Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Film Klasik yang Jadi Inspirasi Judul Episode One Piece Season 2

5 Film Klasik yang Jadi Inspirasi Judul Episode One Piece Season 2
adegan dalam serial One Piece (dok. Netflix/One Piece)
Intinya Sih
  • Musim kedua One Piece di Netflix membawa kru Topi Jerami menjelajahi lokasi ikonik seperti Loguetown, Reverse Mountain, hingga Drum Island dengan petualangan yang lebih luas dan intens.
  • Setiap judul episode terinspirasi dari film klasik Hollywood seperti Good Will Hunting, Risky Business, Big Trouble in Little China, The Karate Kid, dan Fear and Loathing in Las Vegas.
  • Referensi film digunakan secara kreatif sebagai permainan kata yang relevan dengan konflik tiap episode, menambah daya tarik budaya pop dalam adaptasi live action ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sejak dirilis di Netflix pada Selasa (10/3/2026), musim kedua dari serial live action One Piece langsung membawa para Nakama ke petualangan yang lebih luas di Grand Line. Di musim ini, kru Topi Jerami menjelajahi berbagai lokasi penting, seperti Loguetown, Reverse Mountain, Whiskey Peak, Little Garden, hingga Drum Island. Menariknya, judul-judul episode yang mengiringi perjalanan tersebut ternyata menyimpan keunikan karena terinspirasi dari sejumlah film cult classic Hollywood.

Bukan sekadar menyebut judulnya begitu saja, referensi tersebut hadir dalam bentuk permainan kata yang cerdas sekaligus nyambung dengan situasi di setiap episode. Penasaran film apa saja yang diplesetkan secara kreatif oleh Netflix di musim kedua serial adaptasi manga karya Eiichiro Oda ini? Berikut lima di antaranya yang siap bikin jiwa sinefilimu terpukau!

1. Good Will Hunting (1997)

adegan dalam film Good Will Hunting
adegan dalam film Good Will Hunting (dok. Miramax Films/Good Will Hunting)

Pertama ada film drama legendaris pemenang Oscar, Good Will Hunting (1997), yang secara gamblang menginspirasi episode kedua, "Good Whale Hunting". Film ini sendiri berkisah tentang Will Hunting (Matt Damon), petugas kebersihan yang ternyata memiliki kecerdasan matematika di atas rata-rata. Lewat bantuan terapis baik hati bernama Sean Maguire (Robin Williams), Will pun belajar meruntuhkan tembok emosional akibat trauma masa lalunya.

​Uniknya, pemilihan judul ini sangat relevan dengan konflik yang ada di episode tersebut. "Good Whale Hunting" mengikuti petualangan kru Topi Jerami saat pertama kali menginjakkan kaki di Reverse Mountain dan bertemu paus raksasa, Laboon. Sama seperti karakter Will yang kesepian dan keras kepala, Laboon terus menyakiti diri sendiri karena trauma ditinggalkan oleh teman-teman bajak lautnya selama puluhan tahun, sebelum akhirnya "disembuhkan" lewat janji baru oleh Luffy (Iñaki Godoy).

2. Risky Business (1983)

adegan dalam film Risky Business
adegan dalam film Risky Business (dok. Warner Bros./Risky Business)

Dibintangi oleh Tom Cruise, Risky Business adalah film coming-of-age legendaris yang sangat populer di era 80-an. Cruise memerankan Joel Goodson, remaja "baik-baik" yang nekat mengubah rumah orangtuanya menjadi rumah bordil demi menutupi biaya perbaikan mobil Porsche milik sang ayah. Gak cuma bikin ngakak, film ini juga mengkritik ambisi materialisme dan tekanan ekspektasi orang tua pada saat itu.

One Piece Season 2 memberikan penghormatan pada film ini lewat episode ketiga yang bertajuk "Whisky Business". Judul tersebut merupakan permainan kata yang sangat cerdas untuk menggambarkan situasi gawat di Whiskey Peak, tempat kru Topi Jerami dijebak oleh organisasi kriminal Baroque Works. Jika Joel terjebak dalam urusan bisnis berbahaya, di episode tersebut, Luffy dan kawan-kawan harus menghadapi "bisnis" penuh tipu muslihat di balik pesta pora yang mereka nikmati.

3. Big Trouble in Little China (1986)

adegan dalam film Big Trouble in Little China
adegan dalam film Big Trouble in Little China (dok. 20th Century Studios/Big Trouble in Little China)

Selanjutnya, Big Trouble in Little China yang jadi referensi di balik judul episode keempat bertajuk "Big Trouble in Little Garden". Film ini mengisahkan petualangan sopir truk sombong, tapi ceroboh bernama Jack Burton (Kurt Russell) yang terjebak dalam perang mistis di bawah tanah Chinatown, San Francisco. Digarap oleh John Carpenter, film ini disukai karena kebolehannya menggabungkan aksi, fantasi, hingga komedi dengan sangat apik.

Korelasi dengan episode tersebut sangat terasa pada nuansa petualangan yang kacau dan penuh energi di satu lokasi yang spesifik. Di "Big Trouble in Little Garden", kru Topi Jerami mendarat di pulau prasejarah bernama Little Garden yang mempertemukan mereka dengan dua raksasa, Dorry (Werner Coetser) dan Brogy (Brendan Murray), yang telah bertarung selama ratusan tahun. Gak cuma itu, Luffy dkk. pun menghadapi masalah besar saat agen Baroque Works mulai ikut campur, serupa Jack yang kewalahan di Chinatown.

4. The Karate Kid (1984)

adegan dalam film The Karate Kid
adegan dalam film The Karate Kid (dok. Columbia Pictures/The Karate Kid)

Berbeda dari semua film dalam daftar ini, The Karate Kid gak memberikan pengaruh pada musim kedua One Piece lewat judulnya, melainkan lewat dialog ikonis milik Mr. Miyagi (Pat Morita), “Wax On, Wax Off”, yang kemudian dijadikan judul episode kelima. Dalam filmnya, kalimat tersebut merujuk pada metode latihan unik saat Daniel LaRusso (Ralph Macchio) diminta memoles mobil untuk melatih refleks dan teknik bertahannya. Namun, Netflix memberi twist jenaka karena kata “Wax” di episode itu justru merujuk pada kekuatan Buah Iblis milik Mr. 3 yang mampu menciptakan lilin dan menjebak Luffy dkk.

Namun, kalau ditarik ke dunia nyata, pemilihan judul ini terasa seperti easter egg yang secara gak langsung menghubungkan dua waralaba populer tersebut. Pasalnya, Xolo Maridueña, bintang serial Cobra Kai yang merupakan kelanjutan semesta The Karate Kid, telah diumumkan akan bergabung di One Piece Season 3 sebagai Portgas D. Ace. Referensi semacam ini juga terasa sejalan dengan gaya Eiichiro Oda yang gemar menyisipkan berbagai penghormatan pada budaya pop dalam dunia One Piece.

5. Fear and Loathing in Las Vegas (1998)

adegan dalam film Fear and Loathing in Las Vegas
adegan dalam film Fear and Loathing in Las Vegas (dok. Universal Pictures/Fear and Loathing in Las Vegas)

Daftar ini ditutup dengan Fear and Loathing in Las Vegas, film komedi gelap garapan sutradara Terry Gilliam yang rilis pada 1998. Film ini mengisahkan perjalanan kacau seorang jurnalis bernama Raoul Duke (Johnny Depp) dan pengacaranya, Dr. Gonzo (Benicio del Toro), yang tenggelam dalam halusinasi obat-obatan saat melintasi Las Vegas. Meski sempat gagal di box office, film adaptasi novel Hunter S. Thompson ini kini justru menjelma jadi cult classic yang sangat dipuja.

Walau gak relevan secara tema, Netflix secara kreatif memparodikan judul tersebut menjadi "Deer and Loathing in Drum Kingdom" untuk menutup petualangan musim kedua One Piece. Penggunaan kata "Deer" merupakan referensi langsung kepada Tony Tony Chopper (Mikaela Hoover), rusa kutub menggemaskan yang menjadi fokus utama dalam arc ini. Di sisi lain, kata "Loathing" merepresentasikan penderitaan sekaligus kebencian rakyat Drum Island terhadap kepemimpinan zalim Raja Wapol (Rob Colletti).

Sebenarnya masih ada dua episode lain di One Piece Season 2 yang juga memelesetkan film klasik, seperti “Nami Deerest” dari Mommie Dearest (1981) serta “Reindeer Shames” yang mengingatkan pada Reindeer Games (2000). Namun, lima judul tadi saja sudah cukup menunjukkan betapa kreatifnya tim di balik layar dalam menyisipkan referensi budaya pop ke dalam petualangan Luffy dkk.

Kalau musim kedua saja penuh easter egg seru seperti ini, kira-kira kejutan apa lagi yang bakal mereka siapkan di musim ketiga nanti, ya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Hype

See More