Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Komplikasi Campak pada Janin: Risiko saat Ibu Hamil Terinfeksi

Komplikasi Campak pada Janin: Risiko saat Ibu Hamil Terinfeksi
ilustrasi janin, bayi dalam kandungan (IDN Times/NRF)
Intinya Sih
  • Infeksi campak pada kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, dan bayi berat lahir rendah.

  • Beberapa kasus menunjukkan kemungkinan infeksi campak pada janin (campak kongenital) yang dapat menyebabkan penyakit berat setelah lahir.

  • Risiko komplikasi terutama meningkat jika infeksi terjadi pada trimester awal hingga pertengahan kehamilan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Campak sering dianggap sebagai penyakit anak yang mudah sembuh. Namun pada kelompok tertentu, termasuk ibu hamil, infeksi ini bisa menjadi jauh lebih serius.

Selama kehamilan, tubuh mengalami perubahan besar pada sistem kekebalan. Tujuannya agar tubuh dapat menerima janin yang secara biologis membawa materi genetik dari ayah. Perubahan ini membuat sebagian ibu hamil menjadi lebih rentan terhadap beberapa infeksi, termasuk campak.

Ketika infeksi terjadi pada masa kehamilan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh ibu. Virus juga dapat memengaruhi kondisi janin di dalam kandungan. Memahami komplikasi campak pada janin menjadi penting, terutama di tengah munculnya kembali wabah campak.

Table of Content

Mengapa campak bisa membahayakan kehamilan?

Mengapa campak bisa membahayakan kehamilan?

Campak disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus yang sangat menular. Virus menyebar melalui droplet saat seseorang batuk atau bersin dan dapat bertahan di udara selama beberapa jam.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 1 orang dengan campak dapat menularkan virus kepada 9 dari 10 orang yang tidak memiliki kekebalan.

Pada ibu hamil, infeksi campak cenderung lebih berat. Studi menunjukkan perempuan hamil yang terkena campak memiliki risiko lebih tinggi mengalami:

  • Pneumonia.
  • Rawat inap.
  • Komplikasi pernapasan.

Selain berdampak pada kesehatan ibu, infeksi juga dapat memengaruhi perkembangan kehamilan dan kondisi janin.

Potensi komplikasi campak pada janin

Ilustrasi ibu hamil terkena campak, bisa sebabkan komplikasi pada janin.
ilustrasi ibu hamil terkena campak, bisa sebabkan komplikasi pada janin (pexels.com/cottonbro studio

Berikut beberapa komplikasi yang paling sering dilaporkan pada ibu hamil yang terinfeksi campak:

Salah satu risiko paling serius dari infeksi campak pada kehamilan adalah keguguran, terutama jika infeksi terjadi pada trimester pertama.

Beberapa penelitian menunjukkan infeksi virus selama awal kehamilan dapat mengganggu perkembangan plasenta dan embrio. Ketika proses ini terganggu, kehamilan berisiko berakhir lebih awal.

Sebuah tinjauan ilmiah melaporkan bahwa perempuan hamil yang terinfeksi campak memiliki risiko lebih tinggi mengalami kehilangan kehamilan dibandingkan populasi umum.

  • Kelahiran prematur

Komplikasi campak pada janin yang paling sering dilaporkan adalah kelahiran prematur, bayi lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu.

Infeksi virus dapat memicu respons inflamasi dalam tubuh ibu. Respons ini berpotensi merangsang kontraksi rahim lebih awal atau memengaruhi fungsi plasenta.

Penelitian menyebut infeksi campak pada kehamilan secara signifikan meningkatkan risiko persalinan prematur dibandingkan ibu yang tidak terinfeksi.

Kelahiran prematur sendiri membawa berbagai risiko kesehatan bagi bayi, seperti gangguan pernapasan dan perkembangan organ yang belum matang.

  • Berat badan lahir rendah

Bayi yang lahir dari ibu dengan infeksi campak selama kehamilan juga lebih berisiko memiliki berat badan lahir rendah (BBLR).

Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti:

  • Gangguan aliran darah pada plasenta.
  • Infeksi sistemik pada ibu.
  • Kelahiran prematur.

Bayi dengan berat badan lahir rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi kesehatan pada masa neonatal, termasuk infeksi dan gangguan pertumbuhan.

  • Campak kongenital

Dalam beberapa kasus, virus campak dapat menular dari ibu ke bayi sebelum atau saat persalinan. Kondisi ini dikenal sebagai campak kongenital.

Bayi yang mengalami infeksi ini biasanya menunjukkan gejala dalam beberapa hari pertama setelah lahir, seperti:

  • Demam.
  • Ruam khas campak.
  • Gangguan pernapasan.
  • Pneumonia.

Meski jarang, campak kongenital dapat menyebabkan penyakit berat pada bayi baru lahir dan membuatnya butuh perawatan intensif.

  • Risiko kematian neonatal

Beberapa studi juga melaporkan peningkatan risiko kematian pada periode neonatal (28 hari pertama kehidupan) pada bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi campak. Ini biasanya berkaitan dengan komplikasi lain seperti prematuritas, infeksi berat, atau gangguan pernapasan.

Apakah campak dapat menyebabkan cacat lahir?

Berbeda dengan beberapa virus lain seperti rubella, bukti ilmiah saat ini menunjukkan bahwa campak tidak secara konsisten menyebabkan cacat lahir struktural pada janin.

Tidak ada bukti kuat bahwa infeksi campak selama kehamilan meningkatkan risiko kelainan kongenital spesifik. Namun, risiko komplikasi kehamilan, seperti prematuritas dan berat lahir rendah, tetap signifikan.

Pencegahan

Kunjungan ibu hamil ke dokter.
ilustrasi kunjungan ibu hamil ke dokter (pexels.com/MART PRODUCTION)

Karena tidak ada terapi antivirus spesifik untuk campak, pencegahan menjadi cara yang paling efektif.

Vaksin MMR adalah cara utama untuk melindungi diri dari campak. Namun, vaksin ini merupakan vaksin hidup yang dilemahkan sehingga tidak dianjurkan diberikan selama kehamilan.

Karena itu, perempuan dianjurkan memastikan status vaksinasi mereka sebelum merencanakan kehamilan.

Jika ibu hamil terpapar campak dan tidak memiliki kekebalan, dokter dapat memberikan immunoglobulin untuk membantu menurunkan risiko infeksi berat.

Pada kehamilan, campak dapat membawa konsekuensi serius. Beberapa komplikasi campak pada janin yang paling sering dilaporkan meliputi keguguran, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan kemungkinan infeksi campak kongenital pada bayi baru lahir.

Meski tidak terbukti secara konsisten menyebabkan cacat lahir, tetapi dampak campak pada kehamilan tetap signifikan. Karena itu, memastikan kekebalan terhadap campak sebelum hamil menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan ibu sekaligus keselamatan janin.

Referensi

World Health Organization. “Measles.” Diakses Maret 2026.

William J Moss, “Measles,” The Lancet 390, no. 10111 (July 1, 2017): 2490–2502, https://doi.org/10.1016/s0140-6736(17)31463-0.

Sonja A. Rasmussen and Denise J. Jamieson, “What Obstetric Health Care Providers Need to Know About Measles and Pregnancy,” Obstetrics and Gynecology 126, no. 1 (April 22, 2015): 163–70, https://doi.org/10.1097/aog.0000000000000903.

Michelle Science, Janine Hutson, and Michelle Barton, “Measles in Pregnancy,” Canadian Medical Association Journal 197, no. 22 (June 8, 2025): E625, https://doi.org/10.1503/cmaj.250606.

Centers for Disease Control and Prevention. “Measles and Pregnancy.” Diakses Maret 2026.

"Measles in Pregnancy: A Preventable Threat." American College of Obstetricians and Gynecologists. Diakses Maret 2026.

"Measles, Mumps, Rubella (MMR) Vaccination and Management of Obstetric–Gynecologic Patients During a Measles Outbreak." American College of Obstetricians and Gynecologists. Diakses Maret 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
Delvia Y Oktaviani
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More