslipidemia.” Journal of the American College of Cardiology, published online March 13, 2026. https://doi.org/10.1016/j.jacc.2025.11.016.