Evaluasi dapat dimulai setelah 12 bulan hubungan seksual rutin tanpa kontrasepsi jika pasangan perempuan berusia di bawah 35 tahun. Pemeriksaan dianjurkan setelah 6 bulan bila pasangan perempuan berusia 35 tahun atau lebih. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan pada kedua pasangan secara bersamaan.
Pria juga sebaiknya tidak menunda pemeriksaan jika mengalami gangguan ereksi atau ejakulasi, riwayat cedera atau operasi testis, IMS, testis tidak turun, kemoterapi, atau pernah menggunakan steroid anabolik.
Analisis air mani biasanya menjadi salah satu pemeriksaan awal. Hasilnya akan membantu dokter menentukan apakah diperlukan pemeriksaan atau penanganan lanjutan.
Robert E. Brannigan et al., “Updates to Male Infertility: AUA/ASRM Guideline (2024),” The Journal of Urology 212, no. 6 (2024): 789–799, https://doi.org/10.1097/JU.0000000000004180.
American Society for Reproductive Medicine, “Diagnosis and Treatment of Infertility in Men: AUA/ASRM Guideline,” diakses September 2026.
Pravesh Kumar Bundhun et al., “Tobacco Smoking and Semen Quality in Infertile Males: A Systematic Review and Meta-Analysis,” BMC Public Health 19 (2019): 36, https://doi.org/10.1186/s12889-018-6319-3.
European Association of Urology, “Male Infertility,” EAU Guidelines on Sexual and Reproductive Health, diakses September 2026.
Rashmi Agarwal et al., “Mediterranean Diet, Semen Quality, and Medically Assisted Reproductive Outcomes in the Male Population: A Systematic Review and Meta-Analysis,” Advances in Nutrition 16, no. 8 (2025): 100454, https://doi.org/10.1016/j.advnut.2025.100454.
American Society for Reproductive Medicine, “Definition of Infertility: A Committee Opinion,” 2023, diakses September 2026.