Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

13 Fakta Menarik Macklemore, Gencar Serukan Isu Kemanusiaan

15 min read
13 Fakta Menarik Macklemore, Gencar Serukan Isu Kemanusiaan
Macklemore (commons.wikimedia.org/pitpony.photography)
  • Macklemore meraih sukses global sebagai artis independen bersama Ryan Lewis lewat “Thrift Shop” dan “Can't Hold Us”, lalu melanjutkan karier solo serta berbagai kolaborasi musik.
  • Ia terbuka tentang perjuangan kecanduan, pernah terlibat kampanye penanganan opioid bersama Barack Obama, dan mengaku sempat kambuh selama pandemi sebelum kembali menjalani pemulihan.
  • Dukungan vokalnya untuk Palestina mencakup lagu, donasi, dan film dokumenter; ia juga membatalkan konser Dubai terkait Sudan serta dikeluarkan dari sisa tur Ed Sheeran di AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pada 2012, sebuah lagu rap yang catchy berjudul "Thrift Shop" menggemparkan dunia musik pop. Diciptakan oleh rapper asal Seattle bernama Macklemore, bersama rekan produsernya, Ryan Lewis, lagu ini menarik perhatian banyak orang dengan tema barang-barang keren yang bisa ditemukan di toko barang bekas (thrift shop). Bisa dibilang, lagu ini merupakan bentuk penolakan yang cukup tegas terhadap over consumption dan gaya hidup hedonisme berbalut merek-merek mewah yang kala itu mendominasi dunia musik rap. "Thrift Shop" berhasil menduduki peringkat pertama di tangga lagu Billboard Hot 100 dan bertahan di posisi itu selama 6 minggu.

Tahun berikutnya, duo ini kembali meraih posisi puncak di tangga lagu yang sama lewat lagu "Can't Hold Us", yang bertahan selama 5 minggu di peringkat pertama Billboard. Kesuksesan mereka terasa semakin mengesankan mengingat status mereka sebagai artis independen yang gak bernaung di bawah label besar. Jadi, mereka berhasil membangun basis penggemar lewat upaya akar rumput di luar mekanisme industri musik, yang memang lazim dalam mencetak bintang.

Seperti yang dijelaskan Macklemore dalam wawancaranya dengan podcast Nerdist. "Bukan hanya soal 'Thrift Shop', ada sikap mandiri (do it yourself) di balik musik yang kami ciptakan, dan sikap itu juga hadir dalam lagu 'Thrift Shop' ini."

Meskipun gak mengulangi kesuksesan tangga lagu seperti karya-karya awalnya, Macklemore tetap menjadi sosok yang patut diperhitungkan di dunia musik hingga saat ini. Bahkan, pada 4 September 2026, Macklemore tampil di "Loop Tour" Ed Sheeran di Stadion MetLife di New Jersey. Namun, penampilannya ini berujung kontroversi karena pernyataannya terkait dukungannya terhadap Palestina. Dilansir Billboard, Macklemore pun dikeluarkan dari "Loop Tour" setelah hanya tampil di dua pertunjukan. Pencopotannya ini diumumkan oleh promotor tur AS, Messina Touring Group, pada 14 September.

Nah, kamu pasti penasaran, kan, siapa Macklemore sebenarnya? Bagaimana ia bisa sukses dan kenapa ia sangat mendukung Palestina?

  1. 1. Macklemore menikah dan menjadi seorang ayah

    Macklemore bersama istri dan anak-anaknya
    Macklemore bersama istri dan anak-anaknya (instagram.com/macklemore)

    Pada Januari 2013, Macklemore—yang bernama asli Ben Haggerty—mengumumkan kehidupan pribadinya. Ia mengaku sudah bertunangan dengan kekasih sekaligus manajer turnya yang sudah lama menemaninya, yakni Tricia Davis. "Setelah 7 tahun, aku melamarnya. Dan dia berkata, "Iya," tulisnya di Instagram, yang disertai foto cincin pertunangan bertakhtakan berlian besar.

    Dua tahun kemudian, pasangan tersebut merilis video YouTube yang mengumumkan bahwa mereka sedang menantikan kelahiran anak pertama. Mereka juga membenarkan kabar yang tersiar kalau Davis tengah hamil. Beberapa bulan setelahnya, Davis mengumumkan kelahiran anak pertama mereka, seorang putri yang diberi nama Sloane Ava Simone Haggerty.

    Dalam kabar bahagia yang diunggah di Instagram tersebut, Macklemore juga bilang kalau ia dan Tricia Davis sudah resmi menikah. Bersamaan dengan momen kelahiran itu, Macklemore merilis single baru. Lagu ini merupakan hasil kolaborasi dengan Ed Sheeran yang diberi judul "Growing Up (Sloane's Song)" yang dipersembahkan untuk bayinya.

    Pada 2018, Macklemore kembali membawa kabar gembira bahwa ia dan istrinya sudah menyambut kelahiran anak kedua mereka. Kembali dikaruniai seorang putri, kali ini Macklemore menamai anaknya Colette Koala Haggerty. Kemudian, hadir lagi anak ketiga mereka, seorang putra bernama Hugo Jack Haggerty, yang lahir pada 2021.

  2. 2. Macklemore pernah bekerja sama dengan Barack Obama untuk memerangi kecanduan opioid

    Barack Obama dan Macklemore
    Barack Obama dan Macklemore (youtube.com/ obamawhitehouse)

    Seperti yang diketahui para fansnya, Macklemore sangat terbuka mengenai pergulatan masa lalunya dengan penyalahgunaan zat terlarang. Ia juga pernah kehilangan sahabatnya karena overdosis di usia 21 tahun. Pada tahun 2016, latar belakang tersebut membuatnya ditunjuk oleh Presiden Barack Obama untuk turut serta dalam pidato mingguan sang presiden, dengan tujuan memerangi kecanduan opioid.

    Dalam pidato tersebut, presiden menyoroti bahwa kasus overdosis obat telah meningkat tiga kali lipat sejak tahun 2000. Itu artinya, banyak warga Amerika yang meninggal karena overdosis ketimbang kecelakaan lalu lintas. "Kecanduan itu sama seperti penyakit lainnya, tidak pandang bulu," ujar Macklemore, seraya menjelaskan bahwa kecanduan merupakan masalah yang melampaui batasan ras maupun status ekonomi. "Hal ini bisa menimpa siapa saja di antara kita," tambahnya.

    Saat itu, Barack Obama sedang berupaya meyakinkan Kongres untuk mengesahkan rancangan undang-undang baru yang akan mengalokasikan dana sebesar 1,1 miliar dolar AS guna membantu memerangi kecanduan opioid. "Itulah sebabnya sekadar membicarakan krisis ini saja tidaklah cukup, kita perlu menyalurkan layanan pengobatan kepada lebih banyak orang yang membutuhkannya," kata Obama, seraya menyebutkan bahwa pemerintahannya telah bekerja sama dengan aparat penegak hukum agar para pecandu diarahkan ke pusat rehabilitasi alih-alih dipenjara. "Pemulihan itu efektif," tambah Macklemore, "dan kita membutuhkan para pemimpin di Washington untuk mendanainya serta memastikan masyarakat tahu cara mengaksesnya."

  3. 3. Macklemore berpisah dengan Ryan Lewis dan memulai karier solonya

    Macklemore & Ryan Lewis tampil di Sasquatch 2011
    Macklemore & Ryan Lewis tampil di Sasquatch 2011 (commons.wikimedia.org/Christopher Dube)

    Bukan rahasia lagi kalau kesuksesan Macklemore diraih berkat kolaborasinya dengan Ryan Lewis. Namun, pada tahun 2017, Macklemore dan Lewis gak lagi bekerja sama. Dalam sebuah unggahan di Instagram, Macklemore menegaskan bahwa Lewis akan selalu menjadi brother-nya. Mereka pun memutuskan untuk menempuh jalan masing-masing.

    "Setelah tur terakhir, Ryan dan aku sepakat bahwa kita akan mengisi ruang kreatif masing-masing," tulis Macklemore. "Keputusan ini lahir dari rasa saling menyayangi," tambahnya, seraya menyoroti bahwa mereka sudah bekerja sama secara intens selama sembilan tahun lamanya.

    Hasilnya adalah Gemini, album solo kedua Macklemore (yang dirilis 12 tahun setelah album pertamanya). Seperti yang Macklemore ungkapkan kepada Rolling Stone, gak ada agenda politik di balik musik tersebut. "Ini adalah jenis musik yang ingin aku dengarkan saat berkendara dengan mobil," jelas Macklemore. "Aku ingin musik ini terasa menyenangkan."

    Macklemore juga terbuka tentang pengalamannya yang gak lagi bekerja dengan Ryan Lewis. Ia mengakui bahwa sifat perfeksionis sang produser merupakan pedang bermata dua. "Menurutku, terkadang kerja sama itu bisa terasa agak mengintimidasi," ujarnya saat membahas sikap Lewis yang bersikeras memintanya menulis ulang bagian-bagian lagu yang menurut Lewis kurang bagus. "Dan berkat hal itu, aku punya kepercayaan diri yang sebelumnya gak aku miliki," ungkapnya.

  4. 4. Macklemore melakukan tur bersama Kesha

    Macklemore dan Kesha
    Macklemore dan Kesha (instagram.com/macklemore)

    Salah satu lagu dalam album Macklemore, Gemini (2017) adalah "Good Old Days". Lagu ini merupakan sebuah kolaborasi dengan penyanyi sekaligus penulis lagu Kesha. Kepada Rolling Stone, Macklemore bilang kalau ia sangat cocok dengan Kesha. "Dia adalah orang yang langsung membuat aku merasa 'klik' saat kami bertemu, dan kami pun seketika menjadi teman," ujarnya dengan penuh antusiasme.

    Saat Macklemore memutuskan untuk menyuguhkan musiknya secara langsung kepada para penggemar lewat tur baru, ia menjadi penampil utama bersama Kesha. Langkah ini dinilai cerdas karena berhasil menarik fans dari kedua belah pihak. Tur yang mencakup 30 tanggal pertunjukan dan bertajuk "The Adventures of Kesha and Macklemore" ini dimulai pada musim panas 2018. Meskipun publik sempat menyoroti kisah hidup Kesha yang penuh tragedi, tur tersebut terbukti menjadi kesuksesan besar bagi keduanya.

    Selain menyuguhkan musik, keduanya juga menyisipkan unsur kepedulian sosial dalam tur ini. Pasalnya, setiap satu dolar dari setiap tiket yang terjual disumbangkan ke badan amal pilihan mereka masing-masing. Kesha memilih organisasi Rape, Abuse, & Incest National Network (RAINN), sementara Macklemore menyumbangkan bagiannya untuk M Plus1, sebuah organisasi yang berfokus pada keadilan rasial dan sosial. Mereka mempromosikan tur ini lewat serangkaian video di balik layar yang diunggah ke YouTube, termasuk video saat mereka berbelanja sepatu bot koboi di Texas serta kunjungan ke tempat penampungan hewan di San Diego.

  5. 5. Macklemore menjadi penampil utama di festival musik bebas alkohol, Recovery Fest

    Macklemore
    Macklemore (commons.wikimedia.org/ Markus Felix)

    Setelah sukses dengan tur bersama Kesha, Macklemore mengumumkan bahwa ia akan kembali tampil di panggung. Kali ini, ia menjadi penampil utama dalam sebuah festival musik, Recovery Fest. Yap, sebuah festival bebas narkoba dan alkohol yang diselenggarakan di Pawtucket, Rhode Island, pada akhir September 2018. Seperti halnya tur sebelumnya, hasil acara ini akan disumbangkan kepada berbagai organisasi di Rhode Island yang berupaya mengatasi kecanduan opioid, termasuk Anchor Recovery Community Centers, R.E.S.T., dan Push Hope.

    "Malam ini kalian mencetak sejarah. Bukankah ini festival musik bebas alkohol yang pertama kalinya?" ujar Macklemore kepada penonton. Terlepas dari apakah hal itu benar atau enggak, Macklemore mengakui sisi positif ketika ia memilih gaya hidup bebas alkohol. "Aku hadir di sini untuk berbagi pengalaman, harapan, dan kekuatanku dengan kalian semua," kata Macklemore kepada penonton, "agar kita bisa bersama-sama merayakan anugerah kehidupan ini."

  6. 6. Macklemore menjadi salah satu pemilik beberapa tim olahraga Seattle

    Macklemore
    Macklemore (commons.wikimedia.org/pitpony.photography)

    Sebagai penduduk asli Seattle, loyalitas olahraga Macklemore tertuju pada tim-tim dari kotanya sendiri. Salah satunya adalah Seattle Sounders, tim sepak bola profesional kota tersebut. Pada 2019, Macklemore melangkah lebih jauh dari sekadar menjadi pendukung dengan turut menjadi salah satu pemiliknya.

    Sebagaimana dilaporkan oleh Seattle Times kala itu, Macklemore dan istrinya, Tricia Davis, tergabung dalam kelompok pemilik yang membeli sebagian kepemilikan tim tersebut. Pemilik awalnya antara lain Adrian Hanauer, miliarder Paul Allen, serta pembawa acara kuis dan penggemar berat sepak bola, Drew Carey. Selain Macklemore dan istrinya, turut bergabung pula quarterback dari Seattle Seahawks, Russell Wilson, beserta istrinya—penyanyi dan aktris Ciara—dan beberapa keluarga lainnya.

    "Wah, rasanya sungguh luar biasa bisa menjadi bagian dari organisasi ini, mengingat aku tumbuh besar di Seattle. Seperti mimpi rasanya," ujar Macklemore dalam sebuah pernyataan. "Sungguh sangat mengasyikkan. Aku merasa sangat terhormat. Menurutku, kami memiliki tim yang hebat. Tim ini sedang membangun warisan yang luar biasa, dan aku sangat antusias bisa menjadi bagian darinya."

    Namun, langkah Macklemore gak berhenti sampai di situ. Hanya berselang beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2022, ia bergabung dengan Marshawn Lynch dari Seahawks untuk menjadi bagian dari kelompok investor yang memiliki tim NHL kota tersebut, Seattle Kraken. "Hoki dan musik adalah sarana bagi orang-orang untuk bersatu dalam masyarakat yang cenderung membuat kita terlalu mudah mengisolasi diri," ungkap Macklemore kepada NHL.com. "Menghadirkan 17.000 orang di dalam arena itu menciptakan suasana yang penuh energi, spiritual, dan magis."

  7. 7. Macklemore kembali bekerja sama dengan Ryan Lewis dalam singel baru pada 2021

    Macklemore dan Ryan Lewis pada peluncuran Xbox One di Best Buy Theater di Times Square, New York City, pada November 2013
    Macklemore dan Ryan Lewis pada peluncuran Xbox One di Best Buy Theater di Times Square, New York City, pada November 2013 (commons.wikimedia.org/ Microsoft)

    Setelah bersolo karier, Macklemore kembali bekerja sama dengan Ryan Lewis pada tahun 2021. Yap, ia gak berkolaborasi sejak album This Unruly Mess I've Made (2016). Keduanya pun bekerja sama dalam sebuah singel baru berjudul "Next Year." Jika kamu menyimak liriknya, makna sebenarnya di balik lagu "Next Year" karya Macklemore itu sangat jelas, kan? Ayo tebak!

    Dalam sebuah pernyataan kepada Complex, Macklemore bilang, meskipun ia dan Ryan Lewis gak bekerja sama selama lima tahun, chemistry mereka gak pudar. ​​"Ryan pertama kali memperdengarkan lagu ini kepadaku di mobilnya sebagai demo kasar, tapi lagu itu langsung terasa istimewa. Aku kemudian menulis beberapa bait lirik dan pergi ke L.A. untuk melakukan rekaman."

  8. 8. Macklemore berkolaborasi dengan Tones and I

    Tones and I
    Tones and I (commons.wikimedia.org/Fred Gasch)

    Sensasi musik asal Australia, Tones and I, mencuri perhatian banyak orang lewat singelnya yang berjudul "Dance Monkey" (2019). Yap, Macklemore adalah salah satu orang yang terpesona dengan penampilan Tones and I saat melihatnya di sebuah klub di Seattle. "Aku pulang dari pertunjukan itu dengan perasaan terinspirasi," ujarnya kepada Herald Sun.

    Macklemore pun mengundang Tones and I untuk kembali ke Seattle. Mereka pun menulis beberapa lagu bersama. Tones and I sendiri mengaku sebagai fans Macklemore. Saat mendapat kesempatan karena bertemu dengan sang idola, ia mengungkapkan bahwa pertemuannya dengan Macklemore adalah anugerah terbesar yang pernah terjadi dalam hidupnya.

    Macklemore mengajaknya menjadi penampil pembuka, dan keduanya sempat menjalani tur bersama beberapa kali. "Ya ampun, aku sangat mengaguminya," ungkap Tones and I kepada Rolling Stone. "Aku gak tahu apakah sebaiknya kita bertemu dengan idola kita atau enggak, karena aku sendiri sudah punya contoh terbaik dari sosok idola."

    Pada tahun 2022, keduanya berkolaborasi dalam sebuah singel berjudul "Chant." Lagu ini gak hanya menghadirkan ide-ide segar bagi Macklemore, tetapi juga menandai tahapan baru dalam evolusi musiknya. "Lagu ini ibarat sebuah kelahiran kembali," ujar Macklemore dalam wawancara dengan Rolling Stone. "Aku ingin menantang diri sendiri, mengatasi kebuntuan kreatif (writer's block), serta menangkap semangat tentang bagaimana rasanya menaklukkan suatu tantangan, melewatinya, lalu bangkit keesokan harinya dan melakukannya lagi."

  9. 9. Macklemore kembali mengonsumsi zat terlarang pada masa pandemik COVID-19

    Macklemore
    Macklemore (commons.wikimedia.org/Markus Felix)

    COVID-19 memberi dampak buruk bagi kesehatan mental banyak orang. Nah, hal itu dialami juga oleh Macklemore. Pada 2022, Macklemore buka-bukaan mengenai masa-masa sulitnya selama pandemi. Dalam sebuah video TikTok untuk mempromosikan perilisan lagu "Chant," ia mengungkapkan sebuah fakta penting. "Aku kembali kambuh pada musim panas pertama masa COVID-19," tulisnya dalam keterangan yang muncul di video tersebut. "Hari ini, saya sudah 694 hari bersih (bebas dari kecanduan)."

    Macklemore berbagi cerita lebih lanjut saat tampil di acara The Tonight Show Starring Jimmy Fallon, dengan bilang bahwa bagian besar dari proses pemulihannya adalah mengikuti pertemuan program pemulihan 12 langkah (12 step meetings). Ketika pertemuan tatap muka tersebut beralih menjadi pertemuan virtual, karena adanya imbauan bagi semua orang untuk menghindari kontak dengan sesama, ia merasa kehilangan arah. "Begitu pertemuan itu berhenti, aku merasa sendirian, dan penyakit kecanduan itu seolah bilang, 'Hei, ini gila. Dunia sedang berhenti. Kamu bisa kembali memakai narkoba,'" ujarnya. Meskipun sempat berhenti memakai narkoba, Macklemore justru kembali menggunakannya.

    Sebagai salah satu selebritas yang terbuka mengenai kambuhnya kecanduannya, Macklemore berbicara secara jujur ​​tentang kegagalannya itu. "Itu adalah masa kambuh selama beberapa minggu yang sangat menyakitkan," ujarnya, sembari mengakui bahwa ia masih menanggung dampaknya, bahkan dua tahun setelah kejadian tersebut.

  10. 10. Macklemore terkait konflik Israel-Palestina

    Macklemore di atas panggung Golden Coast 2026
    Macklemore di atas panggung Golden Coast 2026 (commons.wikimedia.org/ Nathan Fabry)

    Mei 2024 menjadi momen peluncuran "Hind's Hall," sebuah singel baru dari Macklemore yang mengangkat topik kontroversial. Sebagaimana dicatat oleh Vox, lagu ini merupakan kritik tajam dan lugas terhadap serangan militer Israel di Gaza, sekaligus bentuk dukungan bagi para mahasiswa yang melakukan protes terkait hal tersebut. Judul lagu ini sebenarnya memiliki makna ganda—merujuk pada sebuah gedung di Universitas Columbia yang dijuluki "Hind's Hall" untuk mengenang Hind Rajab, seorang anak perempuan Palestina berusia 6 tahun yang tewas dalam konflik tersebut. Macklemore berjanji akan menyumbangkan seluruh pendapatan dari singel ini untuk upaya bantuan kemanusiaan bagi Palestina.

    Macklemore—yang sebelumnya bergabung dengan Dua Lipa, Drake, Jennifer Lopez, dan sejumlah musisi lainnya dalam menandatangani surat yang menyerukan gencatan senjata—juga pernah angkat bicara dalam sebuah unjuk rasa mendukung Palestina yang digelar di Washington, D.C. pada akhir 2023. Di hadapan para peserta aksi, Macklemore mengakui bahwa ada banyak orang yang jauh lebih kompeten untuk membahas topik ini. Ia pun sering diperingatkan mengenai kontroversi serta reaksi negatif yang mungkin ia hadapi karena menyampaikan pendapat terkait isu yang sangat memecah belah ini.

    "Mereka menyuruhku untuk diam. Mereka menyuruhku untuk melakukan riset, menelusuri kembali sejarahnya, dan mengatakan bahwa masalah ini terlalu rumit untuk dikomentari, bukan?" ujarnya, sebagaimana dilaporkan oleh Billboard. "Pengetahuanku memang belum cukup luas," lanjutnya. "Namun, aku cukup paham bahwa ini adalah sebuah genosida."

  11. 11. Macklemore membatalkan pertunjukan di Dubai karena dugaan keterlibatan UEA dalam perang Sudan

    Macklemore
    Macklemore (commons.wikimedia.org/alaina buzas)

    Aktivisme politik Macklemore meluas melampaui isu Palestina hingga mencakup perang di Sudan. Pada Agustus 2024, ia mengumumkan pembatalan konser di Dubai sebagai bentuk protes atas dugaan keterlibatan Uni Emirat Arab dalam konflik tersebut. Ia menyampaikan kabar ini lewat pernyataan panjangnya di Instagram.

    Macklemore menjelaskan alasan di balik tindakan drastisnya itu, yang pastinya akan membuatnya kehilangan banyak pendapatan. "Aku gak mengambil keputusan ini dengan gegabah dan aku perlu menjelaskan alasannya," tulisnya.

    Macklemore mengungkapkan bahwa banyak orang yang telah menghubunginya untuk memboikot UEA karena peran mereka dalam genosida dan krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di wilayah tersebut. Ia melanjutkan dengan menyoroti situasi di Sudan yang telah mencapai taraf "bencana besar". Pasalnya, ada lebih dari 150.000 korban jiwa dan 10 juta orang mengungsi. Jadi, Macklemore bilang kalau ia ngotot tampil di Dubai dan mengesampingkan fakta yang ada, itu artinya sama saja dia munafik. "Dan jika aku menerima bayaran itu, padahal hati nuraniku menolaknya, apa bedanya aku dengan para politisi yang selama ini aku lawan lewat aksi protes?" tanyanya.

    Meski menyadari bahwa keputusannya akan mengecewakan fans dan berpotensi mengancam peluang konser di Timur Tengah di masa mendatang, Macklemore bersikeras bahwa inilah satu-satunya cara untuk menarik perhatian publik terhadap krisis kemanusiaan yang begitu membebani batinnya. "Seperti biasa," pungkasnya, "pesanku adalah cinta."

  12. 12. Macklemore memproduksi film dokumenter tentang protes mahasiswa pro-Palestina

    The Encampments
    The Encampments (dok. Watermelon Pictures/The Encampments)

    Jika sempat muncul anggapan bahwa dukungan Macklemore terhadap Palestina hanyalah sekadar aksi receh seorang bintang rock, Macklemore pun menepis anggapan tersebut. Ia tidak hanya mengibarkan bendera Palestina dalam konser-konsernya, tetapi pada Maret 2025, ia juga meluncurkan The Encampments, sebuah film dokumenter yang diproduserinya sendiri. The Encampments membawa kiprah aktivismenya ke tingkat yang lebih jauh dengan menyoroti aksi perkemahan solidaritas untuk Gaza di Universitas Columbia. Aksi ini bermula ketika para mahasiswa di universitas yang berlokasi di New York City tersebut mendirikan tenda di kampus sebagai bentuk protes. Aksi ini pun menginspirasi dan memicu gerakan serupa di seluruh Amerika Serikat.

    "Ini lebih dari sekadar protes mahasiswa. Ini adalah perjuangan lintas generasi demi keadilan," ujar Macklemore saat penayangan perdana film tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh Deadline. Macklemore tahu kalau mahasiswa selalu berada di garis depan dalam gerakan penegakan keadilan sosial, mulai dari protes hak-hak sipil tahun 1960-an hingga upaya mengakhiri apartheid di Afrika Selatan pada tahun 1980-an.

    "Mereka (mahasiswa) gak pernah berada di sisi sejarah yang keliru," kata Macklemore mengenai para mahasiswa pengunjuk rasa, seraya menjelaskan bahwa mahasiswa Columbia yang melakukan protes ini merupakan bagian dari rangkaian panjang gerakan serupa. "Film ini memastikan suara mahasiswa di AS dan Gaza didengar, tindakan mereka dikenang, dan perjuangan demi pembebasan Palestina terus berlanjut," tambahnya.

  13. 13. Macklemore dikeluarkan dari sisa tur konser Ed Sheeran

    Macklemore di Lollapalooza 2023 di Berlin
    Macklemore di Lollapalooza 2023 di Berlin (commons.wikimedia.org/ Timlukask)

    Saking vokalnya tentang isu kemanusiaan, terutama genosida yang menimpa Palestina, Macklemore justru berada dalam masalah. Pasalnya, Macklemore didepak dari "Loop Tour" Ed Sheeran di Amerika Serikat. Hal ini terjadi ketika Macklemore tampil dalam tur konser tersebut dengan menyerukan "Free Palestine" dan menyanyikan lagu “Hind's Hall”, yang dianggap menggurui Israel dan bermuatan politik.

    Mengomentari hal tersebut, Macklemore menulis di akun X-nya dengan menyatakan, "Ingin semua manusia diperlakukan setara seharusnya gak harus menjadi kontroversi.”

    Adapun, setelah resmi dikeluarkan dari tur konser Ed Sheeran, Macklemore sama sekali gak menyalahkan Ed Sheeran. Ia justru kasihan dengan Ed Sheeran yang dianggapnya mendapat tekanan dari promotor dan pemilik Stadion Gillette, Robert Kraft. Nah, memang benar saja. Dalam unggahannya di media sosial, Ed Sheeran mengaku gak punya kendali penuh terkait dikeluarkannya Macklemore dari tur konsernya. Ed Sheeran mengaku menghormati prinsip Macklemore dalam memperjuangkan isu kemanusiaan.

    Yap, terlepas dari itu semua. Macklemore ngasih tamparan keras dengan menyumbangkan seluruh bayarannya dari "Loop Tour" senilai 1 juta dolar AS atau setara dengan Rp17,7 miliar kepada organisasi kemanusiaan yang memberikan bantuan kepada warga Palestina yang membutuhkan. Dia juga menantang Kraft untuk melakukan donasi untuk krisis kemanusiaan serupa.

    Macklemore beberapa tahun terakhir acap kali menimbulkan kontroversi terkait dukungannya terhadap Palestina. Baginya, ini hanyalah soal kemanusiaan dan penderitaan warga Palestina yang mengalami penindasan bahkan genosida di tempat mereka tinggal. Semoga krisis kemanusiaan seperti ini segera berakhir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More