Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah Ada Tanda Peringatan Sehari Sebelum Stroke?

Gejala stroke di wajah.
ilustrasi gejala stroke di wajah (IDN Times/Novaya Siantita)
Intinya sih...
  • Stroke kadang tidak terjadi begitu saja, tubuh sering memberi isyarat dini.
  • Transient ischemic attack (TIA) adalah tanda paling penting sebelum stroke yang sebenarnya terjadi.
  • Mengenali tanda dan mengelola faktor risiko stroke bisa menyelamatkan hidup.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Stroke adalah salah satu kondisi medis yang paling menakutkan. Bukan karena dampaknya yang bisa mengubah hidup, tetapi juga karena sering kali terjadi tanpa peringatan yang jelas.

Stroke terjadi ketika aliran darah ke bagian otak terputus, baik oleh bekuan (iskemik) maupun oleh pecahnya pembuluh darah (hemoragik). Akibatnya, sel-sel otak kehilangan oksigen dan nutrisi, yang menyebabkan kerusakan jaringan secara cepat.

Karena setiap menit sangat penting, mengenali gejala stroke sejak dini adalah kunci untuk kesempatan pemulihan yang lebih baik. Gejala stroke bisa muncul secara mendadak, tetapi ada pula indikasi klinis tertentu yang disebut sinyal peringatan awal.

Apakah mungkin tubuh memberi tanda sebelum stroke terjadi, misalnya sehari sebelumnya? Kalau penasaran dengan jawabannya, baca terus artikel ini sampai habis, ya!

Table of Content

Apakah ada tanda peringatan sehari sebelum stroke?

Apakah ada tanda peringatan sehari sebelum stroke?

Jawaban singkatnya: bisa ada, tetapi tidak selalu jelas atau mudah dikenali. Banyak penelitian menunjukkan bahwa tubuh dapat menunjukkan sinyal neurologis sebelum terjadinya serangan stroke yang sebenarnya, tetapi bentuk dan intensitasnya bisa sangat bervariasi antara individu.

1. Transient ischemic attack (TIA): sinyal yang paling dikenal sebelum stroke

Sinyal peringatan yang paling penting dan terbukti ilmiah adalah TIA atau “mini stroke.”

TIA terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu sementara, menyebabkan gejala mirip stroke tetapi hilang sendiri dalam waktu kurang dari 24 jam.

Penelitian besar dan pernyataan dari American Heart Association/American Stroke Association (AHA/ASA) menunjukkan bahwa TIA merupakan penanda bahwa stroke mungkin segera terjadi, sering kali dalam hitungan hari atau minggu setelahnya. Dalam analisis kohort di Oxford, sekitar 9 persen pasien yang akhirnya mengalami stroke besar melaporkan TIA pada hari sebelum stroke yang sebenarnya terjadi.

Gejala TIA tidak berbeda dengan stroke: kelemahan pada satu sisi wajah atau tubuh, bicara cadel, penglihatan terganggu, atau kehilangan keseimbangan. Karena gejala ini cepat hilang, banyak orang salah mengira sebagai gangguan ringan, padahal ini adalah alarm neurologis yang serius.

2. Sakit kepala "unik" atau tidak biasa

Selain TIA, beberapa studi mencatat bahwa beberapa pasien mengeluhkan sakit kepala yang parah dan berbeda dari biasanya beberapa jam hingga hari sebelum stroke.

Para peneliti juga menjelaskan fenomena "sakit kepala sentinel", yaitu nyeri kepala yang muncul sebelum stroke dan kemudian diikuti oleh insiden stroke. Ini bukan sakit kepala biasa seperti migrain atau tipe tegang, melainkan nyeri yang tiba-tiba, intens, dan tidak responsif terhadap analgesik biasa, yang bisa menandakan masalah vaskular mendalam di otak.

3. Perubahan lainnya

Selain TIA dan sakit kepala, gejala lain yang kadang terjadi—meskipun tidak spesifik dan mudah diabaikan—termasuk:

  • Kelemahan ringan atau mati rasa pada satu sisi tubuh.
  • Perubahan bicara singkat atau kesulitan memahami ucapan.
  • Pusing, kehilangan keseimbangan, atau gangguan penglihatan.

Gejala-gejala ini bisa datang dan pergi, dan sering diabaikan sebagai kelelahan, kurang tidur, atau stres. Namun, jika muncul mendadak dan tidak biasa bagi, ini harus dipandang serius karena bisa menunjukkan aliran darah ke otak mulai terganggu.

Penyebab dan faktor risiko stroke

Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
ilustrasi hipertensi atau tekanan darah tinggi (pexels.com/Marta Branco)

Stroke bukanlah kejadian tunggal yang tiba-tiba tanpa penyebab. Ada sejumlah faktor yang meningkatkan kemungkinan kamu mengalami stroke:

  • Tekanan darah tinggi: faktor risiko terbesar karena merusak dinding pembuluh darah dan mempercepat aterosklerosis.
  • Diabetes dan kolesterol tinggi: meningkatkan pembentukan plak dan risiko bekuan.
  • Merokok: merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penggumpalan darah.
  • Fibrilasi atrium: irama jantung yang tidak teratur memicu pembentukan gumpalan yang dapat menuju otak.
  • Usia, riwayat keluarga, dan gaya hidup tidak sehat juga berperan besar.

Beberapa faktor risiko tidak dapat diubah (seperti usia dan genetika), tetapi banyak faktor lain bisa diubah dengan perubahan gaya hidup dan/atau pengobatan.

Cara meminimalkan risiko stroke

Berita baiknya, banyak strategi pencegahan stroke yang efektif, seperti:

  • Kontrol tekanan darah: mengelola tekanan darah melalui diet, olahraga, atau obat adalah langkah paling efektif.
  • Mengelola gula darah dan kolesterol: pengendalian diabetes dan kolesterol menurunkan risiko pembentukan plak.
  • Berhenti merokok dan membatasi alkohol: kebiasaan ini memperbaiki kesehatan pembuluh darah secara signifikan.
  • Aktif bergerak dan diet sehat: aktivitas fisik rutin dan diet kaya akan sayur, buah, serta rendah garam membantu fungsi kardiovaskular.
  • Deteksi fibrilasi atrium: Jika memiliki fibrilasi atrium, pengobatan yang tepat dapat menurunkan risiko stroke secara dramatis.

Strategi pencegahan ini tidak hanya menurunkan kemungkinan stroke, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Tubuh sering memberikan tanda peringatan sebelum stroke terjadi, dan ini adalah peluang besar untuk intervensi dini. TIA adalah bentuk peringatan paling jelas, dan munculnya gejala neurologis mendadak harus selalu dipandang serius.

Meskipun tidak semua stroke dapat diprediksi 100 persen, tetapi memahami tanda-tanda awal dan faktor risiko memungkinkan kamu untuk bertindak lebih cepat dan efektif. Pengelolaan faktor risiko melalui gaya hidup sehat dan pengobatan yang tepat dapat secara signifikan menurunkan risiko serangan stroke. Jadi, kenali tubuhmu, dan jangan tunda untuk mencari bantuan medis ketika gejala muncul.

Referensi

"Stroke Symptoms." American Stroke Association. Diakses Februari 2026.

"Stroke Warning Signs Often Occur Hours Or Days Before Attack." ScienceDaily. Diakses Februari 2026.

"Stroke symptoms, even if they disappear within an hour, need emergency assessment." American Heart Association. Diakses Februari 2026.

"Stroke Warning Signs Often Occur Hours or Days before Attack." American Academy of Neurology. Diakses Februari 2026.

Share
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

7 Jenis Kanker Ini Sulit Dideteksi pada Tahap Dini

05 Feb 2026, 17:19 WIBHealth