Walaupun infeksi alami dapat memberikan kekebalan jangka panjang, tetapi para ahli kesehatan tetap menekankan pentingnya vaksinasi campak. Vaksin memberikan perlindungan yang sangat efektif tanpa harus mengalami penyakitnya terlebih dahulu.
Dua dosis vaksin campak (MMR) memiliki efektivitas sekitar 97 persen dalam mencegah infeksi. Selain itu, vaksin membantu menciptakan kekebalan kelompok, yang melindungi orang-orang yang tidak dapat divaksinasi, seperti bayi atau individu dengan kondisi medis tertentu.
Program vaksinasi campak telah mencegah puluhan juta kematian di seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir. Ini menjadikan vaksin campak sebagai salah satu intervensi kesehatan masyarakat paling efektif.
Secara umum, orang yang pernah terkena campak akan memiliki kekebalan jangka panjang terhadap virus tersebut. Sistem imun membentuk memori yang memungkinkan tubuh mengenali dan melawan virus dengan cepat jika terjadi paparan kembali.
Namun, dalam kondisi yang sangat jarang, terutama pada individu dengan sistem imun yang terganggu, infeksi ulang mungkin terjadi. Karena itu, upaya pencegahan melalui vaksinasi tetap menjadi langkah paling aman dan efektif untuk melindungi diri dan masyarakat dari penyebaran campak.
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention. “Measles (Rubeola).” Diakses Maret 2026.
Diane E. Griffin, “Measles Virus‐induced Suppression of Immune Responses,” Immunological Reviews 236, no. 1 (June 15, 2010): 176–89, https://doi.org/10.1111/j.1600-065x.2010.00925.x.
Moss, William J. “Measles.” The Lancet 390, no. 10111 (July 1, 2017): 2490–2502. https://doi.org/10.1016/s0140-6736(17)31463-0.
World Health Organization. “Measles.” Diakses Maret 2026.
Centers for Disease Control and Prevention. “MMR Vaccine Effectiveness.” Diakses Maret 2026.
World Health Organization. “Measles Vaccines: WHO Position Paper.” Diakses Maret 2026.