Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Film Adaptasi Game Populer yang Terlupakan, padahal Seru!

5 Film Adaptasi Game Populer yang Terlupakan, padahal Seru!
adegan dalam film Double Dragon (dok. Gramercy Pictures/Double Dragon)
Intinya Sih
  • Tren film adaptasi game sedang naik daun, tapi banyak judul menarik justru terlupakan meski punya konsep unik dan hiburan seru.
  • Lima film seperti Double Dragon, Wing Commander, Postal, Dead Trigger, dan Werewolves Within jadi contoh karya underrated yang layak ditonton ulang.
  • Meski gagal di box office atau rilis terbatas, tiap film menawarkan daya tarik khas dari nostalgia 90-an hingga misteri modern penuh humor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Fenomena adaptasi game ke layar lebar belakangan ini memang lagi kencang-kencangnya melanda industri perfilman global. Beberapa judul terbukti sukses besar mencuri perhatian penonton, mulai dari Mortal Kombat, The Super Mario Bros. Movie, hingga yang terbaru, Iron Lung. Sayangnya, meski tren ini sedang berada di atas angin, gak semua judul berhasil meraih keberuntungan yang sama di tangga box office.

​Cukup banyak film adaptasi game yang justru berakhir "tenggelam" dan terlupakan begitu saja oleh para penonton. Padahal, jika ditilik lebih dalam, deretan film ini sebenarnya punya konsep cerita yang unik atau setidaknya menawarkan hiburan yang sangat fun untuk dinikmati.

Nah, buat kamu yang butuh tontonan alternatif, ini dia lima rekomendasi film seru adaptasi game yang mungkin sempat luput dari radarmu. Semuanya seru, lho!

1. Double Dragon (1994)

adegan dalam film Double Dragon
adegan dalam film Double Dragon (dok. Gramercy Pictures/Double Dragon)

Dibanding film adaptasi Street Fighter atau Mortal Kombat era 90-an, Double Dragon memang jadi judul yang kerap terlupakan. Pendekatannya yang terlalu campy dan jauh dari kesan garang membuat film adaptasi game beat 'em up rilisan Technōs Japan ini gagal total di pasaran saat itu. Padahal, film ini sebenarnya punya estetika 90s punk yang unik dan sangat asyik untuk ditonton sebagai hiburan ringan yang nostalgik.

Double Dragon mengambil latar fiksi tahun 2007, di mana Los Angeles telah luluh lantak dan berganti nama menjadi New Angeles. Cerita berpusat pada kakak beradik Billy dan Jimmy Lee (Scott Wolf dan Mark Dacascos) yang berusaha melindungi separuh medali kuno sakti milik mereka dari incaran musuh. Mereka harus berhadapan dengan pengusaha licik bernama Koga Shuko (Robert Patrick) yang terobsesi untuk menyatukan medali tersebut demi mendapatkan kekuatan absolut.

2. Wing Commander (1999)

poster film Wing Commander
poster film Wing Commander (dok. Summit Entertainment/Wing Commander)

Top Gun, tapi berlatar ruang angkasa, adalah istilah yang tepat untuk menyebut film adaptasi game space combat rilisan Electronic Arts satu ini. Disutradarai oleh Chris Roberts yang juga kreator asli game-nya, Wing Commander mengikuti perjuangan dua pilot muda, Christopher Blair (Freddie Prinze Jr.) dan Todd Marshall alias Maniac (Matthew Lillard). Mereka harus berjibaku menjalankan misi super krusial demi menyelamatkan umat manusia dari ancaman ras alien bernama Kilrathi.

Premis unik, keterlibatan kreator game-nya, sampai kehadiran dua aktor kesayangan remaja sayangnya gak bisa membuat Wing Commander terbang tinggi pada saat itu. Salah satu penyebabnya adalah visual para alien Kilrathi yang terlihat kaku dan dialog yang dianggap klise. Namun, jika kamu pencinta genre sci-fi klasik yang gak terlalu ambil pusing soal CGI, film ini masih sangat layak untuk masuk daftar tontonan akhir pekan.

3. Postal (2007)

adegan dalam film Postal
adegan dalam film Postal (dok. Pitchblack Pictures/Postal)

Nama Uwe Boll memang kerap diidentikkan dengan sutradara spesialis film adaptasi game yang kualitasnya bikin geleng-geleng kepala. Sebut saja House of the Dead, Alone in the Dark, atau In the Name of the King yang mendapat predikat buruk karena plotnya yang berantakan dan eksekusi yang asal-asalan. Namun, ada satu karyanya yang sebenarnya cukup solid, tapi gak banyak orang tahu karena sudah terlanjur skeptis, yakni Postal.

Diangkat dari game shooter karya Running with Scissors, Postal mengikuti The Postal Dude, pengangguran malang yang berniat merampok boneka langka demi melunasi utangnya. Tanpa ia sadari, aksi konyol itu beririsan dengan rencana kelompok teroris yang ingin memanfaatkan boneka tersebut untuk menyebarkan kekacauan. Banyak gamer menganggap Postal sebagai karya terbaik Uwe Boll karena berhasil menangkap esensi kegilaan game-nya, dari humor ofensif sampai kameo sang sutradara.

4. Dead Trigger (2017)

poster film Dead Trigger
poster film Dead Trigger (dok. Saban Films/Dead Trigger)

Selanjutnya, ada Dead Trigger, yang diadaptasi dari mobile game populer tahun 2012 dengan judul yang sama. Film ini membawa penonton ke dunia pasca-apokaliptik ketika virus mematikan mengubah populasi dunia menjadi zombi yang haus darah. Demi menumpas wabah tersebut, pemerintah menciptakan sebuah video game untuk menyeleksi para gamer berbakat yang nantinya akan direkrut menjadi unit khusus pembasmi mayat hidup di bawah pimpinan Kapten Kyle Walker (Dolph Lundgren).

Meski punya konsep seru soal perekrutan melalui game, film ini mendapatkan respons yang cukup dingin dari publik. Kualitas CGI serta penyutradaraannya dinilai kurang gereget, hingga akhirnya hanya dirilis secara terbatas lewat layanan video on demand. Alhasil, Dead Trigger pun berakhir sebagai film tersembunyi yang mungkin hanya diketahui oleh para penggemar berat film zombi kelas B atau fans setia Dolph Lundgren saja.

5. Werewolves Within (2021)

adegan dalam film Werewolves Within
adegan dalam film Werewolves Within (dok. IFC Films/Werewolves Within)

Berbeda dari mayoritas judul yang ada dalam daftar ini, Werewolves Within justru mendapat respons super positif dari para kritikus saat dirilis. Film adaptasi game VR berjudul sama garapan Ubisoft ini punya naskah cerdas yang berhasil menyulap konsep game-nya jadi tontonan misteri detektif seru ala seri Knives Out. Namun, karena perilisannya yang terbatas di masa transisi COVID-19, banyak penonton yang melewatkan permata tersembunyi satu ini.

Kisahnya sendiri berfokus pada seorang penjaga hutan baru bernama Finn (Sam Richardson) yang terjebak di tengah badai salju di kota kecil Beaverfield. Bersama seorang kurir pos yang nyentrik (Milana Vayntrub), ia harus menghadapi ketegangan saat satu per satu warga tewas secara misterius di sebuah penginapan. Situasi pun makin penuh kecurigaan saat mereka dipaksa menebak siapa sebenarnya serigala jadi-jadian di antara mereka. Siap-siap dibikin ngakak sekaligus sport jantung!

Itulah lima film adaptasi game populer yang mungkin sempat tenggelam oleh waktu, tapi punya keseruan yang gak kalah dari judul-judul besar. Jadi, kalau kamu lagi bosan dengan tontonan mainstream, gak ada salahnya kasih kesempatan kedua pada film-film ini. Siapa tahu bakal ketemu hidden gem favorit barumu!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Hype

See More