Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Film buat Kamu yang Suka Voicemails for Isabelle

5 Film buat Kamu yang Suka Voicemails for Isabelle
Voicemails for Isabelle (dok. Netflix/Voicemails for Isabelle)
Intinya Sih
  • Artikel merekomendasikan lima film dengan nuansa serupa Voicemails for Isabelle, menonjolkan tema romansa, kehilangan, dan harapan yang menyentuh hati penonton.
  • Film-film seperti Set It Up, You've Got Mail, dan Love Again menghadirkan kisah cinta penuh emosi serta kesempatan kedua yang menghangatkan hati.
  • To All the Boys I've Loved Before dan Past Lives menawarkan pendekatan berbeda—dari komedi romantis remaja hingga drama reflektif tentang pilihan hidup dan hubungan masa lalu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Voicemails for Isabelle sukses mencuri perhatian berkat perpaduan romansa, emosi, dan tema kehilangan yang terasa begitu dekat dengan kehidupan nyata. Kisahnya tidak hanya menawarkan cerita cinta manis, tetapi juga menggambarkan bagaimana seseorang berusaha bangkit dari kesedihan dan menemukan harapan baru. Gak heran film ini berhasil menyentuh hati banyak penonton.

Jika kamu termasuk yang masih belum bisa move on setelah menontonnya, ada sejumlah film lain yang menawarkan nuansa serupa. Beberapa di antaranya menghadirkan kesempatan kedua dengan cara yang mengharukan. Berikut lima film yang wajib masuk daftar tontonanmu setelah Voicemails for Isabelle.

1. Set It Up (2018)

Set It Up
Set It Up (dok. Netflix/Set It Up)

Bagi penggemar Zoey Deutch, Set It Up adalah pilihan yang hampir wajib ditonton. Film komedi romantis ini mengikuti kisah Harper Moore, seorang asisten yang kelelahan menghadapi bosnya yang sangat menuntut. Suatu hari ia bertemu Charlie, asisten seorang pebisnis sukses, dan keduanya merancang rencana untuk menjodohkan atasan mereka agar kehidupan kerja menjadi lebih mudah.

Meski premisnya terdengar ringan, film ini berhasil menghadirkan chemistry yang luar biasa antara Zoey Deutch dan Glen Powell. Interaksi mereka terasa natural, lucu, dan penuh pesona. Jika Voicemails for Isabelle membuatmu jatuh hati pada penampilan Deutch, maka film ini akan menunjukkan sisi lain dirinya yang tak kalah menghibur dan memikat.

2. You've Got Mail (1998)

You've Got Mail
You've Got Mail (dok. Warner Bros./You've Got Mail)

Sulit membahas film romantis modern tanpa menyebut You've Got Mail. Film klasik karya Nora Ephron ini berkisah tentang Joe Fox dan Kathleen Kelly, dua orang yang saling jatuh cinta melalui komunikasi online tanpa menyadari bahwa mereka sebenarnya adalah rival di dunia bisnis. Hubungan mereka berkembang melalui pesan-pesan yang penuh kejujuran dan kehangatan.

Meski dirilis pada akhir 1990-an, film ini masih terasa relevan hingga sekarang. Tom Hanks dan Meg Ryan menghadirkan pasangan yang sangat mudah disukai, sementara naskah cerdasnya membuat cerita berjalan dengan ringan sekaligus menyentuh. Tidak mengherankan jika banyak film romantis modern, termasuk Voicemails for Isabelle, dianggap terinspirasi oleh formula emosional yang diperkenalkan oleh film ini.

3. Love Again (2023)

Love Again
Love Again (dok. CTMG/Love Again)

Jika yang paling kamu sukai dari Voicemails for Isabelle adalah tema kehilangan dan kesempatan kedua dalam cinta, maka Love Again layak menjadi tontonan berikutnya. Film ini mengikuti Mira, seorang wanita yang masih berduka setelah kehilangan kekasihnya. Untuk meluapkan perasaannya, ia terus mengirim pesan ke nomor lama sang kekasih tanpa tahu bahwa nomor tersebut kini dimiliki orang lain.

Di sisi lain, ada Rob, seorang jurnalis yang secara tidak sengaja menerima pesan-pesan penuh emosi dari Mira. Hubungan unik yang terbentuk di antara mereka menjadi inti cerita yang manis sekaligus menyentuh hati. Dengan kombinasi romansa, kesedihan, dan harapan, Love Again memiliki banyak kesamaan dengan Voicemails for Isabelle dan mampu memberikan pengalaman emosional serupa.

4. To All the Boys I've Loved Before (2018)

To All the Boys I’ve Loved Before
To All the Boys I’ve Loved Before (dok. Netflix/To All the Boys I’ve Loved Before)

Film Netflix ini menjadi salah satu komedi romantis paling populer dalam beberapa tahun terakhir. Ceritanya berpusat pada Lara Jean, seorang remaja yang terbiasa menulis surat cinta rahasia untuk orang-orang yang pernah ia sukai. Masalah muncul ketika surat-surat tersebut tiba-tiba terkirim kepada para penerimanya.

Dari premis sederhana itulah lahir kisah yang manis, lucu, dan penuh momen romantis yang menggemaskan. Hubungan antara Lara Jean dan Peter Kavinsky berkembang secara bertahap sehingga terasa sangat menyenangkan untuk diikuti. Film ini juga berhasil menangkap perasaan jatuh cinta dan harapan dengan cara yang hangat, sesuatu yang juga menjadi daya tarik utama Voicemails for Isabelle.

5. Past Lives (2023)

Past Lives
Past Lives (dok. A24/Past Lives)

Berbeda dengan film-film lain dalam daftar ini, Past Lives lebih condong ke drama romantis daripada komedi romantis. Film ini mengikuti Nora dan Hae Sung, dua sahabat masa kecil yang terpisah ketika keluarga Nora pindah dari Korea Selatan ke Amerika Serikat. Selama bertahun-tahun, mereka tetap terhubung dalam berbagai cara sebelum akhirnya bertemu kembali sebagai orang dewasa.

Film garapan Celine Song ini menawarkan refleksi mendalam tentang pilihan hidup. Alih-alih mengandalkan drama berlebihan, Past Lives menghadirkan emosi yang tenang, tetapi sangat kuat. Ceritanya membuat penonton merenungkan hubungan-hubungan yang mungkin tidak pernah benar-benar terjadi, sekaligus mempertanyakan bagaimana hidup akan berbeda jika satu keputusan kecil di masa lalu berubah.

Kelima film di atas menawarkan nuansa serupa dengan pendekatan yang berbeda-beda, mulai dari komedi romantis yang ringan hingga drama emosional yang mendalam. Dari semua rekomendasi ini, film mana yang paling ingin kamu tonton setelah Voicemails for Isabelle?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman

Related Articles

See More