Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Film Terbaru Nicholas Saputra Masuk Kompetisi Utama TIFF 2026
film Merah Sebelum Fajar (Instagram.com/merahsebelumfajar)

Film Indonesia kembali mendapat kesempatan untuk unjuk gigi di panggung internasional. Kali ini, giliran Merah Sebelum Fajar (Red Before Dawn) yang hadir di Tokyo International Film Festival (TIFF) 2026.

Gak cuma menggelar world premiere, film ini juga terpilih sebagai Official Selection dalam kategori Main Competition TIFF 2026, lho. Pencapaian tersebut semakin menarik perhatian, mengingat Merah Sebelum Fajar menjadi reuni Nicholas Saputra dengan sutradara Garin Nugroho setelah bekerja sama dalam film musikal Siapa Dia.

1. Film Merah Sebelum Fajar jalani world premiere di Tokyo International Film Festival 2026

film Merah Sebelum Fajar (Instagram.com/merahsebelumfajar)

Film Merah Sebelum Fajar (Red Before Dawn) dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 21 Januari 2027. Namun, sebelum menyapa penonton Tanah Air, film yang dibintangi oleh Nicholas Saputra bersama Laura Basuki ini lebih dulu menjalani world premiere di Tokyo International Film Festival (TIFF) 2026, Jepang, Selasa (27/10/2026) pukul 14.30 waktu setempat di Hulic Hall Tokyo.

Sebelum world premiere, para pemain dan sutradara film menghadiri sesi red carpet yang berlangsung pada Senin (26/10/2026). Mereka yang hadir di antaranya Nicholas Saputra, Laura Basuki, Tissa Biani, Nagra Pakusadewo, serta Garin Nugroho selaku sutradara.

2. Jadi satu-satunya wakil Indonesia di Main Competition TIFF 2026

film Merah Sebelum Fajar (Instagram.com/merahsebelumfajar)

Gak cuma menjalani world premiere, film Merah Sebelum Fajar juga terpilih dalam kategori Main Competition atau kompetisi utama TIFF 2026. Kabar ini disampaikan oleh tim produksi melalui Instagram resmi film.

“FROM 1946, TO TOKYO. Merah Sebelum Fajar terpilih sebagai Official Selection dalam Main Competition 39th Tokyo International Film Festival (TIFF) 2026,” dilansir Instagram @merahsebelumfajar.

Berdasarkan informasi resmi festival, terdapat 15 film yang terpilih untuk bersaing dalam kategori Main Competition TIFF 2026. Merah Sebelum Fajar pun menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia dalam kategori tersebut dan bersaing dengan 14 film lainnya dari berbagai negara. Sejumlah film yang turut masuk dalam kompetisi utama di antaranya The Canary’s Lullaby dari Taiwan dan Jepang, The Difficult Bride dari Prancis, Bangladesh, Portugal, Norwegia, dan Jerman, serta Magic Atlas dari Singapura. Ada juga Heysel 85 dari Belgia, Belanda, dan Jerman, Memories of Prison dari Portugal, serta Trees Are Watching dari Turki.

3. Sinopsis film Merah Sebelum Fajar

film Merah Sebelum Fajar (Instagram.com/merahsebelumfajar)

Berlatar Indonesia pada 1946, Merah Sebelum Fajar mengikuti kisah Frans, seorang geolog keturunan Indonesia-Belanda yang mendapat tugas membawa dokumen penting berupa data survei dari Sumatra menuju Yogyakarta, yang saat itu menjadi ibu kota sementara Republik Indonesia. Dalam perjalanan tersebut, Frans ditemani Qasim, mantan tentara India, dan Arya, operator radio tunanetra. Mereka kemudian bertemu dengan Fifi, seorang perawat keturunan Tionghoa, serta Bandriah, seorang penyanyi.

Perjalanan mereka itu ternyata tidak mudah. Di tengah situasi politik yang masih penuh ketegangan, mereka ditangkap oleh milisi prokemerdekaan dan diburu oleh mata-mata Belanda.

Curated For You

Editorial Team

Related Article