Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Karakter Anime yang Hidupnya Hancur Karena Perang

3 min read
Karakter Anime yang Hidupnya Hancur Karena Perang
Nagato terkejut melihat pengorbanan Yahiko. (dok. Pierrot/Naruto: Shippuden)
  • Seita dan Setsuko kehilangan orang tua, rumah, serta masa depan setelah pengeboman, lalu menghadapi trauma dan kelaparan sebagai dampak perang.
  • Gintoki, Thorfinn, dan Guts membawa luka perang berbeda: membunuh guru demi teman, kehilangan arah setelah balas dendam, serta hidup dalam kekerasan dan pengkhianatan.
  • Nagato kehilangan orang tua dan sahabat akibat perang, lalu mengubah penderitaannya menjadi ambisi menciptakan perdamaian melalui rasa takut dan kekuatan Bijuu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hal yang paling mengerikan dari perang bukan hanya tentang membunuh satu sama lain. Perang tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga merenggut harapan, cita-cita, dan masa depan. Bahkan setelah desingan peluru berhenti, luka yang ditinggalkan akan membekas selamanya.

Di bawah mungkin adalah contoh dari betapa kejamnya sebuah peperangan. Berikut deretan karakter anime yang hidupnya dihancurkan oleh perang. Siapa saja karakternya? Yuk, simak ulasannya!

  1. 1. Seita dan Setsuko (Grave of the Fireflies)

    Seita dan Setsuko (dok. Studio Ghibli/Grave of the Fireflies)
    Seita dan Setsuko (dok. Studio Ghibli/Grave of the Fireflies)

    Grave of the Firefflies memberikan gambaran dari kejamnya sebuah perang, terutama terhadap anak kecil. Mengambil latar pada Perang Dunia II, ceritanya berpusat pada Seita dan Setsuko. Sementara mereka berhasil selamat dari bom nuklir, keduanya harus berjuang melawan perang yang lebih hebat: trauma dan kelaparan.

    Setelah selamat dari pengeboman di Nagasaki dan Hiroshima, Seita dan Setsuko kehilangan segalanya. Mereka tak hanya kehilangan orangtua, tetapi juga rumah dan masa depan. Ketika orang dewasa hanya mementingkan diri sendiri, Seita dan Setsuko harus berjuang melawan kelaparan sebagai dampak dari peperangan.

  2. 2. Gintoki Sakata (Gintama)

    Gintoki Sakata
    Gintoki Sakata (dok. Bandai Namco Pictures/Gintama)

    Terlepas dari kepribadiannya yang santai, Gintoki Sakata sebenarnya menyimpan trauma mendalam terhadap peperangan. Pada Perang Joui, Gintoki sebenarnya menjadi salah satu prajurit yang sangat ditakuti. Dirinya bahkan dijuluki sebagai Shiroyasha yang berarti Iblis Putih.

    Namun, Perang Joui tidak bisa diakhiri tanpa pengorbanan. Demi mengakhiri perang dan menyelamatkan teman-temannya, Gintoki dipaksa membunuh guru yang sudah membesarkannya, Shoyo Yoshida. Di balik tingkahnya yang konyol, Gintoki terus menyimpan trauma mendalam atas kematian gurunya.

  3. 3. Thorfinn (Vinland Saga)

    Thorfinn
    Thorfinn (dok. MAPPA/Vinland Saga)

    Setelah ayahnya dibunuh oleh Askeladd, Thorfinn hanya memiliki satu tujuan: balas dendam pada pembunuh ayahnya. Sejak saat itu, Thorfinn tumbuh di medan perang. Sayangnya, kekejaman perang telah membuat Thorfinn kehilangan alasan untuk menjadi manusia.

    Setelah kematian Askeladd, Thorfinn justru mulai kehilangan arah. Dirinya tidak lagi memiliki tujuan hidup dan mengalami krisis eksistensial yang luar biasa. Thorfinn tidak tahu kenapa dirinya harus bertahan, karena pada akhirnya manusia tetap akan mati.

  4. 4. Guts (Berserk)

    Guts
    Guts (dok. Millepensee/Berserk)

    Guts mungkin adalah contoh paling brutal dalam daftar ini. Sejak dirinya dilahirkan, hidup Guts tidak pernah jauh dari peperangan. Guts tidak bisa bertahan hidup tanpa perang, karena dirinya hanya tahu cara membunuh.

    Lebih tragis lagi, perang bukan satu-satunya hal yang menghancurkan hidup Guts. Namun, Guts juga dihancurkan oleh pengkhianatan. Karena setelah pengkhianatan Griffith, Guts tidak akan pernah menemukan kedamaian dalam seumur hidupnya.

  5. 5. Nagato Uzumaki (Naruto)

    Nagato Uzumaki (dok. Pierrot/Naruto: Shippuden)
    Nagato Uzumaki (dok. Pierrot/Naruto: Shippuden)

    Juga dikenal dengan Pain, Nagato Uzumaki kehilangan segalanya karena peperangan. Saat dirinya masih kecil, Nagato kehilangan kedua orangtuanya yang dibunuh oleh ninja Konoha. Beranjak dewasa, Nagato juga harus kehilangan sahabatnya, Yahiko, saat memperjuangkan perdamaian.

    Penderitaan karena kehilangan akhirnya mengubah pandangan Nagato dalam mencapai perdamaian. Demi mencegah peperangan, Nagato berambisi untuk menguasai dunia dengan kekuatan Bijuu. Menurutnya, perdamaian hanya bisa dicapai jika semua orang merasakan penderitaan yang sama. Itu karenanya, Nagato ingin menempatkan dunia dalam rasa takut, sehingga mereka terlalu takut untuk membunuh satu sama lain.

    Perang tidak hanya memberikan kehancuran, tetapi juga luka dan trauma mendalam bagi siapa saja yang mengalaminya. Kelima karakter di atas bisa dibilang sebagai contoh korban dari kejamnya peperangan. Jadi, bagaimana menurutmu? Dari kelima karakter di atas, siapa yang menurutmu paling tragis?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More