Comscore Tracker

7 Gejala Diabetes Tipe 2, Jangan Sampai Lengah!

Salah satunya adalah luka yang sulit sembuh

Diabetes tipe 2 adalah gangguan tubuh dalam mengatur dan menggunakan gula (glukosa) sehingga menyebabkan terlalu banyak gula yang beredar di aliran darah. Kadar gula darah yang tinggi akhirnya menyebabkan gangguan pada sistem peredaran darah, saraf, dan kekebalan tubuh. 

Gejala diabetes tipe 2 sering kali berkembang secara perlahan, sehingga banyak orang yang tak menyadarinya. Berikut ini adalah beberapa tanda yang menunjukkan bahwa kemungkinan kamu mengidap diabetes tipe 2. Perhatikan, ya!

1. Sering buang air kecil dan haus 

7 Gejala Diabetes Tipe 2, Jangan Sampai Lengah!ilustrasi haus pada orang dengan diabetes (pexels.com/Daria Shevtsova)

Dilansir Medical News Today, ketika kadar gula darah tinggi, ginjal akan berusaha untuk membuang kelebihannya dengan menyaringnya keluar dari darah. Hal ini dapat menyebabkan seseorang lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari.

Rasa haus yang berlebihan juga merupakan ciri khas gejala diabetes. Istilah medisnya adalah polidipsia. 

Merasa haus saat dehidrasi adalah hal yang wajar, yang bisa terjadi karena kurang minum air, berkeringat terlalu banyak, atau habis makan makanan asin atau pedas. Namun, diabetes yang tak terkontrol bisa membuat seseorang merasa haus sepanjang waktu tanpa alasan apa pun.

2. Penurunan berat badan 

7 Gejala Diabetes Tipe 2, Jangan Sampai Lengah!ilustrasi penurunan berat badan (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Dilansir Health, kadar gula darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan penurunan berat badan dengan cepat. Hormon insulin yang tidak bisa menggunakan glukosa sebagai energi dan ginjal yang bekerja keras menghilangkan kelebihan gula menyebabkan hilangnya kalori.

Menurut Dr. Maria Collazo-Clavell, ahli endokrin di Amerika Serikat (AS), kedua hal tersebut membutuhkan banyak energi, sehingga seseorang bisa kekurangan kalori.

Mengutip keterangan dari Diabetes.co.uk, pada orang dengan diabetes, insulin yang tidak mencukupi mencegah tubuh mendapatkan glukosa dari darah ke dalam sel tubuh untuk digunakan sebagai energi. Ketika ini terjadi, tubuh mulai membakar lemak dan otot untuk energi, menyebabkan penurunan berat badan secara keseluruhan.

Penurunan berat badan yang tidak terduga sering kali diketahui pada orang-orang sebelum terdiagnosis diabetes tipe 1, tetapi hal itu juga dapat memengaruhi orang dengan diabetes tipe 2.

Baca Juga: 10 Manfaat Fantastis Buah Kelengkeng untuk Penderita Diabetes

3. Masalah kulit 

7 Gejala Diabetes Tipe 2, Jangan Sampai Lengah!ilustrasi gatal-gatal (coloradoallergy.com)

Kondisi kulit yang berhubungan dengan diabetes biasanya disebabkan oleh kadar gula yang terus-menerus tinggi. American Diabetes Association menjelaskan bahwa kadar gula darah yang terus-terusan tinggi akan:

  • Memberi makan dan jadi bahan bakar pertumbuhan jamur
  • Merusak dan menghancurkan sel-sel kulit
  • Mengurangi aliran oksigen yang dibutuhkan untuk pemeliharaan dan penyembuhan kulit
  • Sangat meningkatkan risiko infeksi pada luka kecil, lecet, goresan

Untuk kulit gatal dan diabetes, ada tiga penyebab yang disebabkan oleh kadar gula darah tinggi:

  • Pertumbuhan jamur
  • Kulit kering yang parah
  • Sirkulasi darah berkurang
  • Neuropati diabetes

Dilansir Health, Dr. Collazo-Clavell mengatakan bahwa gatal yang disertai penggelapan kulit di sekitar area leher atau ketiak menunjukkan adanya resistansi insulin. Resistansi insulin adalah kondisi ketika tubuh tidak dapat menggunakan gula darah dengan baik.

4. Luka yang sulit sembuh 

7 Gejala Diabetes Tipe 2, Jangan Sampai Lengah!ilustrasi luka dibalut plester (unsplash.com/Diana Polekhina)

Dilansir Healthline, bila kamu punya diabetes, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk memulihkan luka.

1. Kadar gula darah tinggi

Bila kadar gula darah di atas normal, hal tersebut bisa:

  • Mencegah nutrisi dan oksigen memberi energi pada sel
  • Mencegah sistem kekebalan berfungsi secara efisien
  • Meningkatkan peradangan di sel-sel tubuh
  • Efek ini memperlambat penyembuhan luka

2. Neuropati

Neuropati perifer dapat terjadi karena kadar gula darah yang secara konsisten lebih tinggi dari biasanya. Seiring waktu, kerusakan terjadi pada saraf dan pembuluh darah. Ini dapat menyebabkan area yang terkena kehilangan sensasi.

Neuropati sangat umum terjadi pada tangan dan kaki. Ketika itu terjadi, kamu mungkin tidak dapat merasakan adanya luka. Inilah salah satu alasan utama mengapa luka kaki cenderung lebih sering terjadi pada penderita diabetes.

3. Sirkulasi yang buruk

Orang dengan diabetes dua kali lebih mungkin mengembangkan penyakit pembuluh darah perifer, suatu kondisi sirkulasi yang buruk. Penyakit ini menyebabkan pembuluh darah menyempit, yang mengurangi aliran darah ke anggota tubuh.

Kondisi tersebut juga memengaruhi kemampuan sel darah merah untuk melewati pembuluh dengan mudah. Dan kadar glukosa darah yang lebih tinggi dari normal meningkatkan ketebalan darah, bahkan lebih memengaruhi aliran darah tubuh.

4. Defisiensi sistem imun

Banyak pasien diabetes juga mengalami masalah dengan aktivasi sistem kekebalan. Jumlah sel pejuang kekebalan yang dikirim untuk menyembuhkan luka, dan kemampuannya untuk bertindak, sering kali berkurang.

Jika sistem kekebalan tidak dapat berfungsi dengan baik, penyembuhan luka lebih lambat dan risiko mengalami infeksi meningkat.

5. Infeksi

Jika sistem kekebalan tidak berfungsi dengan baik, tubuh mungkin kesulitan melawan bakteri yang menyebabkan infeksi.

Kadar gula darah tinggi juga meningkatkan kemungkinan infeksi. Ini karena bakteri berkembang biak dengan gula ekstra yang tersedia di aliran darah. Kadar gula darah yang tinggi juga dapat mencegah sel-sel kekebalan untuk melawan bakteri yang menyerang.

Jika infeksi tidak diobati dan dibiarkan menyebar, komplikasi fatal seperti gangren atau sepsis bisa terjadi.

5. Kelelahan 

7 Gejala Diabetes Tipe 2, Jangan Sampai Lengah!ilustrasi kelelahan (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Menurut American Diabetes Association, studi dalam jurnal Diabetes Care tahun 2014 menunjukkan bahwa 61 persen orang-orang yang baru terdiagnosis diabetes tipe 2 melaporkan kelelahan (fatigue) sebagai salah satu gejalanya. Studi yang sama juga menyebut bahwa kelelahan adalah gejala paling umum kedua.

Dilansir Health, orang yang memiliki kadar gula darah tinggi cenderung merasa tidak enak badan. Sering bangun di malam hari untuk buang air kecil (upaya tubuh mengelola gula darah yang tinggi) menyebabkan seseorang merasa lelah, sehingga mudah tersinggung dan tidak enak badan.

6. Penglihatan kabur 

7 Gejala Diabetes Tipe 2, Jangan Sampai Lengah!ilustrasi penglihatan kabur (diabetes.co.uk)

Adanya gangguan pada penglihatan atau melihat floaters atau kilatan cahaya sesekali adalah akibat langsung dari kadar gula darah yang tinggi.

Kata Dr. Collazo-Clavell kepada Health, penglihatan kabur adalah kelainan refraksi (gangguan pada mata yang umum mengakibatkan penglihatan kabur). Ketika kadar glukosa dalam darah tinggi, itu mengubah bentuk lensa dan mata.

Kabar baiknya, gejala ini bisa disembuhkan setelah kadar gula darah kembali normal atau mendekati normal. Akan tetapi, bila kadar gula darah terus tinggi atau tidak terkendali dalam waktu yang lama, ini bisa meningkatkan risiko kerusakan permanen, bahkan bisa sampai berakhir pada kebutaan.

7. Kesemutan atau mati rasa

7 Gejala Diabetes Tipe 2, Jangan Sampai Lengah!ilustrasi kesemutan atau mati rasa (diabetescare.net)

Saraf tepi mengirimkan informasi dari otak dan sumsum tulang belakang (sistem saraf pusat) ke seluruh tubuh. Saraf ini juga mengirimkan informasi sensorik—hal-hal seperti nyeri, suhu, dan getaran—ke sistem saraf pusat.

Pada diabetes tipe 2, tubuh resistan terhadap insulin, akhirnya tubuh tidak menghasilkan cukup insulin. Karena tidak ada cukup insulin untuk memindahkan glukosa ke dalam sel, kelebihan glukosa tetap berada di dalam darah. Glukosa ekstra dalam darah ini merusak saraf serta pembuluh darah kecil yang membawa oksigen dan nutrisi ke saraf.

Disebut sebagai neuropati perifer, kondisi ini dapat memengaruhi satu atau lebih saraf di berbagai area tubuh, meskipun biasanya dimulai di kaki, tungkai, tangan, dan lengan. Saraf yang rusak dapat menyebabkan berbagai gejala, antara lain: 

  • Mati rasa atau kesemutan di bagian telapak kaki atau tangan, yang sering menjalar ke kaki bagian atas atau lengan. Beberapa orang menggambarkannya sebagai sensasi ditusuk-tusuk jarum
  • Nyeri menusuk, berdenyut, atau sensasi terbakar
  • Sensitivitas terhadap sentuhan atau suhu
  • Nyeri saat melakukan gerakan atau aktivitas yang biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri, seperti nyeri pada kaki saat berdiri
  • Kesulitan dengan koordinasi atau jatuh
  • Kelemahan otot
  • Merasa seperti mengenakan kaus kaki atau sarung tangan meski sebenarnya tidak

Gejala biasanya memburuk pada malam hari. Kebanyakan orang mengalaminya di kedua sisi tubuh, tetapi bisa juga hanya terjadi pada satu sisi.

Itulah beberapa gejala diabetes tipe 2 yang perlu kamu waspadai. Jika kamu mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, sebaiknya perisakan diri ke dokter, ya!

Baca Juga: 7 Makanan dengan Indeks Glikemik Rendah, Cocok untuk Pasien Diabetes

Sita Vilosa Photo Verified Writer Sita Vilosa

Read a thousand books, and your words will flow like a river.” ― Lisa See

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya