7 Rekomendasi Film Sci-Fi untuk Penggemar Project Hail Mary
- Project Hail Mary (2026) dari Amazon MGM Studios dipuji karena cerita solid, visual memukau, dan musik yang kuat, menandai kebangkitan genre sci-fi dekade ini.
- Artikel merekomendasikan tujuh film bertema luar angkasa seperti Sunshine, Gravity, Interstellar, The Martian, Arrival, Oxygen, dan Spaceman bagi penggemar Project Hail Mary.
- Ketujuh film tersebut menonjolkan kombinasi sains, drama manusia, serta eksplorasi psikologis dan filosofis yang mengajak penonton berpikir lebih dalam tentang kehidupan dan eksistensi.
Film terbaru Amazon MGM Studios, Project Hail Mary (2026), tengah ramai dibicarakan karena dianggap sebagai salah satu film sci-fi terbaik selama 1 dekade belakangan. Film yang diadaptasi dari novel Andy Weir dengan judul yang sama ini memperoleh pujian besar karena jalan ceritanya yang solid, sinematografinya yang memukau, dan scoring musiknya yang memikat.
Dibintangi oleh Ryan Gosling sebagai pemeran utama, Dr. Ryland Grace, kisahnya memadukan sains, petualangan, dan persahabatan lintas spesies untuk menyelamatkan kehidupan di planet sekaligus. Buat kamu yang masih belum move on dari film satu ini dan ingin menjelajahi film sci-fi luar angkasa lainnya, tujuh film di bawah ini bisa dicek untuk jadi tontonan selanjutnya.
1. Sunshine (2007)

Berlatarkan tahun 2057, diceritakan bila matahari perlahan sekarat dan sekelompok astronot dikirim ke luar angkasa untuk mengatasi permasalahan ini. Tim dipimpin oleh fisikawan Robert (Cillian Murphy), dan misi yang semula diperkirakan akan berjalan lancar malah membawa kerusakan besar dan menyebabkan semua orang berada dalam dilema hidup-mati.
Dengan jajaran pemain seperti Chris Evans, Rose Byrne, dan Michelle Yeoh, Sunshine tidak hanya berfokus pada aspek science fiction, tetapi juga memadukan ketegangan psikologis dan unsur-unsur filosofis seperti arti dari pengorbanan dan harapan.
2. Gravity (2013)

Gravity, yang tayang pada 2013 silam, merupakan film science-fiction dengan premis yang sebenarnya cukup sederhana, namun karena eksekusi yang baik, menjadikannya salah satu film terbaik di tahun itu. Keberhasilan ini terbukti dengan kesuksesan sutradara Alfonso Cuarón dalam meraih Oscar kategori Sutradara Terbaik.
Gravity menceritakan Sandra Bullock sebagai Dr. Ryan Stone dan komandan Matt (George Clooney) yang menjalani misi memperbaiki teleskop Hubble. Di tengah misi, sebelum serpihan satelit menabrak pesawat yang menyebabkan Matt tewas dan Dr. Ryan terombang-ambing sendirian di luar angkasa.
Satu-satunya harapan untuk bertahan hidup adalah dengan mencapai stasiun luar angkasa internasional. Namun, akankah Dr. Ryan mampu mencapai tempat itu?
3. Interstellar (2014)

Christopher Nolan menghadirkan Interstellar, sebuah film epik luar angkasa yang memadukan drama dengan sains. Dikisahkan di masa depan, Bumi terancam punah akibat badai debu dan gagal panen yang parah. Harapan terakhir umat manusia adalah penemuan wormhole di dekat Saturnus yang diyakini dapat membuka jalan menuju sistem planet baru.
Mantan pilot NASA, Cooper (Matthew McConaughey), dan Dr. Brand (Anne Hathaway) ditugaskan dalam misi mencari dunia baru yang layak huni dan mereka tidak menyadari bahwa misi ini tidak seperti yang dibayangkan.
Interstellar mengangkat banyak konsep fisika yang jarang disentuh film-film lainnya, seperti representasi lubang hitam dari fisikawan Kip Thorne, efek gravitasi, dan dilatasi waktu. Meskipun terkesan rumit, Interstellar tidak hanya berfokus pada aspek sains, karena ada pula drama keluarga yang menjadikan film ini lebih menyenangkan untuk diikuti.
4. The Martian (2015)

Adaptasi lain dari novel Andy Weir yang lebih dulu diadaptasi menjadi film adalah The Martian. Kali ini karakter utama dipegang oleh Mark (Matt Damon), astronot yang terjebak sendirian di planet Mars setelah timnya mengira dirinya telah tewas selama misi yang mereka jalankan.
Peluang misi penyelamatan Mark baru bisa terjadi sekitar 4 tahun lagi, membuatnya harus bertahan hidup dengan menggunakan peralatan dan bahan makanan sisa. Dengan kecerdasannya, Mark menciptakan air dari bahan bakar roket bekas dan mencoba menanam kentang di Mars. Semua hal dilakukan oleh Mark agar bisa bertahan meskipun bantuan yang dinantikannya belum pasti kapan akan tiba atau bahkan apakah akan benar-benar tiba.
5. Arrival (2016)

Melalui Arrival, Denis Villeneuve menghadirkan film science-fiction yang gak biasa. Film menyoroti Louise (Amy Adams), ahli linguistik, yang ditugaskan untuk menjalin komunikasi dengan alien berkaki tujuh yang tiba-tiba muncul di Bumi.
Berbeda dengan Project Hail Mary yang menampilkan persahabatan lintas spesies yang bisa dengan mudah diatasi melalui sains, Arrival menunjukkan betapa rumit, aneh, dan menantang proses membangun komunikasi dengan alien. Meski tidak berlokasi di luar angkasa, sains dan drama di dalam film ini masih sama menariknya dengan Project Hail Mary.
6. Oxygen (2021)

Film thriller psikologis asal Prancis, Oxygen, memiliki premis yang mirip dengan Project Hail Mary, tetapi dengan eksekusi yang jauh berbeda. Diceritakan Liz (Mélanie Laurent) yang terbangun di sebuah kapsul kedap udara dalam kondisi hilang ingatan dan kadar oksigen di dalam kapsul yang semakin menipis.
Satu-satunya bantuan yang Liz dapatkan adalah sebuah asisten AI di dalam kapsul bernama M.I.L.O yang menghubungkannya dengan sosok misterius. Sosok itu memperingatkannya bahwa membuka kapsul berarti kematian. Dari sana, Liz harus memutar otak dan mencari cara untuk bertahan hidup atau bahkan melarikan diri, jika memungkinkan.
7. Spaceman (2024)

Spaceman menghadirkan Adam Sandler dalam peran yang cukup serius sebagai Jakub, seorang astronot yang menjalani misi 6 bulan untuk menyelidiki awan partikel misterius di dekat Jupiter. Misi ini sekaligus menjadi pelarian Jakub dari kehidupan pribadinya yang berantakan karena pernikahan yang mulai retak.
Saat kondisi mental Jakub di luar angka semakin rapuh, ia berjumpa dengan alien dalam rupa makhluk mirip laba-laba yang ia beri nama Hanuš. Berbeda dengan Rocky di Project Hail Mary, sosok Hanuš tampak nyata namun tidak nyata secara bersamaan. Keanehan ini membuat Jakub mulai meragukan dirinya, terutama pikirannya sendiri.
Project Hail Mary dan ketujuh film di atas memang bukanlah film "ringan" seperti kebanyakan film Hollywood lainnya. Sains yang menjadi dasar di dalam premis, seolah-olah memaksa penonton untuk fokus dan ikut berpikir bersama para karakter di dalamnya. Tertarik menjelajahi luar angkasa melalui film-film science fiction di atas?


















