6 Bisnis yang Bisa Digeluti Mei Mei Andai Minat Berwirausaha

- Artikel mengulas peluang bisnis hipotetis bagi Mei Mei dari Upin & Ipin, meski ia belum pernah ditampilkan berjualan dan digambarkan berfokus sebagai guru.
- Kegemarannya membaca dan berkebun dinilai cocok dikembangkan menjadi bisnis buku preloved, sayur-mayur, serta tanaman hias dengan memanfaatkan pengetahuan perawatan tanaman.
- Gaya fashion, kreativitas kerajinan, dan minat masak-masakan membuat Mei Mei diproyeksikan bisa menjual perlengkapan fashion, pernak-pernik DIY, hingga makanan khas Tionghoa.
Walau Mei Mei tampak tak bercita-cita menjadi pebisnis sama sekali, mungkin saja di masa depan nanti ia bakal punya minat dalam berbisnis di samping menekuni pekerjaan utamanya sebagai guru di sekolah. Apalagi, banyak fans Upin & Ipin yang kerap menjodohkan Mei Mei dengan Mail, bocah yang dikenal sebagai pebisnis ulung. Hal itu pun membuat peluang Mei Mei untuk punya ketertarikan pada dunia bisnis semakin besar.
Namun, tak seperti Upin dan Ipin yang punya banyak momen saat mereka berjualan sesuatu, Mei Mei sama sekali belum pernah diperlihatkan memiliki pengalaman berbisnis. Karena itu, mungkin sedikit sulit memperkirakan produk atau barang yang cocok menjadi ide bisnisnya. Tapi, kalau melihat berbagai aktivitas serta kegemarannya sehari-hari, sebenarnya ada beberapa peluang bisnis yang cocok untuk digeluti Mei Mei. Yuk, ikutin pembahasannya!
1. Jualan buku-buku bekas atau bisnis buku preloved

koleksi buku fisik yang dimiliki Mei Mei (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin) Kamu tentu tahu betapa gemarnya Mei Mei dalam membaca buku. Bahkan, di rumahnya ia diperlihatkan punya deretan buku yang menggunung. Ketimbang hanya menyimpannya sebagai koleksi pribadi, ia bisa menjual sebagian buku lamanya dengan harga jauh lebih miring, agar tak ada lagi yang merasa bahwa hobi membaca itu mahal.
Kalaupun tidak, Mei Mei bisa menawarkan kepada siapa pun yang punya buku tak terpakai di rumahnya untuk dijual padanya, lalu Mei Mei memasarkannya kembali sebagai buku preloved lewat toko online. Walau nantinya Mei Mei hanya mengambil keuntungan kecil untuk setiap satu buku yang terjual, sepertinya itu bukan jadi masalah baginya, karena Mei Mei memang punya misi mencerdaskan anak bangsa.
2. Jualan sayur-mayur

Mei Mei terlihat menunjukkan sayur kangkung yang ia bawa pada Cikgu Melati (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin) Kalau kamu flashback ke episode "Berkebun" musim 3, kamu mestinya tahu adegan ikonik Mei Mei ketika mengajari Upin dan Ipin yang tampak clueless alias tak paham apa-apa soal berkebun. Mei Mei mengajari mereka untuk memberi jarak pada setiap bibit yang ditanam supaya bisa tumbuh dengan baik, menyingkirkan bekicot dan ulat pemakan sayur yang berpotensi merusak tanaman, hingga membiarkan cacing tetap hidup karena bisa membantu menyuburkan tanah.
Nah, dari berbagai pengetahuan tersebut, Mei Mei juga punya potensi untuk mendirikan bisnis di bidang ini. Dengan modal dari orangtuanya atau tabungan yang ia kumpulkan dari pekerjaannya sebagai guru di Malaysia, ia bisa mulai mengelola kebun kecil-kecilan. Beberapa jenis sayuran yang relatif mudah dirawat, seperti terong, bayam, dan sawi, bisa menjadi pilihan untuk ditanam. Dengan begitu, kegiatan berkebunnya tak terlalu membebani Mei Mei, tetapi hasil panennya masih laku dijual dengan harga yang kompetitif.
3. Jualan tanaman hias

koleksi tanaman hias yang dimiliki Mei Mei (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin) Tak hanya pandai soal berkebun sayur, Mei Mei juga jago dalam menumbuhkan dan merawat tanaman hias. Memang sih, sejauh ini ia baru diperlihatkan rutin merawat pot-pot bunga Matahari yang ada di halaman rumahnya. Meski begitu, mengingat Mei Mei adalah bocah yang senang mengeksplorasi hal baru dan tak melulu terpaku pada satu hal saja, bukan tak mungkin suatu saat ia mulai tertarik mencoba menumbuhkan tanaman hias lainnya.
Di kehidupan warga modern saat ini, banyak orang sudah tertarik memiliki tanaman hias demi mempercantik pekarangan rumah mereka. Mei Mei bisa mencoba peluang bisnis ini, misalnya dengan menanam tanaman hias populer seperti bunga kertas, bougenvil, atau mawar. Kalau mau naik tingkat, ia juga bisa merambah tanaman hias indoor yang perawatannya relatif mudah, tetapi cukup diminati banyak orang, seperti sirih gading, lidah mertua, dan monstera. Dengan begitu, pilihan produknya bisa lebih beragam dan menjangkau calon pembeli dengan selera berbeda.
4. Jualan sepatu atau perlengkapan fashion

Mei Mei tertarik mencoba sepatu merah di gedung barang Malaysia dan pernah tampil fashionable dan feminin untuk perayaan hari ulang tahunnya (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin) Kalau kamu notice, Mei Mei termasuk bocah yang paling fashionable dan percaya diri dibandingkan anak perempuan lainnya di serial ini. Selain tak ragu melabeli dirinya sebagai si cantik, Mei Mei juga punya attitude dan gaya berpakaian yang sangat feminin dan modern. Rambutnya yang dahulu belah tengah kini di-upgrade dengan poni depan yang dibuat lebih tertata dan bikin wajahnya makin manis.
Selain itu, Mei Mei juga pernah berlagak bak seorang model di runway saat mencoba sepatu merah, serta tampil mencolok dengan gaun pink dan mahkota yang tersemat di kepalanya saat perayaan ulang tahunnya. Dengan fakta tersebut, ia punya peluang menjajal bisnis jualan sepatu, pernak-pernik fashion khusus anak-anak hingga wanita dewasa, atau bahkan mengembangkan butik kecantikan di masa depan. Sebab, selera Mei Mei dalam urusan pemilihan outfit dan memadupadankan penampilan sudah teruji sehingga pelanggannya pasti tak akan kecewa.
5. Jualan pernak-pernik DIY

Mei Mei juga cocok berjualan pernak-pernik DIY macam keychain beraneka desain atau gelang persahabatan kustom (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin) Mei Mei adalah anak yang sangat kreatif dan selalu totalitas dalam mengerjakan setiap tugas sekolahnya. Mulai dari membuat kartu ucapan Hari Ibu dengan kata-kata dan dekorasi yang ia rangkai sendiri hingga membuat wadah presentasi serangga yang sangat estetik. Bahkan, ketika menghadiahkan oleh-oleh buat teman kelasnya, alih-alih memberikan hadiah sederhana seperti makanan ringan atau permen, Mei Mei memilih memberikan sebuah keychain alias gantungan kunci dengan aksesori terompah mini.
Sejak dulu hingga sekarang, bisnis menjual produk kerajinan sebagai oleh-oleh masih punya peluang yang cukup besar, terlebih karena produk seperti ini bisa menjadi hadiah yang berkesan. Mei Mei bisa mencoba membuat berbagai pernak-pernik DIY, mulai dari gantungan kunci, aksesori kecil, hingga kartu ucapan dekoratif. Namun, jika masih berada dalam tahap pemula, kemungkinan ia hanya bisa mengerjakan pesanan dalam jumlah sedikit dan belum mampu menerima permintaan dalam skala besar.
6. Jualan makanan khas Tionghoa

Yee sang, hidangan khas Tionghoa yang dimakan Mei Mei di rumah neneknya (facebook.com/Mei Mei) Apalagi, Mei Mei memang senang bermain masak-masakan. Hobi masa kecilnya ini bisa berpeluang menjadi bisnis di masa depan apabila ia memang serius menekuninya. Terlebih, dunia kuliner punya jangkauan yang sangat luas dan tak melulu harus menghadirkan makanan viral yang cepat naik dan seringnya cepat pula turun hype-nya. Paling mudah, Mei Mei bisa mengawalinya dari kuliner yang paling dekat dengan latar belakang keluarganya, yaitu Chinese food.
Dalam beberapa adegan di Upin & Ipin, Mei Mei pernah terlihat beberapa kali menikmati hidangan khas Tionghoa, seperti Yee sang yang muncul dalam adegan kilas balik ketika ia menceritakan pengalamannya makan bersama keluarga besar di rumah neneknya. Namun, kalau ingin memperluas pasar, Mei Mei juga bisa memilih berjualan aneka kuliner lain yang tak terlalu restricted alias masih bisa dinikmati berbagai kalangan tanpa terhalang perbedaan budaya dan agama, misalnya aneka mi, bakpao dengan isian beragam, atau kue dan pastry.
Nah, dari berbagai aktivitas dan hobi yang Mei Mei punya, sebenarnya ada banyak sekali peluang bisnis yang bisa digelutinya sebagai sumber pemasukan sampingan di masa depan. Toh, sejak kecil Mei Mei memang termasuk anak yang aktif dan selalu penasaran dengan hal-hal baru. Jadi, bukan hal yang mustahil jika suatu saat nanti ia tertarik menjajal bisnis, di samping menekuni pekerjaannya sebagai guru di sekolah. Selain yang sudah disebutkan, apakah kamu masih punya ide bisnis lain yang cocok diambil Mei Mei?





















