Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Film Barat tentang Kehidupan Dewasa yang Relate dengan Usia 30-an

5 Film Barat tentang Kehidupan Dewasa yang Relate dengan Usia 30-an
cuplikan drama Adult Life Skills (dok. Piko Pictures/Adult Life Skills)
  • Lima film Barat menyoroti keresahan usia 30-an, ketika karier, hubungan, keuangan, dan tujuan hidup sering belum terasa pasti.
  • Frances Ha, The Worst Person in the World, dan Adult Life Skills menggambarkan pencarian arah hidup, tekanan pencapaian, perubahan persahabatan, hingga proses menghadapi kehilangan.
  • The Intern dan Past Lives mengangkat tekanan menyeimbangkan karier dengan kehidupan personal, serta refleksi atas identitas, pilihan hidup, dan kemungkinan masa lalu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Memasuki usia 30-an terasa seperti berada di antara dua dunia. Di satu sisi, seseorang sudah dianggap cukup dewasa untuk memiliki kehidupan yang stabil. Tetapi di sisi lain masih banyak hal yang belum benar-benar dipahami, termasuk soal karier, hubungan, keuangan, dan tujuan hidup. Tak sedikit orang yang justru mulai mempertanyakan kembali pilihan-pilihan yang mereka buat ketika memasuki fase kehidupan ini.

Kondisi tersebut membuat cerita tentang kehidupan orang dewasa terasa semakin relate ketika ditonton pada usia 30-an. Film Barat juga cukup banyak menghadirkan karakter yang sedang berusaha memahami dirinya sendiri, menghadapi perubahan hubungan, mengejar impian, atau merasa tertinggal dari orang-orang di sekitarnya. Nah, berikut lima film Barat yang bisa terasa sangat dekat dengan kehidupan orang dewasa di usia 30-an. Keep scrolling

  1. 1. Frances Ha (2012)

    cuplikan film Frances Ha
    cuplikan film Frances Ha (dok. RT Features/Frances Ha)

    Film hitam putih Frances Ha mengikuti Frances (Greta Gerwig), seorang perempuan yang tinggal di New York dan berusaha mengejar impiannya menjadi penari. Kehidupannya mulai berubah ketika sahabat sekaligus teman serumahnya, Sophie (Mickey Sumner), memutuskan pindah bersama kekasihnya. Frances kemudian harus menghadapi kenyataan bahwa kehidupan yang selama ini ia bayangkan tidak berjalan sesuai rencana.

    Film ini terasa relatable karena Frances digambarkan sebagai seseorang yang belum benar-benar tahu ke mana arah kehidupannya. Ia masih mengejar mimpi, menghadapi masalah finansial, berpindah-pindah tempat tinggal, dan berusaha mempertahankan persahabatan yang mulai berubah. Bagi seseorang yang memasuki usia 30-an dan masih merasa sedang mencari tempat dalam kehidupan, Frances Ha bisa terasa seperti melihat versi diri sendiri di layar.

  2. 2. The Worst Person in the World (2021)

    cuplikan film The Worst Person in the World
    cuplikan film The Worst Person in the World (dok. Oslo pictures/The Worst Person in the World)

    Film asal Norwegia ini mengikuti Julie (Renate Reinsve), seorang perempuan yang memasuki usia 30-an sambil mempertanyakan berbagai keputusan dalam hidupnya. Ia mengalami kebingungan mengenai karier, hubungan romantis, dan kehidupan yang sebenarnya ingin dijalani. Ketika hubungan dan pilihannya berubah, Julie harus menghadapi konsekuensi dari keinginannya untuk mencari kehidupan yang terasa lebih sesuai dengan dirinya.

    Yang membuat film ini begitu dekat dengan pengalaman usia 30-an adalah pertanyaan tentang apakah seseorang sudah seharusnya mengetahui apa yang diinginkannya dalam hidup. Julie bukan karakter yang memiliki semua jawaban, bahkan ketika usianya semakin bertambah. Film ini menunjukkan bahwa menjadi dewasa tidak otomatis membuat seseorang terbebas dari kebingungan, penyesalan, atau keinginan untuk mencoba jalan yang berbeda.

  3. 3. Adult Life Skills (2016)

    cuplikam drama Adult Life Skills
    cuplikan drama Adult Life Skills (dok. Piko Pictures/Adult Life Skills)

    Adult Life Skills bercerita tentang Anna (Jodie Whittaker), seorang perempuan berusia 29 tahun yang masih tinggal bersama ibunya setelah kematian saudara kembarnya. Ia menghabiskan waktunya membuat video menggunakan miniatur dan menjalani kehidupan yang terasa jauh dari ekspektasi orang-orang di sekitarnya. Ketika ulang tahunnya yang ke-30 semakin dekat, Anna mulai didorong untuk menghadapi kenyataan bahwa hidupnya harus bergerak maju.

    Film ini menggambarkan tekanan yang sering muncul ketika seseorang memasuki usia 30-an dengan cara yang cukup unik. Anna tidak memiliki karier yang dianggap sukses atau kehidupan yang terlihat mapan, tetapi sebenarnya ia sedang berusaha memproses kehilangan dan menemukan kembali arah hidupnya. Ceritanya menjadi pengingat bahwa tidak semua orang harus memiliki pencapaian yang sama pada usia tertentu dan setiap orang memiliki waktunya sendiri untuk berkembang.

  4. 4. The Intern (2015)

    cuplikan film The Intern
    cuplikan film The Intern (dok. Warner Bros/The Intern)

    The Intern mempertemukan dua karakter dari generasi berbeda, yaitu Ben Whittaker (Robert De Niro), seorang pensiunan berusia 70 tahun yang kembali bekerja sebagai intern, dan Jules Ostin (Anne Hathaway), perempuan muda yang menjadi pendiri perusahaan fashion online yang sedang berkembang pesat. Meskipun memiliki perbedaan usia yang cukup jauh, Jules menghadapi persoalan yang sangat familiar bagi banyak orang dewasa, terutama ketika karier mulai berkembang lebih cepat daripada kehidupan personalnya.

    Jules harus menghadapi tekanan untuk mempertahankan perusahaan sekaligus mengurus kehidupan rumah tangga dan pernikahannya. Di tengah kesibukan tersebut, ia mulai mempertanyakan apakah dirinya mampu menjalani semuanya dengan baik. Film ini cocok untuk usia 30-an karena memperlihatkan bahwa kesuksesan karier tidak selalu membuat seseorang merasa tenang. Bahkan terkadang justru menghadirkan tekanan baru yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya.

  5. 5. Past Lives (2023)

    cuplikan film Past Lives (dok. A24/Past Lives)
    cuplikan film Past Lives (dok. A24/Past Lives)

    Past Lives mengikuti Nora (Greta Lee), perempuan Korea yang pindah ke Kanada ketika masih kecil dan kemudian menjalani kehidupan baru di New York. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali bertemu dengan Hae Sung (Teo Yoo), teman masa kecil yang pernah memiliki hubungan emosional dengannya. Pertemuan tersebut membuat Nora kembali memikirkan kehidupan yang telah ia pilih dan kemungkinan hidup yang mungkin terjadi jika keadaan berjalan berbeda.

    Film ini sangat cocok untuk usia 30-an karena membahas perasaan yang sering muncul ketika seseorang sudah menjalani kehidupan dewasa tetapi sesekali menoleh ke masa lalu. Nora tidak sekadar mempertanyakan hubungan romantisnya, tetapi juga identitas, pilihan hidup, dan jalan yang membawanya sampai ke titik tersebut. Past Lives menjadi pengingat bahwa tumbuh dewasa berarti menerima bahwa ada banyak kemungkinan hidup yang mungkin tidak pernah kita jalani.

    Pada akhirnya, kehidupan di usia 30-an tidak selalu sesederhana gambaran bahwa seseorang harus sudah memiliki karier mapan, hubungan yang stabil, rumah sendiri, atau rencana hidup yang jelas. Kelima film tersebut justru memperlihatkan bahwa kebingungan, perubahan arah dan pertanyaan tentang masa depan merupakan bagian yang sangat manusiawi dari proses menjadi dewasa. Jadi, kalau kamu sedang berada di usia 30-an dan merasa belum sepenuhnya memahami hidup, mungkin kamu tidak benar-benar tertinggal—kamu hanya sedang menjalani perjalananmu sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More