Referensi
Allison Kempe et al., “Effect of HPV Vaccine Introduction at 9–10 Years: A Randomized Clinical Trial,” medRxiv preprint, September 27, 2026, https://doi.org/10.64898/2026.09.24.26363898.
Centers for Disease Control and Prevention, “HPV Vaccine Recommendations,” diakses 22 Oktober 2026.
CIDRAP, "Kids More Likely to Be Vaccinated against HPV If Doctors Offer Shots at Earlier Ages, Study Finds,” diakses 22 Oktober 2026.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS),” diakses 22 Oktober 2026.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Pertanyaan Umum Seputar Imunisasi HPV,” diakses 22 Oktober 2026.
Studi: Tawarkan Vaksin HPV Lebih Awal, Cakupan Bisa Meningkat

Studi di 31 praktik dokter anak AS menemukan penawaran vaksin HPV pada usia 9–10 tahun meningkatkan anak yang memulai dan menuntaskan vaksinasi sebelum usia 13 tahun.
Cakupan minimal satu dosis mencapai 77,1 persen pada kelompok penawaran dini versus 67 persen; penyelesaian dua dosis mencapai 61,6 persen dibanding 45,1 persen.
Temuan masih berupa preprint dan belum ditelaah sejawat; di Indonesia, imunisasi HPV tercantum dalam program sekolah untuk kelas 5 SD/MI sekitar usia 11 tahun.
Vaksin HPV sering dibicarakan saat anak memasuki usia praremaja. Namun, menunggu sampai usia 11 atau 12 tahun bisa membuat sebagian anak belum sempat memulai atau menyelesaikan vaksinasinya tepat waktu.
Sebuah studi di Amerika Serikat (AS) menguji apakah menawarkan vaksin lebih awal, yakni saat anak berusia 9–10 tahun, dapat membantu. Hasil awalnya menunjukkan bahwa anak yang menerima tawaran lebih dini lebih banyak memulai dan menuntaskan vaksinasi sebelum berusia 13 tahun.
Apa yang dibandingkan dalam penelitian?
Penelitian tersebut melibatkan 31 praktik dokter anak di Colorado dan California, AS. Praktik dibagi secara acak ke dalam dua kelompok.
Satu kelompok mulai menawarkan vaksin HPV pada usia 9–10 tahun, sedangkan kelompok pembanding menawarkan vaksin pada usia 11–12 tahun. Kedua kelompok mendapat pelatihan tentang vaksinasi HPV.
Perbedaan utamanya adalah usia saat vaksin mulai ditawarkan. Penelitian berlangsung dari Oktober 2021 hingga April 2026.
Pada anak yang ditawari vaksin lebih awal, usia tengah saat menyelesaikan seri dua dosis adalah 12,2 tahun. Pada kelompok yang ditawari vaksin pada usia 11–12 tahun, angkanya 13,3 tahun.
Sebelum usia 13 tahun, 77,1 persen anak dalam kelompok yang ditawari lebih awal sudah menerima setidaknya satu dosis, dibandingkan 67 persen di kelompok pembanding. Untuk penyelesaian dua dosis, angkanya 61,6 persen dibandingkan 45,1 persen. Dengan kata lain, selisihnya terlihat baik pada anak yang mulai vaksinasi maupun yang menyelesaikan serinya.
Vaksinasi paling bermanfaat jika diberikan sebelum seseorang terpapar virus

ilustrasi vaksinasi HPV pada anak laki-laki (magnific.com/magnific) Studi tersebut meneliti strategi pelayanan kesehatan mengenai kapan dokter mulai menawarkan vaksin. Penelitian ini tidak membandingkan kemampuan vaksin mencegah infeksi HPV atau kanker berdasarkan usia pemberian.
Vaksin HPV ditujukan untuk mencegah infeksi baru, dan paling bermanfaat bila diberikan sebelum seseorang terpapar virus. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merekomendasikan vaksinasi rutin pada usia 11–12 tahun, tetapi vaksin dapat mulai diberikan sejak usia 9 tahun.
Penawaran lebih awal juga dapat memberi keluarga waktu untuk membahas vaksinasi dan membuat jadwal dosis berikutnya.
Seberapa kuat bukti studinya?
Hasil penelitian utama tersedia sebagai preprint di medRxiv dan dipresentasikan dalam konferensi IDWeek. Artinya, hasilnya belum melalui proses penelaahan sejawat untuk diterbitkan sebagai artikel jurnal. Temuannya menjanjikan sebagai bukti tentang cara meningkatkan cakupan vaksinasi, tetapi masih perlu diuji lebih lanjut.
Bagaimana dengan jadwal vaksin HPV di Indonesia?
Kementerian Kesehatan mencantumkan imunisasi HPV dalam program sekolah untuk anak kelas 5 SD/MI atau sekitar usia 11 tahun. Kemenkes juga menyebut satu dosis diberikan dalam program tersebut.
Bagi orang tua, langkah praktisnya adalah mengecek jadwal imunisasi yang berlaku melalui sekolah, puskesmas, atau tenaga kesehatan. Vaksin HPV merupakan pencegahan kanker. Pembicaraannya dengan anak dapat dilakukan secara terbuka dan sesuai usia.









![[QUIZ] Pilih Menu Ayam Favoritmu, Kami Tebak Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20260822/gambar-artikel-90_62bcda34-1f45-442a-acf2-42109b179116.png)
![[QUIZ] Pilih Mesin Gym Favorit, Kami Tebak Personality Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260715/upload_1f4fad55d736c0857d28717d4f5ad568_9f044a0b-3a74-43ca-bf9f-4bb408840b9c.png)












