Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Film Joko Anwar Tembus 1 Juta Penonton, Terbaru Ghost in the Cell

7 Film Joko Anwar Tembus 1 Juta Penonton, Terbaru Ghost in the Cell
Ghost in the Cell (dok. Come and See Pictures/Ghost in the Cell)
Intinya Sih
  • Joko Anwar mencetak rekor tiga tahun berturut-turut merajai box office lewat Ghost in the Cell (2026), setelah sukses besar dengan Siksa Kubur (2024) dan Pengepungan di Bukit Duri (2025).
  • Tujuh film garapan Joko Anwar, mulai dari Pengabdi Setan hingga Ghost in the Cell, masing-masing berhasil menembus lebih dari satu juta penonton di bioskop Indonesia.
  • Konsistensi Joko Anwar sebagai sutradara dan penulis skenario menunjukkan kemampuannya menggabungkan berbagai genre, dari horor hingga aksi, sekaligus memperkuat posisinya di industri perfilman nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mencetak satu film box office di industri perfilman mungkin sudah menjadi target banyak sineas, tapi konsisten merajai bioskop selama 3 tahun berturut-turut? Itu jelas sebuah rekor yang fantastis. Lewat kesuksesan Ghost in the Cell (2026) yang baru saja menembus angka 1 juta penonton, Joko Anwar resmi mencetak hat-trick gemilang setelah sebelumnya sukses mendominasi layar lebar lewat Siksa Kubur (2024) dan Pengepungan di Bukit Duri (2025).

Menggawangi langsung posisi sutradara sekaligus penulis skenario pada setiap karyanya, Joko Anwar seolah tak pernah kehabisan amunisi untuk membius penonton Indonesia. Buat kamu yang ingin kilas balik ke karya-karya penyutradaraannya, berikut tujuh film garapan Joko Anwar yang sukses meraih lebih dari 1 juta penonton. Di daftar ini pasti ada film favoritmu, sih!

1. Pengabdi Setan (2017)

Pengabdi Setan
Pengabdi Setan (dok. Rapi Films/Pengabdi Setan)

Bisa dibilang, mahakarya ini adalah tonggak kebangkitan tren horor berkualitas di industri perfilman Indonesia modern. Ceritanya menyoroti keputusasaan Rini (Tara Basro) dan keluarganya yang terus-menerus dihantui teror gaib setelah sang ibu (Ayu Laksmi) meninggal dunia akibat penyakit misterius. Suasana rumah semakin suram saat mereka menyadari bahwa sang ibu rupanya terikat perjanjian dengan sekte pemuja setan.

Sebagai remake sekaligus prekuel dari film horor klasik tahun 1980, Pengabdi Setan sukses melahirkan sosok ikon horor pop culture legendaris dan memborong 7 Piala Citra di ajang FFI 2017. Kesuksesan masif dan kengerian membekas ini dibuktikan dengan perolehan penonton yang mencapai lebih dari 4,2 juta.

2. Gundala (2019)

Gundala
Gundala (dok. Screenplay Films/Gundala)

Bergeser sejenak dari teror dunia gaib, Joko Anwar membuktikan kemampuannya di genre aksi pahlawan super lewat Gundala. Film ini mengikuti kisah Sancaka (Abimana Aryasatya), pria dengan trauma masa kecil yang terbiasa hidup apatis di kerasnya jalanan, hingga suatu hari ia tersambar petir dan mendapatkan kekuatan super. Ia pun dihadapkan pada dilema antara terus menunduk mencari aman atau bangkit memberantas ketidakadilan yang didalangi bos mafia kejam bernama Pengkor (Bront Palarae).

Menjadi gerbang pembuka bagi Jagat Sinema Bumilangit, proses produksinya digarap sangat serius dengan melibatkan kostum buatan Los Angeles, lho. Dedikasi tersebut terbayar lunas dengan raihan lebih dari 1,6 juta penonton di bioskop.

3. Perempuan Tanah Jahanam (2019)

Perempuan Tanah Jahanam
Perempuan Tanah Jahanam (dok. BASE Indonesia/Perempuan Tanah Jahanam)

Joko Anwar kembali ke akar horor, tetapi kali ini dengan sentuhan folk-horror psikologis yang pekat tanpa mengandalkan jumpscare murahan. Film ini mengajak penonton mengikuti perjalanan menegangkan Maya (Tara Basro) dan sahabatnya, Dini (Marissa Anita), yang pulang ke Desa Harjosari untuk mencari rumah warisan leluhur.

Alih-alih disambut hangat, Maya justru diincar oleh tatapan dingin warga desa yang ternyata telah bertahun-tahun menunggunya untuk dijadikan tumbal demi memutus sebuah kutukan mematikan. Demi mendapatkan latar desa terpencil yang otentik, tim produksi bahkan rela membabat jalan dari nol menuju lokasi syuting di pedalaman hutan. Eksekusi brilian yang membuahkan Piala Citra untuk Sutradara Terbaik ini berhasil menarik lebih dari 1,7 juta penonton.

4. Pengabdi Setan 2: Communion (2022)

Pengabdi Setan 2
Pengabdi Setan 2 (dok. Rapi Films/Pengabdi Setan 2)

Melanjutkan kengerian dari film pertamanya, Rini (Tara Basro) dan keluarganya kini mengungsi ke sebuah rumah susun padat penduduk dengan harapan menemukan tempat yang lebih aman dan ramai. Sayangnya, kalkulasi mereka meleset jauh. Ketika badai parah mengepung dan memutus akses keluar-masuk, rusun tersebut malah bermutasi menjadi ladang pembantaian mengerikan yang dirancang oleh sekte pemuja setan.

Menjadi film Indonesia pertama yang dirilis eksklusif di teater IMAX, tata suara di film ini benar-benar didesain untuk meneror telinga penonton secara imersif. Ketegangan level tinggi di dalam rusun terbengkalai ini sukses memecahkan rekor dengan meraup lebih dari 6,3 juta penonton.

5. Siksa Kubur (2024)

cuplikan film Siksa Kubur (dok. Rapi Films/Siksa Kubur)
cuplikan film Siksa Kubur (dok. Rapi Films/Siksa Kubur)

Film inilah yang secara resmi membuka kesuksesan beruntun Joko Anwar dalam 3 tahun terakhir. Fokus ceritanya berpusat pada Sita (Faradina Mufti), seorang wanita skeptis yang penuh dendam setelah orangtuanya tewas dalam tragedi bom bunuh diri. Keinginannya yang menggebu untuk mematahkan konsep siksa kubur membawanya pada sebuah eksperimen gila dan nekat, yaitu ikut masuk ke dalam liang lahat bersama jenazah orang yang paling berdosa.

Menghadirkan deretan pemeran papan atas seperti Reza Rahadian dan Christine Hakim, Siksa Kubur juga memicu banyak perdebatan berkat ending-nya yang ambigu. Walaupun begitu, film ini sukses besar dengan raihan lebih dari 4 juta penonton.

6. Pengepungan di Bukit Duri (2025)

Pengepungan di Bukit Duri
Pengepungan di Bukit Duri (dok. Come and See Pictures/Pengepungan di Bukit Duri)

Melanjutkan rekor box office di tahun berikutnya, Joko Anwar membawa penonton keluar dari pakem horor supranatural dan masuk ke dalam ketegangan action-thriller yang sukses memompa adrenalin. Mengambil latar sebuah SMA yang menjadi tempat "pembuangan" anak-anak bermasalah, guru pengganti bernama Edwin (Morgan Oey) mendapati dirinya dan murid-muridnya terjebak di dalam sekolah saat kerusuhan nasional.

Mereka dipaksa bertahan hidup dari invasi massa sekaligus meredam konflik berdarah di dalam tembok sekolah yang juga melibatkan murid-murid seperti tokoh yang diperankan oleh Omara Esteghlal dan Endy Arfian. Menandai kolaborasi epik dengan Amazon MGM Studios, koreografi pertarungan survival yang intens ini berhasil menembus lebih dari 1,8 juta penonton.

7. Ghost in the Cell (2026)

Ghost in the Cell
Ghost in the Cell (dok. Come and See Pictures/Ghost in the Cell)

Menggenapi pencapaian luar biasa merajai bioskop selama 3 tahun berturut-turut, karya terbaru ini menyajikan ramuan horror-comedy yang sangat segar di balik jeruji besi Lapas Labuhan Angsana. Teror arwah pendendam yang ganas memaksa para narapidana seperti Anggoro (Abimana Aryasatya) dan Bimo (Morgan Oey), hingga jurnalis investigasi bernama Dimas (Endy Arfian) untuk menekan ego mereka demi bisa bertahan hidup melewati ancaman tersebut.

Diputar perdana di Berlinale 2026, film ini membuktikan kepiawaian Joko Anwar meramu komedi gelap, kritik sosial tajam, dan horor mencekam ke dalam satu tontonan solid. Hak tayangnya bahkan laris diborong oleh 86 negara! Tak heran jika baru sepekan tayang, karya eksperimental ini langsung meraup lebih dari 1 juta penonton.

Keberhasilan tujuh film ini membuktikan bahwa karya-karya Joko Anwar selalu punya tempat spesial di hati penonton Indonesia. Lewat penyutradaraan dan naskahnya yang khas, ia tak henti-hentinya mendobrak batasan genre dan mencetak sejarah baru di box office. Mengingat animo penonton yang masih tinggi, angka penonton Ghost in the Cell pun dipastikan masih akan terus merangkak naik. Kalau kamu sendiri, udah nonton filmnya di bioskop?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Related Articles

See More