- Vaksin meningitis
Selain Vaksin Wajib, Lansia Juga Perlu Vaksin Ini sebelum Berhaji

Lansia yang akan berhaji disarankan melengkapi vaksin wajib seperti meningitis ACWY dan polio untuk mencegah infeksi berat di tengah kerumunan besar selama ibadah.
Vaksin influenza dan COVID-19 direkomendasikan agar lansia terhindar dari komplikasi pernapasan serius akibat perubahan suhu ekstrem dan aktivitas fisik tinggi saat haji.
Vaksin pneumonia serta vaksin tambahan seperti hepatitis atau herpes zoster dapat diberikan sesuai kondisi kesehatan lansia sebagai perlindungan ekstra sebelum keberangkatan.
Dalam aspek kesehatan, ibadah haji menciptakan tantangan kesehatan yang unik, terutama bagi lansia yang memiliki daya tahan tubuh lebih rendah dan sering kali hidup dengan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau masalah jantung.
Bagi jemaah lansia, vaksinasi merupakan lapisan perlindungan untuk mengurangi risiko infeksi berat, rawat inap, hingga komplikasi yang bisa mengganggu ibadah. Memahami dan mendapatkan vaksin wajib dan vaksin yang dianjurkan menjadi bagian penting dari persiapan haji.
Table of Content
1. Vaksin wajib: meningitis ACWY dan polio
Vaksin meningitis quadrivalent ACWY adalah syarat wajib untuk seluruh jemaah haji. Vaksin ini melindungi dari infeksi bakteri meningokokus yang dapat menyebabkan meningitis, yaitu peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini dapat menyebar melalui droplet saat batuk, bersin, atau kontak dekat di kerumunan besar.
Pemerintah Arab Saudi mewajibkan bukti vaksin meningitis ACWY yang diberikan minimal 10 hari sebelum keberangkatan. Masa berlaku vaksin tergantung jenisnya: hingga 3 tahun untuk vaksin polisakarida dan hingga 5 tahun untuk vaksin konjugat.
Untuk lansia, vaksin konjugat umumnya lebih disukai karena memberikan respons imun yang lebih baik dibanding vaksin polisakarida. Organisasi kesehatan di kawasan Timur Tengah juga mencatat bahwa vaksin konjugat ACWY menghasilkan perlindungan yang lebih kuat pada kelompok usia yang lebih tua.
Vaksin polio juga menjadi syarat wajib bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia. Kebijakan ini mulai diberlakukan sejak 2025 setelah Arab Saudi memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara yang perlu memberikan perlindungan tambahan terhadap polio karena adanya kasus dalam satu tahun terakhir.
Jenis vaksin yang digunakan adalah inactivated poliovirus vaccine (IPV) sebanyak satu dosis. Vaksin diberikan minimal 2–4 minggu sebelum keberangkatan. Arab Saudi juga menerima bivalent oral polio vaccine (bOPV), tetapi di Indonesia vaksin yang lebih umum digunakan untuk jemaah haji adalah IPV.
Bagi lansia, vaksin polio tetap penting meski penyakit ini sering dianggap hanya menyerang anak-anak. Polio adalah infeksi virus yang dapat menyerang sistem saraf dan dalam kasus tertentu menyebabkan kelumpuhan permanen. Risiko paparan meningkat ketika jutaan orang dari berbagai negara berkumpul dalam satu area selama musim haji.
2. Vaksin influenza

Influenza sering dianggap penyakit ringan, tetapi pada lansia, infeksi ini bisa berkembang menjadi pneumonia, memperburuk penyakit jantung, atau memicu rawat inap. Risiko meningkat saat haji karena jemaah berada di lingkungan padat dan sering berganti suhu, dari panas luar ruangan ke ruangan ber-AC.
Vaksin influenza sangat direkomendasikan bagi jemaah haji. Vaksin diberikan minimal 10 hari sebelum keberangkatan dan idealnya masih dalam periode kurang dari satu tahun.
Bagi lansia, vaksin influenza penting bukan hanya untuk mencegah flu, tetapi juga untuk mengurangi risiko komplikasi serius. Penelitian menunjukkan bahwa vaksin flu dapat menurunkan risiko rawat inap akibat influenza dan pneumonia pada lansia.
3. Vaksin COVID-19
Meski situasi pandemi sudah jauh lebih terkendali, tetapi COVID-19 masih menjadi ancaman bagi kelompok lansia. Risiko gejala berat, rawat inap, dan kematian akibat COVID-19 tetap lebih tinggi pada usia lanjut, terutama jika memiliki penyakit penyerta.
Arab Saudi dalam beberapa musim haji terakhir meminta jemaah memiliki bukti vaksin COVID-19 terbaru. Pada pedoman 1446 H, jemaah diminta menerima dosis vaksin COVID-19 minimal 10 hari sebelum keberangkatan, terlepas dari riwayat vaksin sebelumnya.
Bagi lansia, vaksin COVID-19 membantu mengurangi risiko komplikasi berat dan menjaga kondisi tubuh tetap stabil selama ibadah. Ini penting karena aktivitas fisik yang tinggi, paparan panas, dan kepadatan jemaah dapat memperberat infeksi pernapasan.
4. Vaksin pneumonia

Pneumonia adalah salah satu penyebab rawat inap dan kematian yang paling sering pada lansia. Risiko meningkat saat haji karena kelelahan, dehidrasi, dan paparan infeksi saluran napas yang tinggi.
Vaksin pneumokokus tidak termasuk vaksin wajib untuk haji, tetapi sangat direkomendasikan bagi lansia, terutama yang memiliki diabetes, penyakit jantung, penyakit paru kronis, atau gangguan imun. Vaksin ini membantu melindungi dari bakteri Streptococcus pneumoniae, salah satu penyebab utama pneumonia berat.
Banyak organisasi kesehatan internasional merekomendasikan vaksin pneumokokus untuk orang berusia 65 tahun ke atas atau kelompok berisiko tinggi. Vaksin ini tidak harus diberikan tepat menjelang haji, tetapi sebaiknya dipastikan sudah lengkap sebelum keberangkatan.
5. Vaksin lainnya
Pada kondisi tertentu, dokter mungkin juga menyarankan vaksin tambahan. Misalnya, vaksin polio untuk jemaah yang datang dari negara tertentu dengan risiko penularan tinggi, atau vaksin hepatitis A dan B bagi mereka yang belum pernah mendapatkannya.
Selain itu, vaksin herpes zoster juga bisa dipertimbangkan pada lansia karena risikonya meningkat seiring usia. Meski tidak berkaitan langsung dengan haji, tetapi kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan dan daya tahan tubuh selama perjalanan panjang.
Bagi lansia, vaksinasi sebelum haji adalah investasi kesehatan untuk menjaga tubuh tetap kuat di tengah aktivitas fisik, cuaca ekstrem, dan risiko infeksi yang tinggi. Bicarakan dengan dokter mengenai apa saja vaksin yang mungkin dibutuhkan sesuai dengan kondisi.
Referensi
Saudi Ministry of Health. “Hajj Vaccinations 1446 – FAQ.” Diakses April 2026.
Saudi Ministry of Health. “Vaccinations for Pilgrims Coming from Inside the Kingdom.” Diakses April 2026.
Saudi Ministry of Health. “Vaccinations for Pilgrims Coming from Outside the Kingdom.” Diakses April 2026.
World Health Organization Regional Office for the Eastern Mediterranean. “Consensus Recommendation for Meningococcal Disease Prevention for Hajj and Umra Pilgrimage/Travel Medicine.” Diakses April 2026.
Centers for Disease Control and Prevention. “Saudi Arabia: Hajj and Umrah Pilgrimages.” Diakses April 2026.



![[QUIZ] Dari Jadwal Gym Kamu, Cek Kamu Overtraining atau Tidak](https://image.idntimes.com/post/20260126/bagaimana-cara-gym-yang-benar-agar-tubuh-tetap-sehat-frekuensi-latihan_8237eca4-7799-4602-a542-ac90b488a9a2.jpeg)














