Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Terbanyak Sepanjang Sejarah, Ghost in the Cell Laris Dijual ke 86 Negara
Ini dia fakta menarik Ghost in the Cell. (Dok. Come and See Pictures)
  • Film Ghost in the Cell mencetak rekor sebagai film Indonesia yang dijual ke 86 negara, menandai pencapaian terbesar dalam sejarah perfilman nasional.
  • Karya Joko Anwar ini menarik perhatian distributor global berkat kualitas produksi tinggi serta tema universal tentang keadilan dan sistem pemerintahan.
  • Di Indonesia, Ghost in the Cell sukses meraih satu juta penonton hanya dalam enam hari penayangan, menunjukkan antusiasme besar dari publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ghost in the Cell mencetak sejarah baru sebagai film Indonesia yang dijual ke banyak negara. Pencapaian ini bukan sekadar angka, tapi juga jadi bukti nyata bahwa karya sineas Tanah Air semakin dilirik dan mendapat tempat di mata dunia.

Ghost in the Cell membawa harapan baru bagi industri perfilman Indonesia sekaligus membuka jalan lebih banyak film lokal untuk bersinar di kancah internasional. Berikut informasi selengkapnya!

1. Ada 86 negara yang sudah membeli film Ghost in the Cell

Ghost in the Cell (dok. Come and See Pictures/Ghost in the Cell)

Dengan penuh rasa bangga, film Ghost in the Cell mengklaim telah memegang rekor sebagai film Indonesia yang dijual ke negara terbanyak sepanjang sejarah perfilman Indonesia. Salah satu distributor yang ikut memboyongnya adalah Plaion Pictures yang dikenal menangani film-film pemenang dunia, seperti Parasite, Anatomy of a Fall, Titane, hingga Sentimental Value.

Film Ghost in the Cell karya Joko Anwar ini telah dibeli oleh berbagai negara dengan latar belakang yang berbeda-beda. Film ini akan tayang di negara-negara Asia Tenggara, Asia Selatan, Eropa, hingga Amerika Utara. Selain negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan lainnya, akan tayang juga di Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Portugal, Swis, dan lain sebagainya.

2. Alasan Ghost in the Cell berhasil mencuri perhatian distributor luar negeri

Ghost in the Cell. (Dok. Come and See Pictures)

Dalam akun Instagram-nya, Joko Anwar mengunggah video yang menjelaskan alasan film Ghost in the Cell berhasil menarik perhatian banyak distributor luar negeri. Dalam video tersebut, Plaion Pictures turut memberikan apresiasi.

“The movie works brilliantly. A fantastic piece of filmmaking.”

Lebih lanjut, video tersebut menjelaskan, film ini dibangun dengan craftsmanship yang tidak bisa dibeli hanya dengan uang, melainkan melalui skill tinggi di setiap departemen. Selain itu, tema yang diangkat tentang keadilan dan kerusakan sistem pemerintahan bersifat universal sehingga relevan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara.

3. Film Ghost in the Cell berhasil tuai 1 juta penonton di hari ke-6 penayangan

Ghost in the Cell (dok. Come and See Pictures/Ghost in the Cell)

Di dalam negeri sendiri, film Ghost in the Cell berhasil meraih 1 juta penonton pada hari ke-6 penayangannya. Hal tersebut memperlihatkan animo publik yang tinggi sejak awal perilisannya. Jumlah penonton ini akan terus meningkat, karena filmnya masih tayang di bioskop. Selain itu, perbincangan di media sosial pun cukup tinggi.

Dengan pencapaian di dalam negeri dan jangkauan internasional yang semakin luas, Ghost in the Cell menjadi bukti bahwa film Indonesia mampu bersaing dan mendapat tempat di kancah global.

Editorial Team