- Menguras
Indonesia-China Garap Vaksin Dengue mRNA Pertama di Dunia

Indonesia, China, dan industri biotek lokal meluncurkan purwarupa vaksin dengue tetravalen berbasis mRNA.
Kandidat vaksin ini menggunakan gen preM-E virus dengue strain asli Indonesia dan ditujukan untuk melawan empat serotipe dengue.
Meski menjanjikan, vaksin ini masih berupa purwarupa dan tetap perlu melalui tahapan riset, uji klinis, serta evaluasi keamanan dan efektivitas.
Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit yang banyak dialami masyarakat. Saat musim hujan, genangan air muncul di banyak tempat, dan kabar soal kasus DBD kembali terdengar dari lingkungan rumah, sekolah, hingga tempat kerja.
Di tengah beban penyakit yang masih tinggi ini, Indonesia kini masuk ke babak baru pengembangan vaksin dengue. Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) meluncurkan prototipe vaksin dengue tetravalen berbasis mRNA di Jakarta pada Rabu (8/7/2026).
Kandidat vaksin ini dikembangkan lewat kerja sama Universitas Indonesia, Tsinghua University dari China, dan PT Etana Biotechnologies Indonesia. Menurut Kemenkes, vaksin tersebut memanfaatkan materi genetik berupa gen preM-E dari virus dengue strain asli Indonesia. Jika berhasil, produk ini disebut berpotensi menjadi vaksin mRNA pertama di dunia untuk penyakit dengue.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut pengembangan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian industri vaksin nasional. “Kalau ini berhasil, ini akan menjadi salah satu vaksin baru yang diproduksi di Indonesia,” ujarnya, mengutip rilis Kemenkes.
Kemenkes mencatat, Indonesia mengalami sekitar 151 ribu kasus dengue setiap tahun dengan 650 kematian. Angka ini menjadi salah satu alasan dengue dipilih sebagai prioritas pengembangan vaksin baru.
Table of Content
1. Kenapa vaksin dengue penting?
DBD adalah infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, terutama Aedes aegypti. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar setengah populasi dunia berisiko terkena dengue, dengan sekitar 100–400 juta infeksi terjadi setiap tahun. Sebagian besar kasus memang ringan atau tanpa gejala, tetapi sebagian dapat berkembang menjadi dengue berat yang membutuhkan perawatan rumah sakit dan dapat berakibat fatal.
Tantangannya, dengue bukan cuma satu jenis virus. Ada empat serotipe virus dengue, yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4.
Seseorang yang pernah terinfeksi satu serotipe masih bisa terinfeksi serotipe lain di kemudian hari. Pada sebagian kasus, infeksi berikutnya dapat berisiko lebih berat. Karena itu, vaksin dengue idealnya perlu memberi perlindungan yang seimbang terhadap keempat serotipe tersebut.
Itulah kenapa vaksin tetravalen menjadi penting, karena vaksin dirancang untuk menargetkan empat serotipe virus dengue, bukan cuma salah satunya. Dalam konteks vaksin dengue, perlindungan yang tidak seimbang menjadi perhatian karena berkaitan dengan fenomena antibody-dependent enhancement (ADE), yaitu kondisi saat respons antibodi yang tidak cukup menetralkan virus justru berpotensi memperburuk infeksi berikutnya. Tinjauan ilmiah dalam jurnal Frontiers in Immunology menyebut tantangan ini sebagai salah satu alasan pengembangan vaksin dengue tidak sesederhana vaksin untuk banyak penyakit lain.
2. Apa bedanya vaksin dengue mRNA?

Teknologi mRNA dikenal luas setelah dipakai dalam vaksin COVID-19.
Pengertian sederhananya, vaksin mRNA tidak memasukkan virus utuh ke tubuh. Vaksin ini membawa instruksi genetik agar sel tubuh membuat bagian tertentu dari virus yang tidak berbahaya, lalu sistem imun belajar mengenalinya. Setelah instruksi mRNA digunakan, sel akan memecah dan membuang mRNA tersebut.
Pada kandidat vaksin dengue yang dikembangkan Indonesia-China, pendekatannya menggunakan gen preM-E dari virus dengue. Ini karena protein struktural dengue, terutama envelope atau protein E, berperan penting dalam proses virus masuk ke sel dan menjadi target respons antibodi.
Namun, statusnya masih prototipe. Artinya, vaksin tersebut belum otomatis bisa dipakai masyarakat. Kandidat vaksin masih perlu melewati tahapan riset lanjutan, uji praklinis, uji klinis pada manusia, penilaian keamanan, efektivitas, kualitas produksi, hingga evaluasi regulator sebelum bisa digunakan luas.
Saat ini, WHO sudah memprakualifikasi dua vaksin dengue, yaitu CYD-TDV dan TAK-003. Pada 2024, WHO memprakualifikasi TAK-003 dan merekomendasikannya untuk anak usia 6–16 tahun di wilayah dengan beban dengue tinggi dan intensitas transmisi tinggi, dengan jadwal dua dosis berjarak tiga bulan.
3. Apa artinya bagi masyarakat?
Pengembangan vaksin dengue mRNA adalah kabar baik, tetapi kewaspadaan masyarakat tetap tak boleh kendor.
DBD belum memiliki pengobatan spesifik. Penanganannya berfokus pada gejala, deteksi dini, dan akses layanan kesehatan yang tepat.
Untuk saat ini, pencegahan DBD tetap bertumpu pada pengendalian nyamuk, menghindari gigitan nyamuk, dan mengenali tanda bahaya sejak dini.
Cara mencegah DBD yang paling efektfif adalah dengan melakukan 3M Plus, yaitu:
Kegiatan membersihkan dan menguras tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi, toren, bak penampung air dan lainnya yang berpotensi menjadi jentik nyamuk berkembang biak.
Gosok dan bersihkan semua dinding bak hingga bersih, terutama saat musim hujan dan pancaroba, karena jentik dan telur nyamuk dapat bertahan di tempat kering hingga 6 bulan.
- Menutup
Tutup rapat semua tempat penampungan air dan kubur barang-barang bekas di dalam tanah, agar tidak mengotori lingkungan dan menjadi sarang nyamuk.
- Mendaur ulang
Memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang bernilai ekonomis. Limbah barang bekas yang tidak didaur ulang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Sementara itu, langkah-langkah Plus:
- Membudidayakan ikan pemakan jentik nyamuk, seperti ikan guppy.
- Memasang kawat kasa pada ventilasi dan jendela di kamar dan ruangan.
- Menjaga kebersihan lingkungan.
- Memeriksa tempat-tempat penampungan air.
- Meletakkan baju bekas pakai dalam wadah tertutup.
- Meletakkan larvasida pada penampungan air yang susah dibersihkan.
- Memperbaiki saluran dan talang air yang mampet.
- Memelihara tanaman pengusir nyamuk, seperti serai wangi (citronella).
Segera periksakan diri jika mengalami demam tinggi disertai nyeri kepala berat, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, atau ruam.
Tanda bahaya seperti nyeri perut parah, muntah terus-menerus, sesak napas, perdarahan, lemas, gelisah, kulit pucat dan dingin, atau darah pada muntah dan tinja perlu segera ditangani di fasilitas kesehatan.
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. “Indonesia-Tiongkok Kembangkan Vaksin Dengue mRNA Pertama di Dunia.” Diakses Juli 2026.
World Health Organization. “Lembar Fakta Dengue dan Dengue Berat.” Diakses Juli 2026.
World Health Organization. “WHO Prequalifies New Dengue Vaccine.” Diakses Juli 2026.
Liu, Xiaoyang. “Opportunities and Challenges of mRNA Technologies in Development of Dengue Virus Vaccine.” Frontiers in Immunology 16 (2025): 1520968. https://doi.org/10.3389/fimmu.2025.1520968.
Centers for Disease Control and Prevention. “COVID-19 Vaccine Basics.” Diakses Juli 2026.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. "Cara Mencegah DBD dengan Menjaga Lingkungan dan Diri Sendiri. Diakses Juli 2026.







![[QUIZ] Cek Risiko Gula Darah dari Minuman Favoritmu](https://image.idntimes.com/post/20260629/other-264_31bd6c8c-f8aa-4905-8477-23835cb37aed.jpg)





![[QUIZ] Dari Pace Larimu, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20260203/pexels-runffwpu-5961767_cccb4dcd-2034-4996-8d35-1d0f57a8c13e.jpg)
![[QUIZ] Dari Masalah Kesehatanmu saat Ini, Ini Jus yang Bisa Kamu Minum](https://image.idntimes.com/post/20251216/1000070337_346a25bd-0de3-43bc-a1db-37734a1ba48d.jpg)

![[QUIZ] Pilih Waktu Larimu, Kami Tebak Kebiasaan Sehat yang Perlu Kamu Pertahankan](https://image.idntimes.com/post/20260709/upload_8acff9f1de8b26c968870d3b35b3e89b_70dfa521-21d0-4420-a20f-ca9b889bb18c.jpg)

