Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Imajinari Spill Bujet Film Baru Bene Dion, Agak Laen Ikut Invest!

Imajinari Spill Bujet Film Baru Bene Dion, Agak Laen Ikut Invest!
press conference film Pulang Kampung di Studio Sepat 72, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Intinya Sih
  • Bene Dion kembali menyutradarai film berjudul Pulang Kampung, musikal Batak pertama di Indonesia yang dibintangi Vanessa Zee dan Axelo Nababan serta digarap bersama rumah produksi Imajinari.
  • Produser Dipa Andika mengungkap bujet film ini tergolong mahal, sementara geng Agak Laen turut berinvestasi membantu pendanaan proyek tersebut.
  • Ernest Prakasa menyebut Pulang Kampung memiliki lokasi syuting terbanyak dengan tantangan teknis besar karena berpindah-pindah antara Jakarta dan berbagai daerah di Sumatra Utara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Bene Dion kembali duduk di kursi sutradara lewat film terbarunya bersama Imajinari berjudul Pulang Kampung. Menggandeng Vanessa Zee dan Axelo Nababan sebagai pemeran utama, film ini disebut-sebut sebagai salah satu film musikal Batak pertama di Indonesia.

Menariknya, dalam sesi press conference yang berlangsung di Studio Sepat 72 pada Jumat (17/4/2026), produser Dipa Andika blak-blakan menyebut Pulang Kampung memiliki bujet produksi yang mahal. Ia juga mengungkap bahwa geng Agak Laen pun turut ambil bagian dalam pendanaan film ini sebagai investor.

1. Ernest Prakasa sebut Pulang Kampung jadi film dengan syuting terbanyak

press conference film Pulang Kampung di Studio Sepat 72, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026)
press conference film Pulang Kampung di Studio Sepat 72, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Ernest Prakasa yang turut hadir dalam press conference mengungkap berbagai fakta menarik film Pulang Kampung. Salah satunya, film ini akan menjadi film mereka dengan lokasi syuting terbanyak. Ernest mengaku tak bisa memprotes hal tersebut, karena keputusan itu merupakan bagian dari visi Bene Dion sendiri sebagai sutradara.

“Mungkin lokasinya tuh film lokasi terbanyak, banyak banget dan kita gak bisa nego. ‘Ben, ini mahal lokasinya banyak karena Bene pengin mengangkat bahwa Batak itu ada beberapa sub-etnis,” kata Ernest Prakasa selaku Produser.

Bene kemudian menjelaskan bahwa keputusan untuk syuting di banyak lokasi di Sumatra Utara tersebut berhubungan dengan kebutuhan utama cerita yang ingin memperkenalkan keragaman suku Batak yang selama ini sering disederhanakan.

“Jadi selama ini orang tahu Batak itu terkesan hanya satu suku. Padahal, ada Batak Toba, Karo, Simalungun, Pakpak, hingga Mandailing. Bagaimana caranya supaya orang-orang umum tahu suku Batak ini di bagian mana, wilayah mana gitu. Jadi berusaha menjelaskan itu dan supaya dengan mudah dipahami oleh orang-orang yang bukan Batak, bagaimana pembagiannya,” ungkap Bene.

2. Dipa Andika spill film ini memiliki bujet yang mahal dan geng Agak Laen ikut investasi

press conference film Pulang Kampung di Studio Sepat 72, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026)
press conference film Pulang Kampung di Studio Sepat 72, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Sementara itu, ketika ditanya terkait total lokasi syuting yang masuk dalam list mereka, Ernest belum bisa memberikan detailnya. Namun, Dipa membocorkan bahwa dengan skala produksi yang besar, tentu film Pulang kampung memiliki bujet produksi yang mahal.

“Tanggapannya mah satu ya, mahal. Script-nya mah simple. Pendek-pendek aja,” ucapnya.

Di balik bujet produksi yang mahal itu, geng Agak Laen ternyata turut memberikan dukungan dengan terlibat dalam pendanaan. Awalnya, Bene Dion ragu membocorkan hal ini. Namun, Dipa secara blak-blakan mengungkap bahwa geng Agak Laen ikut membantu dari sisi finansial.

“Teman-teman tiga itu tahu aku bikin film dan men-support. Eh kasih spill gak ya? Gak usah deh,” kata Bene dengan nada berhati-hati. Dipa kemudian menambahkan, “Bilang aja invest, dia invest di film, udah selesai gitu aja. Titik. Bene butuh tabungan, jadi Agak Laen yang bantuin.”

3. Ernest Prakasa ungkap tantangan produksi dengan lokasi yang berpindah-pindah

press conference film Pulang Kampung di Studio Sepat 72, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026)
press conference film Pulang Kampung di Studio Sepat 72, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Ernest menjelaskan bahwa proses syuting film Pulang Kampung akan dimulai pada akhir bulan ini dan berlangsung selama 26 hari, dengan rincian 5 hari di Jakarta dan 21 hari di Sumatra Utara. Dengan lokasi syuting yang berpindah-pindah, ia pun mengakui hal tersebut akan menjadi tantangan tersendiri bagi mereka, terutama dari sisi teknis produksi.

“Pas baca script seru-seru aja. Tapi bayangin kita mau actually melakukannya. Kalau kita pindah kota doang gampang ya. Tapi kalau kita pindah kota 150 orang, dengan perlengkapan dan segala macam, dan setiap kali berhenti kita harus mikirin hotelnya, laundry-nya, makannya, dan itu jadi challenge buat kita belajar lagi,” kata Ernest.

Ia melanjutkan, “Jadi ada banyak kendala-kendala teknis di lapangan.”

Meski begitu, Ernest merasa sangat bersyukur karena mereka memiliki tim yang solid. Selain beberapa nama yang telah disebutkan, film ini juga melibatkan Kristo Immanuel sebagai ko-sutradara dan penyanyi Judika sebagai salah satu pemerannya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Triadanti N
EditorTriadanti N
Follow Us

Latest in Hype

See More