ilustrasi senam aerobik outdoor (pexels.com/Muhamad Guruh Budi Hartono)
Hasil penelitian menunjukkan CardiOmicScore mampu memprediksi risiko enam penyakit kardiovaskular utama, yaitu:
Yang paling menarik, sistem ini dapat mendeteksi peningkatan risiko hingga sekitar 15 tahun sebelum penyakit muncul secara klinis. Ketika dikombinasikan dengan data dasar seperti usia, jenis kelamin, dan faktor klinis lain, akurasi prediksi AI menjadi jauh lebih baik dibanding pendekatan berbasis genetik biasa.
Temuan ini dianggap penting karena banyak penyakit jantung sebenarnya berkembang perlahan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya menimbulkan gejala.
Jika risiko dapat diketahui lebih dini, seseorang punya peluang lebih besar untuk mengubah gaya hidup, memperbaiki pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, mengontrol tekanan darah, dan mencegah kerusakan yang lebih serius.
Para peneliti menyebut pendekatan ini sebagai langkah menuju pengobatan presisi, yaitu sistem kesehatan yang lebih personal dan proaktif.
Harapannya, di masa depan dokter mungkin tidak hanya menunggu penyakit muncul, tetapi mulai mengintervensi risiko jauh lebih awal berdasarkan jejak biologis unik setiap individu.
Meski hasilnya menjanjikan, tetapi para peneliti menekankan bahwa teknologi ini masih butuh penelitian lanjutan sebelum digunakan luas dalam praktik medis sehari-hari. Namun, studi ini menunjukkan bagaimana kombinasi AI dan tes darah mungkin akan mengubah cara manusia mendeteksi penyakit di masa depan, ketika tanda-tandanya baru mulai muncul diam-diam.
Referensi
Yan Luo et al., “AI-based Multiomics Profiling Reveals Complementary Omics Contributions to Personalized Prediction of Cardiovascular Disease,” Nature Communications 17, no. 1 (February 2, 2026), https://doi.org/10.1038/s41467-026-68956-6.
World Health Organization. “Cardiovascular Diseases (CVDs).” Diakses Mei 2026.
Peter Libby, “The Changing Landscape of Atherosclerosis,” Nature 592, no. 7855 (April 21, 2021): 524–33, https://doi.org/10.1038/s41586-021-03392-8.
Yehudit Hasin, Marcus Seldin, and Aldons Lusis, “Multi-omics Approaches to Disease,” Genome Biology 18, no. 1 (May 5, 2017): 83, https://doi.org/10.1186/s13059-017-1215-1.
Chayakrit Krittanawong et al., “Artificial Intelligence in Precision Cardiovascular Medicine,” Journal of the American College of Cardiology 69, no. 21 (May 1, 2017): 2657–64, https://doi.org/10.1016/j.jacc.2017.03.571.